jump to navigation

Berkunjung ke Kebun Mawar, Garut, Jawa Barat Februari 22, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

Pulang dari Kawah Darajat kami langsung menuju Kebun Mawar yang letaknya di Jl. Raya Kamojang. Tidak Jauh setelah Kampung Sampireun. Karena hari itu bertepatan dengan hari Jumat, dan sudah menjelang dzuhur, maka papa, bapa mertua, ayah khalid, rayyan, adi dan rubi turun lagi ke bawah menuju masjid untuk shalat jumat. Sedang kami yang perempuan dan anak-anak laki-laki yang masih kecil 😀 dipersilahkan untuk menikmati Kebun Mawar terlebih dahulu. Anak-anak senang di Kebun Mawar karena tempatnya luas sehingga mereka bebas berlarian kesana-kemari.

Di Kebun Mawar, banyak  terdapat aneka bunga dan tanaman. Disana juga terdapat penginapan, seperti private villa yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Para pengunjung yang bukan tamu penginapan dilarang masuk ke Villa. Tempatnya juga beragam ,mulai dari Villa yang besar, rumah kecil, sampai hanya menyewa kamar saja, bisa.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Udaranya yang sejuk serta di kelilingi taman yang indah, serta kebersihan yang terjaga membuat Kebun Mawar ini cocok disebut sebagai salah satu tempat romantis di Garut 🙂

~*Afra Afifah*~

[22 Februari 2015]

Iklan

Ke Kawah Darajat, Samarang, Garut, Jawa Barat~! :) Februari 22, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

Di awal tahun 2015 ini tepatnya tanggal 1 januari kemarin, kami sekeluarga (tanpa Sausan dan Hisyam) pergi ke Garut, ke rumah mertua saya di Limbangan. Sebelumnya kami hendak menuju dusun bambu di Lembang Bandung, tapi apa daya.

10443535_10205422231453442_1883169041741601311_n

Rupanya masih musim liburan, jalan menuju Lembang macet sangat. Jadinya setelah shalat dzuhur-ashar di Masjid Darut Tauhid dan makan siang di tempat makan sekitar masjid, kami langsung putar arah menuju Garut. Namun ternyata, mau pulang pun sulit, macetnya luar biasa, sampai menjelang maghrib kami baru lepas dari kemacetan di Bandung.

10269508_10205421147746350_956142131021682328_n

Hikmahnya adalah: kalau masih musim liburan jangan pergi ke Bandung doeloe :p Alhamdulillah kami sampai di Limbangan malam hari. Disambut dengan suka cita oleh keluarga di Garut. Setelah istirahat sebentar, shalat, kemudian langsung dihidangkan masakan Ibu Mertua yang lezat. Alhamdulillah ^^

Keesokan harinya, setelah shalat subuh kami langsung menuju Kawah Darajat. Ini merupakan kali ketiga bagi saya ke Kawah Darajat, dan sepertinya saya mulai bosan untuk balik ke tempat ini lagi (maksudnya Kode: yuk cari tempat wisata lain lagi di Garut 😀 ) . Namun bagi papa mama dan adik-adik saya ke Kawah Darajat merupakan pengalaman pertama bagi mereka.

 10931338_10205422287854852_446766184082184620_n

Kami berangkat sekitar pukul 5.30 dari Limbangan, karena perjalanan ke Samarang membutuhkan waktu kurang lebih dua jam dari rumah mertua. Khawatir macet bila kami telat pergi kesana. Di kawah darajat anak-anak berenang di air panas beserta ayahnya, sedang yang perempuan menikmati pemandangan saja. Hehe

10915274_10205421200267663_1425290788500143693_n

Rupanya Ibu mertua tercinta bawa bekal makanan, nasi, lengkap beserta lauk dan lalapan dan tentu saja, sambel garut! Gak dibuat dari rumah dong sambelnya, kebiasaan Mamah (panggilan ibu mertua) kalau bepergian dan mau nyambel , bawa ulekan dari rumah 😀 . Jadi sambelnya bener-bener fresh. Masyaallah nikmatnya..

10441223_10205421177427092_1206005091065182272_n

Di cuaca yang sangat dingin, kawah darajat ini lebih dingin dibanding Puncak Bogor, kami makan nasi hangat lengkap dengan sambel garut buatan mamah yang fenomenal itu hehe. Satu piring tentu saja tidak cukup 😀

1461518_10205421178427117_1578550662899193687_n

Satu hal yang masih patut dijadikan catatan bagi pengelola Puncak Darajat adalah soal kebersihannya. Kebersihannya Kurang. Padahal hal itu harusnya jadi hal utama yang harus diperhatikan bagi pengelola wisata.

10403345_10205421180667173_5309393610269809584_n

Skitar pukul 11siang kami pulang dari Kawah Darajat untuk menuju Kebun Mawar di Jalan Raya Kamojang. Benar saja, ketika kami turun, mobil-mobil sudah memenuhi jalanan menuju kawah darajat. Alias macet. Alhamdulillah kami nda kena macet 🙂

[bersambung]

Nothing is Sweeter Than Togetherness We Share : Taman Safari 2014 [1] November 13, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
1 comment so far

“Nothing is sweeter than togetherness we share” [J.CO] . One of the Best Moment in my life. Rekreasi bareng mama, papa, suami, anak-anak, keponakan, adik-adik, juga adik-adik ipar. Alhamdulillah. Kami pergi ke Taman Safari tanggal 13 Oktober 2014, sehari setelah pernikahan Sausan dan Auf hehe. Tentu sudah izin dulu sebelumnya ke pengantin baru untuk mengadakan acara pergi bersama ini. Karena setelah menikah, Auf hanya seminggu di Jakarta. Setelahnya pulang lagi ke Balikpapan untuk bekerja. Weekend pekan itu juga kebetulan sudah ada acara keluarga besar di Jagorawi Golf. Selain kami memang juga menghindari pergi saat weekend, karena biasanya lebih macet daripada weekdays. Dengan menggunakan dua mobil, kami pergi dari Jakarta sekitar pukul 9.30 pagi.

Khalid Khansa senang diajak ke Taman Safari lagi, setelah sebelumnya pergi bersama kakek-nenek dan om-tante nya yang dari Garut, setahun yang lalu. Awalnya kami ingin ke Taman Bunga Nusantara, tapi karena sudah cukup sering kesana, kami ganti opsi lain: Taman Safari. Papa Mama dan adik-adik juga sudah lama tidak ke Taman Safari lagi.

Tamasya bareng Papa-Mama, adik-adik dan anak-anak kemarin itu, merupakan kali pertama kami jalan sekeluarga bareng-bareng. Awalnya saya yang bilang ke mama untuk mengadakan jalan-jalan bareng ini, tapi setelah bilang ternyata mama juga punya pikiran yang sama dengan saya. Alhamdulillah sehati 😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Gak bisa dituliskan dengan kata-kata betapa senangnya saya pergi bareng dengan orang-orang tercinta. Alhamdulillah semua senang, setelah ini, rencananya sudah ada dipikiran saya untuk mengadakan rutin jalan-jalan bareng gini lagi. Seperti yang sering dilakukan ortu saya dulu ketika kami masih kecil-kecil. Gambar Kutipan dibawah ini cocok sekali seperti yang ada dipikiran saya sejak lama, thats why i love travelling. Kemana aja, asal bareng orang-orang tercinta ^^ BYzHMa-CUAAZuq4

Naik Motor ke Puncak~! :D [Part 2] Mei 31, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , , ,
2 comments

18 April 2014

Hari libur nasional. Adik ipar pagi-pagi datang ke rumah, dan semua mengalir begitu aja. Dadakan. Saya ajak Aa jalan.

“ke Bogor yuk a?”
“ ke Puncak yuk? “

Sebenarnya ini pertanyaan yang sering saya lontarkan ke suami :p . Reaksi suami saya kalau saya sudah “mulai kambuh” begitu beliau cuma nyengir aja sambil ketawa-tawa 😀 . Eh tapi kali itu Aa sanggupi.. yuhuu 😀 Aa nanya mau kemana ke Bogornya? Saya jawab asal aja “tajur yuk? Kamu belum pernah kan?” tanya saya. Emmm sebenernya gak pengen-pengen amat ke tajur. Saya lebih pengen ke puncak, tentu sahaja. Okelah akhirnya tajur menjadi tujuan awalnya.

Yak seperti biasa, perginya siang, jam 10an. Beginilah kalau dadakan :p ngurus ini itu dulu.. beres-beres segala macem dulu. Sebenarnya saya aga males kalau sudah siangan gitu. Enaknya kalau jalan ya dari pagi. Dari subuh kalau bisa. Jadinya puas 😀 Hmm oke jalanin aja. Ga bawa perbekalan apa-apa. Hahaha sama aja kayak waktu ke kawah kamojang dan kawah darajat. Ampuun! Berani ke Bogor karena ada adik ipar. Jadinya konvoi lagi 2 motor. Kalau cuma satu motor mana berani. Kalau berdua aja sama Aa sih oke ya. Tapi kalau bawa anak-anak. Ngga deh..

Oke, saya yang bawa motor tentunya 😀 saya bonceng suami dan khansa. Sedangkan Khalid sama Adi. Aa navigatornya. Karena saya gak tau jalan. Suka jalan, tapi ga tau jalan :p . Dari rumah kami di tanah baru menuju juanda. Terus mentok, belok kanan, terus aja..terus dan terus… ehh ternyata udah nyampe bogor! “wah ternyata bogor ‘deket’ ya a..asik nih tinggal ke juanda belok kanan..lurus aja :p” ucap saya ke Aa. #modus

Terus dan terus.. di perbatasan hampir bogor kota, kami mampir dulu di indomaret. Beli cemilan dan minuman dingin. Cuaca saat itu terik sekali. Melepas lelah sebentar kemudian kami lanjutkan perjalanan. Tentu saja saya yang masih bawa motornya 😀 Perjalanan makin seru karena sudah masuk kota bogor, banyak pohon besar. Adeem. “wahhh kita udah di bogor!! Dengan riang saya berkata ke Aa.. “wahh banyak wiskulll… wahh beneran ya ini naik motor pertama kali ke bogor hahah..biasanya selalu naik mobil atau dulu pas jaman kuliah pernah naik kereta trus naik angkot bareng Awis n Rousta..jalan-jalan, dan..pegeell :p “

Saat adzan dzuhur tiba Aa dan Adi shalat jumat dulu di masjid raya bogor, sedang saya menemani anak-anak nunggu aa shalat jumat sambil makan ice cream Mc’D di Mall seberang masjid. Selepas shalat dzuhur..udah mendung sekali. Akhirnya hujan…wahh kami terjebak skitar setengah jam di Mall tersebut. Hujannya terlalu deras. Setelah hujan sudah aga reda kami pun melanjutkan perjalanan dengan memakai jas hujan. Tapi sudah giliran aa yang bawa motor. Karena saya cukup ‘trauma’ bawa motor ketika hujan atau setelah hujan. Namun ga lama hujan reda dan ternyata ada bagian bogor yang kering. Saya lagi yang bawa motor. Karena ya, lagi-lagi si Aa ngantuk :p

Saya mengendarai motor dengan semangatnya. Karena setelah sudah dekat tajur akhirnya aa sepakat kemudian bilang “yauda lanjut aja yuk puncaak” wah dibilang gitu saya mah gak nolak, lanjuttt gaan! 😀 Saya bawa motor sampai tiba di lampu merah gadog. “wahhh kita udah dekat!! (padahal masi jauh -_- 😛 ) wahh belum pernah ke tempat ini naik motor..
Wah maceeett!! (hari libur nasional bro, dan itu hari jumat. Weekend pulak!) kalau pake mobil saya BIG NO deh diajak ke puncak saat itu. Tua dijalan. Nooooooooo!!

Udah di gadog. Gantian aa lagi yang bawa motor. Karena memang jalan ke atas sudah macet sekali. Tapi itulah enaknya pake motor. Bisa selap-selip. Ga gitu berasa lah. Udah “biasa” dengan macetnya Jakarta hehe. (ah masa sihh :p ) Dan senangnya kalau motor boleh jalan terus meski sedang diberlakukan satu arah turun. Ya jadinya cepat naik keatas. Alhamdulillah.. hujan mulai turun lagi rintik-rintik kecil. Sudah dekat curug cilember. Saya bilang ke Aa “mau ke curug cilember ga a?” Aa jawabnya ragu-ragu.. terus giliran udah lewat baru nanya “enak ga curug cilember?” jiaahh biasa dehh >_<

Saya bilang :”yaudah lain kali aja..lanjut aja..kita ke attaawwun aja deh” :p Sesampainya di Attaawun sudah menjelang ashar. Saya lapar , jadi beli baso dulu dan makan sekoteng. Baru makan sebentar hujan lebat turun. Hujan lebat dan angin. Dingin sekali. Untung pakai jaket tebal. Si khansa kegirangan tu dan bilang “eeeuummm dinggiiinnn :D” sambil nyengir. Aa langsung ke masjid karena Khalid belum pipis. Dan ternyata Khalid bisa tahan selama perjalanan belum pipis. Hebat! Tapi kalau dirumah maunya pipis terus kayak orang ga bisa nahan, aneh -_-

Azan ashar berkumandang. Adi menyusul aa untuk shalat ashar berjama’ah.Saat itu masih hujan lebat. Kemudian saya menyusul dengan menyewa ojek payung sambil gendong khansa ke atas, beraat T_T Kaos kaki saya basah..tambah dingin jadinya, karena ga ada persiapan ke puncak. Saya ga bawa kaos kaki cadangan.akhirnya beli kaos kaki di koperasi masjid. 25ribu sepasang. Mahaaal 😛 biasanya saya beli paling mahal 10rebu sepasang hahaha. Lbih murah lagi 10rebu dapet 3pasang hahaha. Yaweslah tetep dibeli karena butuh. Kemudian saya menuju tempat wudhu wanita yang sekalian banyak berjejer kamar mandi. Saya gantiin baju dan popok Khansa dulu. Eh tnyata pampersnya juga kering. Hebat! Lama banget bisa nahan pipis. Lagi-lagi kalau di rumah maunya ke kamar mandi mulu -_- setelah ganti khansa..berwudhu..saya shalat jamak qashar. Usai shalat poto-poto :p sambil menikmati udara dan pemandangan sekitar selepas hujan. Dingin pastinya. Tapi seru.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ga lama saya turun lagi. Makan lagi. Masih lapar. Makan pop mie dan jagung bakar. Beliin Khalid mainan pistol-pistolan dan khansa minta dibeliin kalung dan gelang strawberry yang cuma dia pake setelahnya 2-3kali. Selanjutnya hanya di mainin aja ga mau dipake :p dasar bocah :p .Setelah makan, langsung bergegas pulang. Karena kalau sudah malam bakal repot. Perjalanan pulang masih jauh, belum lagi macetnya. Alhamdulillah ketika turun dari puncak lancar-lancar aja..ga ada macet..tapi ketika pas di lampu merah gadog wahh sudah mulai macet.. tersendat disitu aja sih..mungkin karena jalanannya ga begitu besar..dan ada pasar. Awalnya Aa yang bawa dari puncak sampe masih di kab. Bogor. Tapi selanjutnya saya yang bawa karena Aa bawanya udah mulai selow. Wah ini kapan nyampenya nih klo begini udah malem pulak.. saya deh yang seterusnya bawa.. sampe Depok meski ada beberapa kali gantiannya juga.

Perjalanan terasa lebih berat ketika hujan mengguyur. Kami harus berhenti untuk memakai jas hujan. Dan yang paling berkesan ketika saya bawa motor, dalam kondisi hujan dan malam hari. Oh noo.. kaca mata saya basah dan jadi lebih susah melihat. Biar ga kena hujan, saya condongkan badan saya kedepan dengan konsentrasi penuh. Suami saya sudah cukup ngantuk waktu itu. Waaaa deg-degan juga saya.

Sampai depok ga langsung pulang, tapi makan malam dulu di tempat langganan, Sari Murni. Ada insiden kecil waktu itu, karena mau belok tapi suami saya bilang masih belum belok (kedainya masih terus) saya jadi kagok. Dan bener-bener ga liat lubang yang cukup dalam di depan. Jedug..awww masuklah ke lubang..kaki saya terpentok motor.. suami juga kaget.. kena “omel” dikit 😛 xixixi saya minta maaf karena emang bener-bener ga liat dan siapa sih yang mau masuk lubang..>_< alhamdulillah’alakullihal.

Udah sakit..eh qodarullah sari murni tutup, jadilah kita beralih ke warung aceh bismillah dekat rumah.. duduk..melepas lelah..jam 8.30 malam..dari puncak euy.. badan cape sekali,luar biasa..tapi dapat pengalaman yang luar biasa juga..alhamdulillah..

Kemudian berpikir.. kapan lagi ya bisa melakukan perjalanan jauh pake motor gini..? 🙂

~*Afra Afifah*~
[Tanah Baru , Depok]

 

 

Naik Motor ke Puncak~! :D [Part 1] Mei 10, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , , ,
1 comment so far

Juni 2013 dan 18 April 2014

Ada pengalaman luar biasa di bulan dan tanggal tersebut. Kalau di bulan Juni 2013, saya beserta suami juga Khalid Khansa dan Adi (adik ipar) pergi ke puncak kawah darajat di Garut, naik motor. Di tanggal 18 April 2014 kami ke Puncak Bogor naik motor 😀

Juni 2013

Dalam rangka pulang kampung ke Garut, seperti biasa, saya ingin jalan-jalan menikmati kota kelahiran suamiku itu. Aa bertanya “ade pengen jalan-jalan kemana emang?”. Kemudian aku sebut saja “Kawah Darajat” , karena sebelumnya kami sudah pergi ke kawah kamojang, tapi belum pernah ke kawah darajat. Dan taukahhh kalian bahwa si Aa yang lahir dan besar di Garut sampai lulus SMP, belum pernah ke kawah darajat 😀

Kalau ke kawah kamojang kami hanya pergi berdua, saya dan Aa. Karena waktu itu masih baru punya Khalid, Khansa belum lahir. Jadi Khalid bisa dititipkan di rumah mertua untuk sementara, namun kali ini kami mengajak serta anak-anak. Karena mertua juga sedang sibuk baik bapa maupun mamah.

“Naik motor gak apa-apa de? Mobilnya Rubi (adik ipar) kan lagi “ditaro” di Bandung?” begitu kira-kira pertanyaan Aa.

“loh gak apa-apa, justru enak jalan-jalan naik motor, kapan lagi..?” jawabku. Bisa jadi ini kesempatan sekali seumur hidup. Karena kalau sudah punya anak lagi (anak udah 3 misalnya), gak mungkin juga saya naik motor berkelana bawa 3orang anak, kecuali hanya berdua sama Aa, tapi waktunya, kapan lagi? Pun kalau sudah kebeli modil sendiri (insyaallah) Kalau sudah punya mobil, gimana jadinya dibolehin naik motor, kapan lagi? Wallahu a’lam 😀

Karena naik motor dan bawa anak-anak, gak mungkin kami berkendara “sendiri” karena itu kami ajak adik bungsu Aa untuk turut serta. Jadilah kami berlima berangkat. Saya, suami, Khalid, khansa dan Adi. Dengan 2 motor. Awalnya si Aa yang bawa motor, namun karena Aa mudah mengantuk dan memang suami saya akui sendiri bawa saya lebih mahir dan gesit mengendarai motor dibandingkan dirinya, maka selanjutnya saya yang bawa motor, sampai Kawah Darajat. Tapi saya sangat berterimakasih kepada suamiku tercinta, telah diberi kesempatan “nge-track” ke kawah darajat. Hahaha

Pengalaman yang tak terlupakan, insyaallah. Sebenarnya waktu itu sudah dari pagi saya mau pergi, tapi, bukan suami saya namanya kalau gak punya banyak persiapan, dan pertimbangan, hehe. Sedangkan istrinya ini suka gak banyak mikir. Akhirnya berangkat agak siang, menjelang dzuhur. Padahal perjalanan menuju kawah darajat dari rumah mertua saya di Limbangan itu sekitar 2jam menuju puncak. Kami pun shalat jamak qashar dulu di masjid dipinggir jalan, yang juga dikaki gunung yang dikelilingi sawah 🙂 lalu melanjutkan perjalanan, sampai ketemu alfa mart, membeli perbekalan seperti air minum dan cemilan, kemudian lanjut lagi.

Ada satu hal yang saya suka lupa kalau berkendara di Garut adalah: sarung tangan! Iya, sebenarnya bukan untuk melindungi dari panasnya matahari, tapi justru melindungi tangan dari dinginnya udara disana. Apalagi ketika sudah menuju kawah darajat.

Ketika suami yang mengendarai motor, semua berjalan dengan pelan dan santainya (saya suka geregetan sendiri haha) Akhirnya saya minta gantian “udah sini aku aja yang bawa a, kamu ngantuk juga kan,dari pada selow dan berenti terus” :p

Akhirnya saya bawa, dan wow, luar biasa perjalanan menuju kawah darajat, jalannya lebih curam dibanding puncak yang merupakan jalan raya yang cukup besar dan berkelok-kelok. Kalau ke kawah Darajat lebih sering naik turunnya dan jalanannya lebih sempit dibanding jalan raya puncak bogor. Maka saya gunakan gigi satu dan gigi 2 ketika berkendara.

Singkat cerita, sudah sampai puncak kawah darajat dan kabut pun turun. Masyaallah dinginnya. Alhamdulillah ga lama setelah memarkir motor, hujan turun dengan derasnya. Pas sekali. Kami jadi tidak kehujanan diperjalanan. Karena disana pemandian air panas, masi banyak orang yang berenang meski sedang hujan deras dan cuaca sangat dingin.

Saya tentu tidak berenang, Adi pun sedang malas berenang. Jadi sampai sana saya makan pop mie saja dan makan perbekalan lain. Sambil menikmati pemandangan yang sangat indah. Melihat suami dan Khalid berendam sebentar. Dan melakukan hobi saya yang satu lagi: fotografi. Meski masi sangat amatir hehe (dan belum punya DSLR #kode dan mention @Sofyan Nugraha 😛 )

Ketika hujan turun itu saya baru khawatir, bagaimana nanti pulangnya? Jujur saya cukup takut berkendara motor disaat hujan atau selepas hujan yang saat itu jalanan masih licin. Karena pengalaman beberapa kali kecelakaan motor disaat hujan atau selepas hujan itu. Saya gak berani, jadi memang suami terus yang bawa motor saat pulang dari kawah Darajat balik ke rumah mertua. Terlebih lagi saya memang harus memegang Khalid dan Khansa dipelukan saya karena anak-anak pasti cape setelah bermain sebentar di Kawah Darajat tadi.

Bismillah, kami pun pulang, Alhamdulillah hujan sudah berhenti sejak tadi tapi jalanan masih basah, mesti sangat berhati-hati dalam berkendara. Kami tidak berlama-lama karena memang kami berangkat dari dzuhur, biar tidak pulang kemalaman ke rumah mertua di Limbangan. Si Adi tidak menghidupkan motor ketika turun. Ya memang jalanannya bisa dibilang “meluncur kebawah terus”, jarang ada kelokan seperti di puncak bogor.

Diperjalanan pulang kami berpapasan dengan rombongan club motor yang sedang turun pulang juga. Kemudian saya bilang ke Aa : “a, aku mau tuh ikut club motor gitu,seru banget kan bisa jalan-jalan bareng naik motor gitu” (tapi club motor yang syar’i <halah mulai mengkhayal, yg isinya akhwat-akhwat semua ,eh tapi ga bole keluar kota tanpa mahrom juga percuma ya, atau club motor ikhwan akhwat suami-istri> mengkayal mode:on )

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Intinya: saya sangat senang sekali. I feel Life!! Oh saya merasa “ini afra banget” . Memang dari awal nikah saya ingin sekali hiking bareng suami ke gunung-gunung, tapi qodarullah langsung hamil hehe. Jadi ditunda dulu. Tapi suami saya bukan orang yang terlalu suka petualangan kayak saya gini hehe. Meski begitu , Alhamdulillah Aa terus berusaha untuk mewujudkan impian saya.

Salah satunya pergi ke puncak bogor naik motor! Hahahaha

Mungkin itu Ide” gila” bagi sebagian orang, tapi itu memang keinginan saya dari dulu. Pengen pergi ke puncak dengan “ngeteng” naik kendaraan umum, atau naik motor.

(bersambung Insyaallah)
~*Afra Afifah*~

10 Mei 2014

Ke Taman Spathodea dan Taman Hermansusilo Juni 15, 2013

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags:
1 comment so far

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Oke, sebenernya sudah lama saya mendokumentasikan foto-foto di Taman Spathodea, Kebagusan. Tapi apa daya, emang nge-blog ga bisa dipaksain hehe.. Meskipun Hobby tapi kalau inspirasi ga ada males, ya males aja hehehe… jadilah baru foto-foto terakhir dan kebetulan mood sedang bagus dan waktu memungkinkan, ya sekarang ini baru sempat posting :mrgreen:

Sebelumnya saya ingin memberikan apresiasi saya kepada pem prov DKI Jakarta karena telah membuat taman-taman yang luas, indah, bagus dan terawat. Semoga semakin banyak taman-taman yang dibangun di Jakarta dan Mall-mall pun dihancurkan *loh* -extreem dikit harapannya hahaha

Dibanding pergi ke Mall, tentu saja saya lebih suka mengajak anak-anak bermain ke alam terbuka. Apalagi taman yang tertata dengan rapi dan terawat. Jarang-jarang saya temui ada taman yang indah juga terawat seperti ini di Jakarta, sempat ada kekhawatiran juga dalam diri, apakah taman yang indah ini akan tetap indah seterusnya..? apa hanya bertahan sementara saja keindahannya..? ah..semoga yang pertama..semoga akan tetap indah dan terawat seterusnya…

Selain fungsinya sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota, taman-taman yang indah juga merupakan tempat yang nyaman untuk rekreasi keluarga. Di taman, anak-anak bisa lari-larian sepuasnya, main ayunan, perosotan, berolah raga main sepeda, memberi makan ikan, mengejar kupu-kupu, angsa, orang dewasa bisa jogging dll

Taman yang indah, dapat menciptakan aktivitas yang indah, dan juga, kenangan masa kecil yang indah, tentu saja… : )

~*Afra Afifah*~

[Jagakarsa, Sebelum Subuh, 16 Juni 2013]

Taman Bunga Nusantara, a long time ago… Juni 15, 2013

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

i really miss that time…

and always miss that place…

time flies…

~*Afra Afifah*~

Jagakarsa, Dini Hari,  16 Juni 2013

Ke Taman Matahari~! :) April 22, 2013

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
10 comments

Pada tanggal 16 Februari 2013 yang lalu, mertua saya beserta adik-adik ipar dari Garut, datang ke rumah kami di Depok. Karena keesokan harinya 17 Februari, adik saya Dalila Sadida akan melangsungkan pernikahan. Mertua saya senang sekali bisa datang nengokin cucu-cucunya 🙂 . Dan memang, setelah acara pernikahan adik saya, mertua sudah berencana untuk mengajak kami jalan-jalan. Maka hari senin tanggal 18 Februari, suami, begitupun dengan mertua saya sudah mengambil cuti sehari untuk liburan.

Awalnya, mertua ingin mengajak ke TMII, saya sih OK-OK saja, namanya juga diajak jalan-jalan. Hayuk aja. Tapi, saya tetap memberikan beberapa referensi alternatif dan memberikan gambaran apa saja yang ada di TMII, dan tempat liburan lain. Kenapa ingin ngajak ke TMII? maklum, karena mertua asli Garut dan tinggal di Garut, belum pernah ke TMII bgitupun dengan suami saya. Jadi pengen liat di TMII itu ada apa aja. Tentu saya bilang di TMII itu kita bakal liat anjungan rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia, kalau yang asik untuk anak-anak sih ke Museum IPTEK, dll.

Saya juga memberikan gambaran kalau hari senin itu pagi-pagi pada jam kerja ya, sabar aja, kalau Jakarta macet. Atau, kita mau pergi ke luar Jakarta (tapi yang lokasinya tidak terlalu jauh?). Jadi, lebih enak jauh sedikit tapi tidak macet dibanding jarak dekat tapi terjebak macet. Setelah memberikan berbagai referensi ke suami, mertua dan adik-adik ipar dari website http://www.LiburanAnak.com dan ternyata tempat-tempat yang ingin kami kunjungi malah kelewat jauh dan sudah biasa (menawarkan suasana pedesaan, hehe ini mah pulang ke Garut aja balik ke suasana pedesaan lagi 😀 ) . Tiba-tiba saya teringat lokasi wisata yang tidak terlalu jauh,di Gadog, dan kami semua juga belum pernah berkunjung kesana: Taman Matahari.

Alhamdulillah, kami tepat memilih hari untuk berlibur, yakni hari senin. Perjalanan menuju puncak, lancar jaya. Di Taman Matahari pun, sedang tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Jadi, tidak ada antrian, tidak ada pula melihat lautan manusia.

Karena Taman Matahari itu wisata air, jadi ada baiknya selain anak-anak, orang tua yang mendampingi juga membawa baju salin. Saya hanya membawa kaos kaki cadangan, mestinya saya bawa salin juga karena mau tidak mau, adaa aja yang membuat abaya kita basah.

Kalau tidak ingin repot membawa bekal dari rumah, di Taman Matahari juga terdapat banyak tempat makan yang cukup enak masakannya dan masih tergolong murah. Dan ternyata, di Taman Matahari juga ada Fasilitas RAFTING!!! Saya langsung antusias, tapi qodarullah saya tidak membawa baju salin, hiks. Jadi tidak bisa nyobain rafting di Taman Matahari deh 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

So far, Taman Matahari tempat yang cukup asik untuk berwisata keluarga (kalau membawa anak-anak), tapi datangnya ketika sepi tentu saja bukan pada saat musim liburan karena pasti penuh dan sesak sekali.

Pulangnya, saya membeli oleh-oleh kerajinan dari kayu berbentuk vas bunga dengan bunga-bunganya yang cantik untuk Ibu saya, dan satu lagi untuk Ibu mertua.

Liburan yang menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta, Alhamdulillah.

~*Afra Afifah*~

[Waktu Subuh, Tugu Tanah Baru Town House]

Ke Taman Bunga Nusantara (lagi)~! :D Juli 17, 2012

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
3 comments

Alhamdulillah, akhirnya salah satu impian saya untuk kembali ke Taman Bunga Nusantara, terkabul juga 🙂  Meski harus pergi tanpa suami dan papa. Yah, smoga nanti bisa lengkap smua pergi bersama-sama, seperti ketika kami kecil dulu.

Taman Bunga Nusantara, benar-benar tempat favorit keluarga kami. Ketika kami masih usia TK dan SD, ortu sering mengajak kami kesana. Namun, sudah tidak kesana lagi sejak kami beranjak SMP dan SMA.  Makanya, benar-benar nostalgia ketika hari kamis, 12 Juli kmarin, liburan kesana lagi. [Akhirnya, setelah sekian lama] hehe.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kenangan-kenangan indah kala itu, muncul kembali.. ah..sekarang saya datang kembali bersama anak-anak saya. Waktu cepat sekali berlalu…

~*Afra Afifah*~

[Jagakarsa, dipagi hari]

Ke Dufan~! :D Mei 25, 2012

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
10 comments

Di akhir bukan maret 2012 lalu, suami saya mengambil cuti 2 hari. Bliau mengambil cuti berdekatan dengan tanggal merah. Jadi benar-benar  Very Long Weekend. Lalu saya langsung terpikir: “hayoo jalan-jalan!! “ 😀 hehe  karena jarang-jarang suami mempunyai waktu luang yang lama. Dan waktu suami mengambil cuti, belum “long weekend banget”. Maksudnya, ktika itu masih weekdays bagi kebanyakan orang.

Suami  Alhamdulillah setuju-setuju saja. Seperti biasa, bliau menyerahkan kepada saya ingin jalan-jalan kmana :mrgreen:  Saya pun usul ke tempat yang slama ini saya sudah kangen sekali ingin kesana lagi, apalagi kalau bawa suami dan anak-anak. Tempat yang sejuk, dan sangat indah : Taman Bunga Nusantara. Dulu ketika masih SD dan SMP, papa dan mama cukup sering mengajak kami anak-anaknya liburan disana. Sampai-sampai penjaga cafeteria disana ketika itu, hafal dan kenal kami, hehe. .

Tapi itu dulu, masa “kanak2” kami. Setelah kami dewasa n sibuk sekolah..ujian mau SPMB dll..blum pernah kesana lagi. Maka itu, betapa rindunya saya ingin kesana lagi *ciee :p * Kami ajaklah sahabat kami untuk turut serta, sang Konsultan ISO beserta istri dan anaknya 😀

Namun sedih hati ini karena mobil yang baru dibeli konsultan ISO blm di servis, jadi kalau untuk daerah yang menanjak-nanjak seperti puncak.. sepertinya tidak bisa..hiks.. Lalu Mereka (si konsultan ISO dan istrinya) mengusulkan untuk ke anyer..atau ke ancol. Yah males. Dibanding pegunungan dan pantai, saya memang lebih suka ke daerah pegunungan. Karena di pantai panas. Dan kebetulan ktika itu anak kami Khalid, sedang dilarang dokter untuk berenang 🙂

Cukup bingunglah saya, tapi saya tidak menyerah, demi bisa pergi berliburan bersama keluarga hehe. Saya cari-cari lagi tempat wisata…ada pilihan the jungle. Karena belum pernah kesana, dan daerahnya sepertinya cukup sejuk (bogor). Namun suami saya tidak merekomendasikan, selain saya pribadi kurang suka juga sebenarnya ke tempat-tempat yang para wanita banyak mengumbar aurat seperti kolam renang dan pantai, plus  Khalid memang sedang tidak boleh berenang 🙂

Di malam sebelum pergi, saya iseng aja (asal nyeletuk), yaudah deh ke dufan ya??  Dan ga lama saya bilang itu ke suami, konsultan ISO pun BBM kami dan memberikan info bahwa dufan sedang ada promo diskon tiket masuk 50%. Wah makin smangat deh saya..hehe.. Akhirnya suami setuju dan keesokan harinya konsultan iso beserta kluarga menjemput kami di Depok.

[saya pikir awalnya flyer ini bohongan 😀 ]

Alhamdulillah, satu tempat yang dulu ingin saya datangi bersama suami (dufan) sudah tercapai. (*yaelah cuma dufan haha ) . Tapi bener lho, dulu setelah nikah saya ingin sekali mengajak suami ke dufan, berdua saja. Sepertinya seru. Apalagi suami yang asal garut dan SMA di Bandung, baru pernah sekali ke dufan, dan itupun ktika bliau masih kecil. Jadi ceritanya saya ingin menantang adrenalin suami untuk naik permainan-permainan yang seru 😀 .  Namun karena kesibukan saya dan suami (waktu itu saya masih sibuk kuliah). Dan satu hal yg membuat saya “tidak mungkin mngajak suami ke dufan “ adalah karena saya langsung positif hamil ketika menikah, ya jadi tidak mungkin ibu hamil main halilintar dsb 😀

Keesokan paginya kami dijemput oleh konsultan ISO dan kluarga. Kalau dulu pengennya berdua suami, ternyata Allah menakdirkan ke dufan setelah punya 2 anak :D. Ribet ke dufan bawa anak? Ya memang pasti lebih ribet. Tapi tentunya lebih asik dan seru 😀

[razin dan khansa (duh, senengnya yg pertama kali ke dufan 😀 ) ]

[khansa asyik sendiri 😛 ]

Alhamdulillah anak-anak bukan anak yang penakut..diajak naik bianglala (kincir besar) mereka berani, diajak naik gajah terbang..mereka senang, lalu di istana boneka, mereka sangat antusias, bahkan ketika bermain “happy feet simulator” pun mereka tenang-tenang saja dan keasyikan haha..padahal saya yang dag dig dug, khawatir mereka kaget dan takut melihat layar yang besar sekali plus kursi yang mereka duduki gerak-gerak mngikuti gerakan yang ada dalam layar 😀 .

[razin 😀 ]

[khalid khansa naik gajah terbang sama bunda 😀 ]

[khalid khansa di istana boneka]

[happy feet simulator]

[tornado, nda main, cuma liat dari atas :p ]

Lalu saat menunggu ayah-bundanya bermain pun mereka cukup anteng meski awalnya ya menangis karena ditinggal sebentar hehe. Alhamdulillah saya dan suami sempat bermain halilintar, dan saya bermain arum jeram bersama istri konsultan ISO. Caranya? ya bergantian menjaga anak 😀 ketika para ayah bermain..para ibu mjaga anak-anak..ketika para ibu asyik bermain..para ayah yang menjaga anak-anak..ketika saya dan suami bermain, konsultan ISO beserta istri-lah yang menjaga khalid khansa, begitu pula sebaliknya…

[suami dan konsultan ISO ] :mrgreen:

[girang banget si khansa ^_^ ]

[menantang ayah bermain halilintar 😀 ]

[menunggu ayah bermain arung jeram ^^ ]

[khansa n bunda ^^ ]

[mari pulang ^^ ]

SERU sekali, karena kami bermain dari dufan buka sampai tutup hehe.. yah mungkin beberapa tahun ke depan insyaallah ke dufan lagi, dan mari tentukan destinasi di liburan selanjutnya~! 😀

~*Afra Afifah*~

[Jagakarsa, 25 May 2012]