jump to navigation

Kram Kaki Saat Hamil September 30, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

Setelah sekian lama tidak merasakan kram pada kaki, akhirnya saya merasakannya kembali di bulan ke-5 kehamilan ini. Subhanallah, memasuki bulan keempat saya mengalami gatal-gatal (karena hormonal) namun alhamdulillah makin berkurang menjelang bulan ke-5. Dan di bulan ke-5 ini “akhirnya” kram kaki datang lagi. Pertama kali mengalami kram kaki ini ketika suami tidak ada di rumah. Sedang asik-asiknya tidur tiba-tiba betis kaki sebelah kanan sakitnya luar biasa, sampai saya terbangun dari tidur karena kesakitan, Di luruskan sakit..di tarik juga sakit, plus lagi tidak ada suami. Hiks..
Anehnya, biasanya setelah kram, kaki akan normal lagi seperti biasa. Tapi tidak kali ini, dihari ketiga setelah kaki saya kram, malah saya jadi kayak orang pincang kalau habis bangun tidur. Susah jalan. Tapi agak siangan keatas, kondisi kaki mendingan. Sampai akhirnya suami menyuruh kaki saya diurut saja.

Benar saja, setelah diurut oleh ummu Ruqoyyah, masyaallah..sakit sekali..dan katanya otot betis saya “meringkel” klo istilahnya orang bilang.. sakit sekali ketika “dibenarkan” tapi alhamdulillah setelahnya sudah enak, malah sembuh..

Tapi ternyata kram kaki (di tempat yang sama pula) datang lagi beberapa kali, kalau sudah “datang” saya sampai sulit tertidur lagi. Namun alhamdulillah ga sampai pincang dan kaki bisa normal kembali.

Saya jadi teringat beberapa tahun silam, dan memang benar, ketika hamil memang kaki saya jadi sering kram. Alhamdulillah’alakullihal. Beginilah ibu hamil, adaaa saja yang dialami 🙂

~*Afra Afifah*~
[Tugu Tanah Baru Town House , Di Penghujung September 2015]

Ibu Hamil dan Gatal-Gatal Agustus 16, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
2 comments

Memang benar kata orang, kehamilan anak yang satu dengan anak yang lain tidak bisa disamakan. Alhamdulillah setelah melewati trimester pertama penuh dengan rasa menahan eneg+mual dan muntah..akhirnya masa itu terlewati..dan kehamilan sekarang sudah 16weeks + eneg dan mualnya sudah jauh berkurang (atau malah sudah tidak muncul sama sekali..) namun yang sekarang saya hadapi adalah gatal-gatal hampir di seluruh tubuh.

Saya sendiri memang mempunyai alergi, yaitu alergi kontak dengan detergen, jadi istilahnya “bye-bye mencuci manual pakai tangan” namun alhamdulillah, suami sangat bersedia untuk membantu mencuci apa-apa yang saya tidak bisa melakukannya..mencuci abaya saya..sepatu saya.. (barakallahufik zaujiy 🙂 ) dokter kulit sendiri sudah menyatakan kepada saya kalau mencuci piring misalnya, gunakanlah sarung tangan plastik, supaya tidak kena sabun. Ya, sudah dilakukan meski seringnya tidak, karena seringnya merasa repot kalau harus pakai sarung tangan dulu dan suka berasa tidak nyaman, selama tangan ini lagi ga kambuh alerginya. Karena kalau sedang kambuh, otomatis mencuci piring pun di handle suami, karena tangan saya bisa sangat kering, karena kering jadinya kulit gatal dan pecah-pecah..oh perih sekali rasanya..

Tapi anehnya, saya juga ga bisa pegang jeruk nipis peras secara langsung, ya mungkin alergi juga kalau harus dipegang dengan tangan secara langsung. Biasanya tangan ini langsung gatal-gatal dan perih. Begitu juga ketika makan nasi padang dengan menggunakan tangan (bukan sendok), wuih..rasanya gatal sekali tangan ini..entah alergi apa dengan nasi padang itu..kemungkinan kuah santannya mungkin? karena kalau pegang ayam bakar atau rendang ya biasa-biasa saja..

Begitulah..sampai ketika mudik setelah lebaran kemarin di garut, saya merasakan gatal-gatal di punggung tangan sebelah kiri. Bingung, kenapakah, karena yang sering kena alergi justru tangan kanan dan dibagian telapak serta jari-jari tangan kanan, bukan di tangan kiri, apalagi dipunggungnya. Itu yang saya ingat awal mulanya. Sampai kembali ke Depok, saya menyadari kalau gatal-gatalnya semakin menjalar ke lengan, kaki, leher dan bahkan ke wajah. Subhanallah, sampai luka-luka lecet dan hitam-hitam karena saking gatalnya dan saya tidak tahan untuk tidak menggaruknya! Meski kalau frekuensi gatalnya sedang berkurang, yang gatal-gatal tersebut dan hitam-hitam akan menghilang dengan sendirinya. Cukup mengganggu aktifitas memang. Saya rasakan juga salah satu pemicunya adalah udara yang panas, jadi saya tidak boleh gerah atau berkeringat. Kalau gerah, duh gatalnya.

Saking terganggunya, saya browsing “kehamilan dan gatal-gatal” saya baca di beberapa artikel dan forum-forum ibu-ibu di internet, oh ternyata memang ada sebagian ibu-ibu yang mengalami hal ini. Ya..memang sudah dari “sananya” …”bawaan bayi” kalau kebanyakan orang awam bilang.. pengaruh hormon.

Karena ketika hamil Khalid dan Khansa saya tidak merasakan gatal-gatal seperti ini. Jadi hal ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya. Masyaallah ya,benar-benar tiap kehamilan itu unik. Semoga Allah menjadikan anak yang saya kandung menjadi anak yang shalih/shalihah… dan proses melahirkan nanti berjalan dengan lancar..semua sehat dan selamat.. aamiin

Pasca Kuret Juli 31, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
4 comments

1 Juni 2015, saya gunakan test pack kembali, dan hasilnya positif hamil. Cepat sekali, pikir saya. Jadi setelah di kuret, saya haid sekali, kemudian langsung hamil lagi. Alhamdulillah. Meski kehamilan yang ini..mmm bagaimana ya harus mendeskripsikannya…? Keinginan punya anak lagi tetap ada, tapi gak “ngarep” banget seperti awal tahun ini yang tidak lama saya lepas IUD dan dinyatakan hamil. Intinya tetap berharap, tapi biasa aja..dijalani aja. Karena saya khawatir kejadian yang lalu (Kehamilan Kosong) berulang. Sebab memang tidak menutup kemungkinan bila kejadian yang sama terulang kembali, tetangga dan teman saya ada yang mengalami dua kali BO.

hand

Saya juga tetap tenang dan tidak terburu-buru untuk memeriksakan kehamilan ke dokter. Sekali lagi, berbeda dengan kejadian sebelum dikuret, setelah melihat test pack positif hamil, saya dan suami buru-buru untuk memeriksakan kehamilan ke dokter. Begitu juga untuk pemeriksaan selanjutnya. Namun tidak untuk yang sekarang, saya dan suami sepakat untuk menunggu dulu, toh vitamin kehamilan dari dokter masih ada persediaan.

Setelah dirasa cukup waktu untuk memeriksakan kehamilan, saya dan suami kembali lagi ke dokter kandungan “langganan” kami, di RS.Mitra Keluarga Depok. Sejak hamil Khalid, kemudian Khansa, kami rutin memeriksakannya ke dokter Sofani Munzila. Satu-satunya dokter kandungan yang memakai jilbab di RS. Mitra Keluarga Depok 🙂

Ketika datang dan mengabarkan saya hamil lagi, saya , suami dan dokternya semuanya tersenyum. Karena sebenarnya dr.Sofani menyarankan “kosong” dulu setidaknya 3bulan. Tapi, saya..setelah kuret,haid, langsung hamil lagi. Hehe. Suami bertanya ke dokter:”gapapa ya dok?” dr.Sofani menjawab “iya gpp” sambil tersenyum. Dan kabar bahagianya setelah dilakukan USG adalah..dalam kandungan saya kini sudah ada janinnya dan detak jantungnya. Perkiraan kehamilan sudah 6 minggu. Alhamdulillah ^^

Pemeriksaan kedua belum kami lakukan, mungkin dalam waktu dekat ini, insyaallah. Satu hal lagi yang menjadi kesamaan dalam kehamilan pertama dan kedua adalah saya lupa HPHT untuk menentukan HPL. Kenapa lupa? padahal kehamilan sebelum dikuret saya betul-betul belajar dari kehamilan Khalid dan Khansa yang lupa HPHT, jadi saya mencoba untuk berusaha mengingat HPHT. Ya itu tadi penyebabnya, saya tidak menyangka akan hamil lagi secepat ini. Jadi merasa, bila dikasih lagi sama Allah, alhamdulillah.. bila belum ya bersabar dulu..tapi masyaallah..cepat dikasih lagi..

Karena sedang hamil muda..jadinya badan sering terasa lemas..apalagi kalau sedang datang eneg+mual dan mau muntahnya..nyerah deh saya..harus rehat dulu.. ^^ alhamdulillah’alakullihal.. bismillah..dijalani aja insyaallah.. mudah-mudahan kehamilan ketiga ini ibu dan bayi sehat terus..dan lahir dengan sehat..selamat..baik ibu dan bayinya..semoga anak dalam kandungan saya menjadi anak yang shalih/shalihah..aamiin

~*Afra Afifah*~

[Tanah Baru, di Penghujung Juli]

Kisah Masa Kecil: Afra, Dot dan Gigi Keropos! Maret 13, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
add a comment

Mama pernah bilang kalau Afra kecil itu susah “disapih”nya, bukan susah “disapih” ASI, tapi Sufor-nya alias Susu Formula! Yap! saya memang “bayi” ASI juga bayi Sufor. Yah… terserah orang mau bilang apa, yang jelas saya bayi Mama saya. Ehehe.

download

Ilustrasi. Pict From Google

Saya lupa tepatnya umur berapa saya berhenti nge-dot. Tapi saya sama botol susu ..”duh ya ampun”.. begitulah.. mama bilang, itu dot sampai lubangnya besar karena sambil aku gigit-gigitin juga, bawa dot kemana-kemana dan hasilnya memang waktu kecil gigi saya keropos :mrgreen:

Gak kayak gigi Khalid dan Khansa sekarang yang “cring” 😀 alias utuh, putih, bersih, alhamdulillah..Intinya, sebisa mungkin, saya nda mau apa yang terjadi pada saya terulang kembali pada anak-anak saya (kecuali yang bagus-bagus yah) . Khalid dulu pernah sebentar minum susu ASI lewat dot, itu juga karena terpaksa karena saya kuliah. Tapi alhamdulillah nda lama-lama. Selebihnya minum dari gelas, baik Khalid maupun Khansa. Dulu yang pernah sempat “nyobain” yang namanya “empeng” juga hanya Khalid, Khansa tidak. Tapi Khalid juga tidak ketergantungan empeng. Alhamdulillah.

Soal menyikat gigi untuk anak-anak juga saya biasakan sejak kecil. Mengapa? karena saya dulu susah alias malas menyikat gigi sampai usia SD kurang lebih. Dulu saya juga anti sikat gigi pake odol,karena bagi saya rasanya gak enak, odol pepsodent, saya gak pakai sampai sekarang. Pakainya merk lain 😀 Sejak balita sekitar 1-2 tahun anak-anak sudah dibiasakan menyikat gigi, tanpa odol waktu itu, yang penting telah menjadi kebiasaan yang baik dulu untuk menyikat gigi. Awalnya memang susah, yah namanya juga anak-anak, kalau ada sesuatu yang baru bagi mereka seringnya susah. Jadi awalnya dipaksa, lama-lama terbiasa. Alhamdulillah.

Barulah sekitar anak-anak usia 3 dan 4 tahun dicarikan odol yang aman untuk anak-anak. Kalau kami memilih enzim strawberry untuk anak-anak. Pernah coba ganti merk lain dengan rasa yang sama, strawberry juga, tapi anak-anak tidak suka. Oh, yasudah sejak itu belinya enzim saja.

Ketika saya melihat anak-anak kecil umur 3-6tahun giginya sudah keropos dan masih megang dot, saya teringat diri sendiri di masa lalu 🙂 Karena gigi yang keropos itu pula saya rajin diantar mama ke dokter gigi :)Jadi,adik-adik.. yang rajin ya merawat giginya.. jangan sampai sakit gigi..dan jangan juga sakit hati :mrgreen:

~*Afra Afifah*~
Jum’at Pagi, Tugu Tanah Baru Town House

Ngemil Es BATU Januari 22, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
3 comments

1957233-esbatues-620X310

Huff..gimana yah..saya emang doyan banget sama yang satu ini.. tapi suami paling “gak doyan” ngeliat saya makan ini :p. Saya menjadi “pemakan es” 😀 sejak kecil..okeh, bahkan waktu SD saya seringnya makan bunga ES di freezer kulkas. Bukan ES BATU.. oh nooooooo.. ya tapi dulu ngerasa nikmat banget.. :p *kacau neh*

Anak kecil mana tau kalau bunga es di freezer itu nda bersih :mrgreen: ah, yasudahlah..yang penting sejak hamil Khansa udah berenti makan bunga es. Whottt?? yaaaa yaa begitulah :p
gara-garanya waktu itu lagi “ga tahan” pengen “ngemil” trus pas aku makan tu bunga es ada rasa sabun..yaiks!! alhamdulillah kapokkk..alhamdulillahhhhhhhh

Tapi malah beralih ke es batu. Es batu yang tipis2..serpihan es nya gitu yg kecil-kecil yang klo digigit “greges-greges” hadoohh.. ya gimana tapi nikmat banget sih -_-

Kalau makan di tempat umum ngeliat es batu juga aku gigitin..suami udah berulang kali mengingatkan uhuhu tapi kok susah bener ya.. oke, aku gak begitu suka kerupuk seperti aa, tapi aku doyan bener es batu :p >_<

Kalau orang-orang sering nanya: “emangnya gak ngilu ya?”
Saya malah nanya balik: “emangnya ngilu ya?”

Gimana cara menghentikannya ya..? oh iya, aku sudah kecanduan -_-

Cukup Sekian dan Trimakasih :mrgreen:

*Postingan Pembuka di Tahun 2015* LOL

~*Afra Afifah*~

[Tugu Tanah Baru Town House, 22 Januari 2015]

Tuh kan, habis saya nulis tulisan ini, lagi nyari pict di google malah baca artikel-artikel soal “gemar ngunyah es batu” nah, mudah-mudahan saya bisa menghentikan kebiasaan ini. Mohon doanya ya! 😀

Story Behind Afra’s Birth Date Juli 2, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

1179560218

Kemarin dapat info link aplikasi ini dari seorang teman di Facebook http://a1.funappsworld.com/dobstorys/ , kemudian saya coba dan saya pun dibuat terkesima dengan aplikasi ini. Hebat! 98% akurat mendeskripsikan seorang Afra Afifah. Salut untuk yang buat aplikasi ini, sambil mikir gimana caranya sang programmer membuat aplikasi yang menghasilkan rangkuman yang bisa mendeskripsikan orang dengan cukup akurat :). Awesome~!

Pluviophile Mei 6, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

pecinta hujan

pict by google

Inilah Saya~! :) Mei 1, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
2 comments

Sejak SMA sebenarnya saya sudah tau ada beberapa tipe kepribadian, tapi entah mengapa selalu gak yakin, tipe yang manakah saya..? Karena saya merasa ‘ada’ disemua tipe itu,  jadi bingung yang paling condong ke tipe yang mana.

Barulah ketika seorang kawan saya lulusan psikologi UI memberi tau kalau saya ini tipekal sanguin. Ah masa sih..? Begitu respon saya ketika itu. Akhirnya saya coba googling dan ikut test kepribadian di FB, sudah 3x ikut test hasilnya sama, ya benar, saya sanguin 🙂

desc-sanguin

Sudah lama saya menyukai tulisan-tulisan yang “berbau” psikologi. Makanya dulu sempat ingin masuk Fakultas Psikologi UI, tapi kan nda diizinkan sama papa (karena banyak filsafatnya, alasan papa kala itu), akhirnya “terdamparlah” saya dengan baik di Komunikasi UI hehehe.

Kalau sedang ke toko buku pun saya senang sekali baca buku tipekal kepribadian orang, seperti tipe kepribadian yang dibedakan dari golongan darah. Bagi saya, semakin kita tau dan mengenali banyak kepribadian orang, semakin kita bisa mengerti dan bagaimana mesti berinteraksi dengan orang tsb, sehingga bisa meminimalkan misskomunikasi 😀 dan semakin bisa saling memahami.

Sama halnya dengan mengetahui bahwa ada test kepribadian online, saya senang ikut mengikutinya, apalagi setelah mendapatkan hasilnya yang memang “loh ini memang AKU banget”

Dan inilah saya, seorang sanguin dan realis sosial.

~*Afra Afifah*~
Tugu Tanah Baru Town House
Pukul 1 dini hari

(lebih…)