jump to navigation

Berkunjung ke Radio RODJA November 10, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
13 comments

Teman-teman apakah sudah tau, atau pernah dengar radio rodja..? Mungkin masih banyak yang belum tau, atau bahkan, jangan-jangan sudah mendengarnya setiap hari? Alhamdulillah kalau gt hehe.. Saya -Alhamdulillah –sudah lama tau soal Radio yang satu ini. Tepatnya waktu saya masih jadi mahasiswa n belum nikah. Dulu saya kesulitan sekali mendengarkan secara live radio ini, selain sinyalnya ga terjangkau dengan baik (ada suara tapi bunyi kresek2),  di rumah ortu saya waktu masih di Pejompongan dulu, mendengarkan via internet waktu itu juga masih susah karena masih pake alamat khusus untuk streamingnya.. Tapi Alhamdulillah sekarang radio rodja sudah banyak yang mendengarkannya..dan juga bisa didengar  via BB dan iPad 🙂

Pertama kali mendengar nama radio ini emang agak aneh sih.. ko namanya “rodja” ya 😛 dulu jujur saja, saya mikirnya nama ini kurang “populer” hehe.. Tapi setelah tahu kepanjangannya apalagi ada arti dlm bahasa arab, saya merasa nama itu sangatlah bagus masyaallah ^^

RODJA singkatan dari RadiO Dakwah Ahlussunnah WalJAmaah .  Mungkin, (mungkin) lho, diambil dr bahasa arab juga. Ada Khauf dan..? Roja : ) Wallahu a’lam ini Cuma dari pmikiran saya aja : )

khalid lari-lari ^^

masjid al-barkah

lantai 2. khusus akhwat

lantai 2. khusus akhwat

lantai 2. khusus akhwat

tempat wudhu dan wc yg bersih : )

mimbar

Tepatnya baru 2x saya berkunjung ke Radio Rodja, dulu sekali, waktu suami ngajak saya main kesana..cukup jauh dari depok memang.. waktu itu Masjid Al-Barkah masih dalam tahap pembangunan dan kami hanya melihat dari luar.. nda mampir masuk-masuk ke dalam. Kali kedua, waktu sepulang dari Garut, September kemarin, bersama keluarga suami, mamah dan bapa mertua serta adik2 ipar : ) sekalian mengantar adik ipar saya yang nge-kost dekat sana. Alhamdulillah dia sedang mendalami dien dengan dibimbing oleh asatidz yang juga biasa siaran di radio rodja. Besar harapan saya dan suami, mudah-mudahan adik kami bisa menjadi da’i yang bermanfaat untuk agama dan umat ini. Aamiin

Belajar Dari Garut: Garut, GO GREEN~! :) Oktober 16, 2011

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
16 comments

Selalu saja ada hal menarik yang menyenangkan untuk diceritakan, tentang kota kelahiran suami saya, di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Mulai dari sambal Garut khas buatan mertua, udaranya yang sejuk, tempat-tempat wisatanya, keramahtamahan penduduknya, alamnya yang indah, sampai mengenai bagaimana kami menghabiskan waktu liburan kami disana dan perjalanan mudik itu sendiri.

[halaman rumah mertua yang asri dan hijau, bebas dari sampah ^^]

[situ bagendit, salah satu tempat wisata di Garut]

Perjalanan mudik pun akan jauh lebih menyenangkan, bila kita dapat memberikan manfaat untuk Bumi kita tercinta! Loh..? Memangnya ada kaitannya..? Tentu saja ada, banyak malah! : ) Misalnya mudik dengan menggunakan bus, sebagai salah satu alat transportasi umum. Kenapa kami menggunakan bus..? karena selain nyaman dan ongkos perjalanannya murah, naik kendaraan umum seperti bus juga dapat membantu mengurangi polusi udara : ). Coba bayangkan, jika setiap keluarga mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi? Jalanan akan semakin macet, polusi udara pun akan semakin tinggi akibat dari banyaknya asap kendaraan. Selain naik kendaraan umum, memilih waktu yang tepat untuk mudik juga dapat membantu bumi kita lho! Karena itu, saya, suami dan anak-anak biasa memilih mudik ketika malam hari, waktu subuh, atau jika bertepatan dengan libur lebaran, kita harus pintar memilih hari kapan kita mudik ke kampung halaman, agar terhindar dari kemacetan luar biasa akibat padatnya arus kendaraan, yang pada akhirnya akan merugikan bumi dan diri kita sendiri.

[tol cipularang di pagi hari, arus kendaraan lancar jaya! ]

Meski sering berhasil mudik dengan lancar tanpa terkena kemacetan yang berarti, kami toh pernah juga merasakan kemacetan luar biasa saat mudik lebaran. Padahal sebelumnya, kami sudah memperkirakan waktu yang tepat untuk mudik ke Garut. Yaitu hari dimana sudah melewati puncak arus mudik, sehingga tidak terjebak macet dijalan. Rupanya, manusia punya rencana tapi Allah berkehendak lain. Kami terjebak kemacetan yang luar biasa..! Sungguh, saat itu baru kali pertama buat saya dan keluarga merasakan macetnya mudik lebaran. Perjalanan Jakarta-Garut yang biasa ditempuh 3,5 sampai 4 jam dengan menggunakan bus, saat itu kami tempuh dengan 9 jam! Tubuh pun menjadi sangat lelah, pikiran suntuk karena bosan, pemborosan bensin, dan polusi udara menjadi tinggi! Itulah akibatnya jika salah perhitungan memilih waktu mudik.

[di dalam bus, saat menunggu antrian di pintu tol]

[terjebak kemacetan luar biasa di Nagrek]

Akan tetapi, Alhamdulillah… letih yang kami rasakan dalam perjalanan, terbayar sudah dengan senyum orang tua dan keluarga di Garut yang berbahagia menyambut kedatangan kami, serta istirahat yang cukup dan makan masakan mertua tentunya! hehehe…Masakan khas sunda buatan mertua memang selalu membuat rindu di hati : )

[makanan buatan mertua, Enak Banget~! :mrgreen: ]

[bahan-bahan sambel Garut]

Nasi, ikan goreng, lalapan, kentang goreng , dan sayur sop serta ditambah dengan sambal garutnya yang nikmat, membuat makan sepiring nasi pun belum cukup! Dan asiknya lagi, sebagian bahan masakan ibu mertua, di ambil dari kebun dan kolam sendiri. Mau makan ikan tinggal ambil di balong (kolam) ikan yang letaknya di depan, di samping dan di belakang rumah mertua. Mau nyambel, cabe rawitnya pun tinggal dipetik dari tanaman cabe yang ditanam mertua. Mau es kelapa, tinggal panjat pohonnya dan petik deh! Yap, semudah itu! Alhamdulillah…

[balong (kolam) di depan rumah mertua, tampak juga pohon kelapa dari kejauhan]

[tanaman cabe rawit di kebun rumah mertua]

Ketika tahu kami sudah sampai di Garut, keesokan harinya emak (panggilan untuk neneknya suami) biasanya senantiasa mendatangi kami dari rumahnya yang tak jauh dari rumah mertua. Emak memang sudah lanjut usia, dan tenaganya pun tentu saja sudah tidak seperti waktu muda dulu. Tapi Emak tetap rajin berjalan kaki dari rumahnya untuk bertemu kami, para cucu dan cicitnya. Padahal, bisa saja Emak menyuruh salah satu anaknya untuk mengantar jemputnya dengan motor untuk mencapai rumah mertua. Namun Emak tidak melakukan itu, meski harus dengan bantuan tongkat untuk membantunya berjalan. Ah…Emak memang sungguh luar biasa! Dan mungkin tanpa Emak sadari, tindakannya untuk sering berjalan kaki itu ternyata sangat bermanfaat bagi Bumi dan diri Emak sendiri. Emak jadi lebih terlihat sehat dan segar dibanding orangtua lain seusia Emak, dan Emak juga telah membantu mengurangi polusi udara dengan berjalan kaki. Ternyata, tidak hanya Emak yang rajin berjalan kaki, sering kali saya lihat warga Desa juga rajin berjalan kaki ketika pulang dari sawah, sekolah, atau tempat lainnya.  Aktifitas yang sangat patut dicontoh ya! : )

[Emak dataaaanggg ^^]

[warga desa yang rajin berjalan kaki : ) ]

Emak datang, para cicit pun riang : ) Anak-anak saya senang sekali bermain dengan Emak dan para Mamang (paman) kecilnya yang masih usia SD.

[main sama Emak]

[khalid (anak sulung saya) bermain kelapa dengan para mamang kecilnya ^^]

Setelah asik bermain dengan Emak dan Mamang, Khansa (anak kedua saya) pun tertidur. Karena Khansa tidur siang, maka tak lupa saya matikan lampu untuk menghemat penggunaan listrik.

[Khansa lagi bobo siang]

[rumah mertua]

Alhamdulillah di setiap kamar rumah mertua saya terdapat jendela, maka otomatis  sirkulasi udara dalam kamar pun baik. Jadi, tidak perlu lagi AC di dalam ruangan, yang bisa mengakibatkan semakin panasnya Bumi yang kita huni ini.

Idul Fitri yang dinantikan pun tiba. Kami dan keluarga besar berkumpul di rumah Emak untuk bersilaturahim dan makan-makan! Senangnya! : )

[makan-makan di rumah Emak]

Dan saat-saat yang dinanti anak-anak tentu saja saat kakek dan nenek membagikan “THR” hehehe. Nenek membagikan langsung uangnya kepada para cucunya, tidak perlu repot-repot lagi menggunakan amplop. Tentu saja tindakan nenek juga bermanfaat bagi bumi sebagai upaya penghematan penggunaan kertas! Nenek memang cerdas!

[Nenek bagi-bagi “THR” hehehe]

Wah, ternyata banyak hal mudah yang dapat kita lakukan yang bisa bermanfaat bagi bumi kita yah! Karena itu, Ayo!! sudah saatnya kita bertindak bagi bumi, yang sudah banyak memberi, untuk masa depan kita dan generasi mendatang! Hidup GO GREEN! :mrgreen:

~*Afra Afifah*~

[Depok, 17 Oktober 2011]

Ragunan…di Penghujung Ramadhan Oktober 3, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
3 comments

Tidak ada rencana sebelumnya, kalau di penghujung ramadhan kemarin, saya dan Aa akan pergi berdua ke ragunan. Bermula dari ketika di pagi saya yang sudah beberapa hari menginap di rumah orang tua saya di kampung kandang, tiba-tiba ingin mengajak Khalid dan Khansa jalan-jalan dengan sepeda motor berkeliling dengan adik saya, tapi belum sampai 10 menit di ajak jalan-jalan, anak-anak sudah tertidur pulas. Maka saya urungkan niat untuk berkeliling lebih jauh. Segera saya pulang setelah tahu anak-anak sudah tertidur pulas. Sesampainya di rumah ortu saya yang letaknya tidak jauh dari ragunan. Kebetulan suami sedang berada disana juga, lalu dengan santainya saya ajak suami untuk jalan-jalan berdua ke ragunan dan anak-anak saya titipkan sebentar ke adik-adik saya yang jumlahnya ada lima orang itu hehehe.

Ternyata jalan-jalan ke Ragunan di pagi hari pada bulan Ramadhan adalah ide yang sangat bagus. Ragunan terlihat sepi sekali. Dan berkeliling lah saya dan suami dengan menggunakan sepeda yang kami sewa sebelumnya…

Sungguh bahagia 🙂 Alhamdulillah…

~*Afra Afifah*~

[Menjelang Maghrib, Depok, 3 Oktober 2011]

Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat September 28, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
add a comment

“Kapan ya kita bisa kesini lagi..?” tanyaku…

“Insyaallah nanti kita kesini lagi bareng anak-anak kita ya sayang…” jawabnya…

romantis ya?:P hahaha maklum, percakapan tersebut terjadi ga lama setelah menikah..

masih jadi pasangan suami istri newbie ceritanya *lah ko newbie??* #tepokjidat

Ya, dulu, tak lama setelah menikah, suami saya mengajak saya pulang ke kampung halamannya di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Kota dimana dia dilahirkan, dan menghabiskan masa kecilnya sampai tingkat SMP, karena setelahnya, ia “merantau” ke Bandung setelah di terima di SMA Negeri  3 Bandung, (yang katanya) SMA Favorit gitu deh 😛

Salah satu tempat yang saat itu kami kunjungi adalah Situ Bagendit. Sebenarnya saat itu tidak ada rencana untuk kesana. Tapi, dalam perjalanan pulang (ke rumah mertua saya) setelah puas keliling berjalan-jalan di Garut, saya melihat dari kejauhan ada sebuah danau yang cukup indah. Karena mertua saya baik hati, tak lama kemudian mampir lah kami sebentar disana. Hanya sebentar karena saat itu hari sudah menjelang senja. Dan…terciptalah percakapan seperti di awal tulisan saya ini *LOL*

Namun jawaban aa ketika itu, memang menjadi kenyataan pada akhirnya, Alhamdulillah. Karena kini, menjelang 3 tahun usia pernikahan kami, untuk kali kedua kami ke Situ Bagendit, dan membawa anak kedua kami, Khansa Kazhima. Kakaknya, Khalid Khairy belum bisa diajak karena baru sembuh dari sakit.

Situ Bagendit merupakan salah satu objek wisata di Garut dari banyaknya pilihan wisata di kota Intan tersebut. Harga tiketnya pun murah meriah. Namun sayang, objek wisata tersebut kurang dirawat. Padahal, jika dirawat dengan baik, saya percaya Situ Bagendit akan menjadi Objek Wisata favorit pilihan keluarga (*halah apa pula ini bahasanya 😛 )

Mudah-mudahan kunjungan kami berikutnya bisa mengajak Khalid serta 🙂  insyaallah…

~*Afra Afifah*~

[Beji Timur, Depok, 28 September 2011]

Love(s) From Lombok Juli 28, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
4 comments

Ketika membuka foto-foto hasil jepretan dirinya saat di Lombok, saya cukup terkaget dan, emm tersipu2 :p melihat tulisannya di atas pasir pantai pulau Gili Trawangan^^ Ternyata, bisa romantis juga si Aa 😀

Perjalanan (dalam rangka kerjaan) suami ke Lombok dan Sumbawa adalah yang terlama, terkejut juga, bisa sampai 10 hari disana, biasanya hanya 3-4 hari di luar kota. Ternyata memang ada urusan kantor yang harus diselesaikan. Sambil kerja, sambil jalan-jalan. Atau jalan-jalan sambil kerja? 😛 😛 😛 Foto-foto hasil jepretannya ini suami ambil ketika ia seharian berkeliling pulau Gili Trawangan dengan sepeda, dan hasilnya? Pulang-pulang kulitnya jadi lebih gelap..tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk *LOL*

Hmm..kapan ya bisa kesana..? 😀 Someday, insyaAllah..aamiin.. 🙂

Ke Taman Menteng~!:) Juli 25, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
2 comments

Sama halnya dengan postingan saya yang berjudul “ke taman topi, bogor” , sebenarnya kami ke taman menteng sudah lama, waktu Khalid masih berumur 3 bulan, tapi baru sempat di posting sekarang, karena dulu masih sibuk dengan kuliah n skripsweettt 😛 .Tapi giliran ingin posting, file ke taman menteng ini tidak ditemukan, baru beberapa hari yang lalu saya temukan (finally) dan ternyata filenya ada di hardisk external *tepokjidat*

ok, here we go.. 😀

i feel like “emak2” when i use “gendongan” >_<

patung ini sudah dipindahkan ke SD “Obama” 😀

khalid masih sekecil ini 🙂

Ke Taman Topi, Bogor~!:) Juli 19, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
6 comments

Jalan-jalannya udah setahun yang lalu, tapi baru di posting sekarang..karena eh karena, slama ini dicari-cari poto2nya ga ktemu ternyata ada di laptop adik saya Dalila Sadida 😛

Yap, kami (saya, suami dan khalid) pergi jalan-jalan ke kota Bogor tidak lama setelah saya dinyatakan LULUS kuliah tanggal 25 Juni 2010 lalu. Ini merupakan jalan-jalan “tagihan” dari saya atas segala kepenatan saya akan urusan skripsi, dan janji suami saya akan membawa saya kemana pun saya mau asalkan skirpsi selesai dan saya LULUS KULIAH arghhh >_<

Tapii, karena khalid masi kecil, n repot klo mesti bawa khalid naik kendaraan umum (baca: angkot n kereta express) jadilah saya memilih tempat terdekat dari rumah, yaitu taman topi! hehe. Letaknya di depan stasiun Bogor, tempatnya tidak terlalu besar, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu mahal. :mrgreen: I LOVE THIS PLACE~! 😀 pas banget untuk hang-out kluarga kecil seperti kami : )

Setelah dari taman topi..kami ke.. mana-mana 😛 alias naik angkot tanpa tau tujuan kami hahaha…lucu, trus di tengah perjalanan hujan lebat..seru deh (asal jangan lupa bawa makanan aja ya) dingin-dingin bikin perut sering laper 😛 yah jadinya kami turun di tempat kami naik angkot.. pulangnya, tak lupa beli oleh-oleh asinan bogor buat orang-orang rumah 🙂

makan sayur asem dulu sebelum main sama khalid^^

lil khalid

with khalid ^^

🙂

bobo 🙂

ayah 😀

di angkot 😀

makan kedondong sambil ngenet 😛

play with ayah n bunda ^^

mainanku waktu kecil dulu^^

Lebaran Sunda vs Lebaran Betawi September 27, 2010

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
2 comments

Tidak seperti lebaran pada tahun-tahun sebelumnya, lebaran tahun ini, saya resmi menjalani lebaran ala urang sunda 😛 . Tentu saja, hal itu karena saya ikut berlebaran di kampung halaman suami, di Garut, Jawa Barat. Lebaran-lebaran sebelumnya, saya biasanya mengikuti ‘ritual’ lebaran ala betawi, alias gaya lebaran kluarga besar mama saya. Ternyata, lebaran betawi memang mempunyai keunikan tersendiri, tapi juga melelahkan hohoho.

Lebaran Pertama Khalid ^_^

Lebaran Betawi

Adik saya, Dida, biasa saya memanggilnya, sudah menuliskan tentang lebaran betawi di blognya. Memang  benar apa yang ditulisnya, biasanya lebaran betawi bisa sampai sebulan. Kalau idul fitri tiba, biasanya kami sekeluarga cepat-cepat mandi dan makan sebelum berangkat ke lapangan terdekat untuk shalat Ied, setelah itu salam-salaman dengan orang tua dan adik-adik. Makan ketupat, kolang-kaling (ah..saya suka sekali kolang kaling buatan nenek dan mama saya, apalagi kalau disajikan dingin-dingin), sambel krecek, semur (yang saya incer biasanya semur buatan nenek :mrgreen: karena mama biasanya membuat sambel krecek saja, yang membuat semur bagiannya nenek 😛 ), dan kue-kue ala lebaran. Setelah bersilaturahim dengan tetangga-tetangga dekat rumah, barulah kami pergi sekeluarga ke rumah nenek, untuk berkumpul dengan keluarga besar mama). Selanjutnya, kami dengan keluarga besar mama biasanya bepergian dengan menggunakan mobil ke keluarga besar mama lainnya yang pusatnya di daerah cipete, Jakarta selatan hehe. Kalau tidak sempat, ya bisa hari kedua, ketiga dan hari-hari selanjutnya. Hari kedua lebaran biasanya adalah jadwal berkumpul keluarga besar minang, alias keluarga besar papa, saya senang dengan gaya lebaran kluarga besar papa, berkumpul semua di satu tempat (biasanya rumah kakak tertua), mengadakan acara, foto-foto, silaturahim, selesai. Kalau di keluarga besar mama, meski sudah berkumpul di satu tempat dan sudah bertemu juga tentunya, “rasanya” tidak “afdhol” kalau belum saling berkunjung ke rumah masing-masing, itulah mengapa, mungkin lebaran betawi butuh waktu sampe satu bulan 😛

Lebaran Sunda

Ternyata, lebaran sunda, mirip dengan lebaran minang, atau masing-masing kluarga berbeda ya?hehe ya bisa jadi. Pagi hari saya siap-siap mandi dan makan untuk bergegas ke lapangan, eh..masjid, untuk shalat ied. Ternyata, di Garut shalat Ied biasanya diadakan di masjid kampung(meski tidak semua), ya padahal sunnahnya kan di lapangan yah hehe…

Setelah shalat, salam-salaman dengan warga kampung, dan saya pun tak luput menjadi perbincangan. “Saha ieu teh?” , bi Eneng, bibinya Aa (suami saya) pun menjawab, “ini teh istrina Aa”. “oh istrina Aa…hayuk atuh mampir ka rumah” dst dst (saya ga ngerti lagi apa yang dibicarakan dan saya juga ga ngerti kenapa panggilan “Aa” begitu melekat pada diri suami saya, sampai guru-guru, tetangga, teman main, saudara-saudaranya pun memanggilnya dengan “Aa” tanpa embel-embel “Aa Sofyan” atau nama lainnya), khutbah ied pun tentunya pake basa sunda haha, ngerti-ngerti dikit deh jadinya :mrgreen:

Selesai shalat, keluarga besar Aa dari mamah (ibunya Aa) berkumpul di rumah emak (neneknya Aa), saya pun ikut.

ayah n khalid mnuju rumah emak : )

Disana saya sudah melihat ketupat and the gank sudah tersedia di lantai hehe.

Acara pun dibuka oleh bapa mertua saya, seteah itu barulah makan-makan, ngobrol-ngobrol, bagi-bagi uang untuk anak-anak(eits, tentu saja Khalid kebagian :mrgreen: )

horeee khalid dapet uangg :mrgreen:

dan setelah acara usai, kami berkunjung ke rumah uwa Aa, serta ke tetangga dekat, barulah pulang ke rumah.

rumah ua ^_^

makan es buah dirumah ua ^^

Memang rumah bibi-bibi Aa sangat dekat dari rumah mertua saya, jadi seperti keluarga besar mamah berkumpul dalam satu kampung, jadi hanya perlu berjalan kaki untuk saling mengunjungi, tapi tidak saling mengunjungi pun tidak mengapa, karena sebelumnya sudah saling bertemu di rumah Emak, cukup ringkas.

Ya, apapun gaya lebarannya yang penting makanannya *lhoh :mrgreen: ga dink 😛

~*Afra Afifah*~

Jagakarsa, akhir September 2010

Ke Kawah Kamojang~! :) September 23, 2010

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
6 comments

Tanpa perencanaan sebelumnya, setelah dari kampung sampireun, aa langsung mengajakku ke kawah kamojang! Karena ke kampung sampireun hanya survey sebentar, aa pun menanyakan kepada satpam kampung sampireun tempat wisata terdekat, yang tak lain adalah kawah kamojang. Gak deket-deket amat sih..karena perjalanan dari kampung sampireun ke kawah kamojang ditempuh bisa skitar stengah jam, atau bahkan lebih.

pemandangan menuju kawah kamojang, subhanallah..

Perjalanan pun rata-rata menanjak. Saya sarankan bagi yang berkendaraan bermotor untuk tidak membawa bayi dan balitanya, karena pertama, kita tidak tau kondisi cuaca disana seperti apa, bisa saja dibagian utara turun hujan, lalu dibagian selatan tidak, seperti hujan lokal gitu, maklum daerahnya tinggi sekali, kali ini saya gak lebay ko.  Slain itu, tanjakan maupun turunannya juga lumayan curam, dan tanjakannya panjang (jauh gitu) bagi kendaraan yang ga kuat nanjak, harap berhati-hati.

[bukan papan selamat datang di kawah kamojang, karena jalanan masih mulus beraspal 😛 ]

[ini jalan nyeremin banget deh, mungkin kcuramannya hampir 45 drajat, hanya saja saya bukan fotografer profesional, jadi jalanan terlihat biasa saja, pdahal byk motor2 yang berhenti atau bahkan ga kuat nanjak lg, jd mesti ditolongin org2 disana, bahkan tak jarang, byk penumpang motor yang harus rela turun dr motor untk jalan mnanjak loh.. tapi tenang, ini jalan bukan mnuju kawah kamojang tp ke majalaya, aa dan saya salah jalan(keterusan) jd tibalah di jalan horor ini :p ]

Satu hal lagi yang membuat saya tidak menyarankan untuk membawa bayi dan balita ktika berkendara dengan motor ke kawah kamojang adalah, di areal mnuju kawah (kalau tidak salah dari papan tulisan “selamat datang di kawah kamojang”, sampai tempat penjualan tiket dan seterusnya, jalanan disana penuh ‘bertabur’ batu kali yang cukup besar-besar, mungkin skitar segenggam atau dua genggaman tangan orang dewasa. Dan batu-batu tersebut digunakan untuk menutup tanah, alias ga di aspal lagi..oalaahhhh..udah licin, batu-batunya segede gitu, makin berbahaya toh bagi pengendara motor??khawatir terpleset atau hal-hal lain lah, apalagi jalanan juga tidak datar-datar saja, tapi menurun dan menanjak..kbayangkan gimana harus berhati-hatinya bagi para pengendara motor? Fiuuuuh..kenapa tu jalan ga di aspal skalian sih ya.. (–_–)

[kalau mendekati gerbang ini, kamu akan ngerasa disana lagi hujan gerimis, padahal air-air tsb berasal dari skitar sini, entah darimana asalnya]

[eits, jangan coba-coba berenang disini yaa :mrgreen: ]

Anyway, bagaimana pun meski ga se-asyik di kawah putih ciwidey, tapi ke kawah kamojang juga memberikan kesan tersendiri. Sesampainya di tempat parkir, aku bilang aku lapar dan mau makan dulu, Aa pun mengajakku ke warung-warung yang ada di skitar tempat parkir. Kami memesan mie pake telor, hmm yummy.. dingin-dingin makan mie telor 😀 setelah selesai makan dan istirahat sebentar, kami pun berjalan kaki menuju kawah, disana dari kejauhan saja sudah terdengar suara berisik uap yang keluar dari perut bumi, entah perut ataukah lambung bumi 😛 yang jelas, ada uap kencang yang berbunyi nyaring (seperti bunyi uap ktika air yang kita masak sudah mendidih) yang menyemprot dari dalam tanah.

si bapak yang memasukkan sebilah bambu (–_–)

Saya tak tahan dengan bunyinya, nyaring, dan sangat mengganggu pendengaran. Makanya saya heran kenapa orang-orang ko bisa tahan mendekati uap tersebut dan bahkan “bermain2” dengannya. Seperti seorang bapak lanjut usia yang memasukkan sebilah bamboo  ke dalam uap tersebut, padahal tekanan uap tersebut cukup tinggi loh.., jadilah bapak tsb menahan sebilah bamboo tsb dengan tenaganya, dan bunyi uap pun terdengar berbeda (meski tetap saja tak enak di dengar). Karena itu, saya lebih memilih menjauh dan melihat fenomena alam yang lain di wilayah tsb.

[nah mlihat dari jarak sgini, cukup aman :mrgreen: ]

Dan saya pun melihat lubang besar yang keluar asap, hmm sepertinya di dalamnya panas yah?heheh air-air diskitarnya pun seperti air mendidih.. saya pun tidak berani untuk menginjaknya secara langsung *yaiyalah nyari perkara ajaa*

[energi panas bumi :)]

[uap yang keluar dari lobang besar dari dalam tanah]

[orang-orang yang sedang menjalani terapi]

si Aa 🙂

Setelah berfoto-foto sebentar, dan membelikan oleh-oleh berupa topi ‘anak gunung’ lucu untuk Khalid, kami pun pulang 🙂

~*Afra Afifah*~

jagakarsa, 24 September 2010

Ke Kampung Sampireun~! :) September 18, 2010

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
11 comments

Blog Aa ^^

Siapa sangka, akhirnya Allah meridhoi saya dan Aa untuk menginjakkan kaki kami di Kampung Sampireun, Garut, Jawa Barat. Alhamdulillah. Awal mula tau tentang sampireun, tentu saja dari Aa. Waktu itu sebelum nikah, saya ‘iseng’ melihat-lihat blog bliau, yang ..entah apa yang bliau tulis di blog tsb haha. Di bagian “About Me” dalam blog bliau, terpajanglah sebuah gambar rumah panggung yang berada di pinggir danau, indah sekali. Lalu saya pun bertanya, “itu dimana?” yah kurang lebih seperti itulah pertanyaan saya :mrgreen: Bliau menjawab “itu sampireun, ada di Garut” Huaaa >_< pengen kesana hihi.. ya sejak itulah saya terobsesi ingin kesana, hehe. Karena Aa sendiri pun belum pernah kesana katanya 😛

Saya mulai mencari-cari tau tentang kampung sampireun, jadi sering mampirlah saya ke webnya di www.kampungsampireun.com mlihat webnya, makin bikin saya mupeng pengen pergi ke sana, huhu. Sayang sekali fulus belum sejalan dengan keinginan, alias belum ada duit :mrgreen: yah liat aja kalau nginap per-malam di sana berapa, belum lagi biaya lainnya, hiks..

Tapi waktu liburan setelah lebaran kemarin, tak kusangka Aa pagi-pagi sekali sudah menyuruh saya untuk bersiap-siap pergi. Saya Tanya, “emang kita mau pergi kemana a?”. Kata Aa”kampung sampireun”. Heee??? Yang benar aja, pikir saya saat itu.. booking kamar pun belum, haha. Kata Aa”yah kita coba liat-liat aja dulu,makan disana aja kalau belum bisa menginap”. Cihuy..hihi aku menjadi riang sekali, tak masalah menginap atau tidak, Aa mengajakku kesana saja sudah kesenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya, Alhamdulillah ^^

Jadilah kami pergi ke kampung sampireun, lagi-lagi tanpa Khalid, karena kami menggunakan motor, jarak yang di tempuh jauh, plus musim hujan pula, jadinya Khalid kami titipkan ke Nenek dan Kakeknya dulu : ) . Alhamdulillah, pesan saya kepadanya sebelum berangkat, untuk Anteng di rumah nenek pun ia laksanakan, ini sudah kesekian kalinya pesan saya ia lakukan, trimakasih ya nak : )

pengendara motor di depan kami ^^

Bepergian dengan mengendarai motor seru juga lhoo, lebih berasa “petualangannya” –halah-  :mrgreen: , slain itu bisa langsung liat pemandangan bukit-bukit, danau dan sawah disekitar kami, plus dapat langsung menghirup udara Garut yang sejuk dan segar : )

Kami sampai di kampung sampireun pukul 09.30 pagi, saat di depan pintu masuk, ada dua satpam yang menjaga, Aa pun bertanya kepada dua orang satpam tersebut: “Pak, kalau mau masuk boleh?” “Disana ada tempat makan pak?” Salah satu satpam pun menjawab”Sebenarnya yang boleh masuk khusus tamu menginap pak, dan sekarang sedang penuh..tapi kalau bapak mau survey sebentar boleh pak..Restoran belum buka, bukanya jam 12 siang nanti pak” Yah, meski restoran belum buka, tapi kami sudah cukup senang bisa diizinkan masuk :). Setidaknya rasa penasaran kami akan kampung sampireun sudah terobati.

Si Aa 😀

menginjakkan kaki di kampung sampireun *agak lebay* 😛

kampung sampireun

salah satu spot kampung sampireun

salah satu spot kampung sampireun

Aa main ikan 😛

salah satu spot kampung sampireun

salah satu spot kampung sampireun

Alhamdulillah, semoga suatu saat nanti bisa mengajak keluarga besar untuk menginap disana 🙂