jump to navigation

Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat September 28, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
add a comment

“Kapan ya kita bisa kesini lagi..?” tanyaku…

“Insyaallah nanti kita kesini lagi bareng anak-anak kita ya sayang…” jawabnya…

romantis ya?:P hahaha maklum, percakapan tersebut terjadi ga lama setelah menikah..

masih jadi pasangan suami istri newbie ceritanya *lah ko newbie??* #tepokjidat

Ya, dulu, tak lama setelah menikah, suami saya mengajak saya pulang ke kampung halamannya di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Kota dimana dia dilahirkan, dan menghabiskan masa kecilnya sampai tingkat SMP, karena setelahnya, ia “merantau” ke Bandung setelah di terima di SMA Negeri  3 Bandung, (yang katanya) SMA Favorit gitu deh 😛

Salah satu tempat yang saat itu kami kunjungi adalah Situ Bagendit. Sebenarnya saat itu tidak ada rencana untuk kesana. Tapi, dalam perjalanan pulang (ke rumah mertua saya) setelah puas keliling berjalan-jalan di Garut, saya melihat dari kejauhan ada sebuah danau yang cukup indah. Karena mertua saya baik hati, tak lama kemudian mampir lah kami sebentar disana. Hanya sebentar karena saat itu hari sudah menjelang senja. Dan…terciptalah percakapan seperti di awal tulisan saya ini *LOL*

Namun jawaban aa ketika itu, memang menjadi kenyataan pada akhirnya, Alhamdulillah. Karena kini, menjelang 3 tahun usia pernikahan kami, untuk kali kedua kami ke Situ Bagendit, dan membawa anak kedua kami, Khansa Kazhima. Kakaknya, Khalid Khairy belum bisa diajak karena baru sembuh dari sakit.

Situ Bagendit merupakan salah satu objek wisata di Garut dari banyaknya pilihan wisata di kota Intan tersebut. Harga tiketnya pun murah meriah. Namun sayang, objek wisata tersebut kurang dirawat. Padahal, jika dirawat dengan baik, saya percaya Situ Bagendit akan menjadi Objek Wisata favorit pilihan keluarga (*halah apa pula ini bahasanya 😛 )

Mudah-mudahan kunjungan kami berikutnya bisa mengajak Khalid serta 🙂  insyaallah…

~*Afra Afifah*~

[Beji Timur, Depok, 28 September 2011]

My Hijab Story September 26, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
7 comments
(pict by google)

Saya mengenakan jilbab sejak hari kelulusan SD 🙂 Alhamdulillah…dari saya dan adik-adik masih kecil-kecil kami memang sudah dibiasakan orangtua untuk memakai busana muslimah jika keluar rumah…Jadi koleksi baju kami memang kebanyakan yang menutup aurat dan memakai jilbab keluar rumah pun bukan hal aneh lagi bagi kami. Orang tua saya juga memang “mewajibkan” saya dan adik-adik yang perempuan untuk mengenakan jilbab dari SMP klas 1.

Kenapa mewajibkan? Karena berjilbab memang wajib 🙂

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Ahzab ayat 59]

Alhamdulillah kami dikaruniai orangtua yang paham mengenai wajibnya menutup aurat bagi perempuan muslim. Selain sudah terbiasa memakai jilbab sejak kecil, Ibu saya pun mengenakan jilbab (ada contoh Real-nya), dan  kami juga telah paham akan wajibnya mengenakan jilbab, jadi sebenarnya memakai jilbab itu bukan paksaan dari ortu..namun karena memang keinginan sendiri  juga 🙂

Sampai sekarang pun saya masih ingat permintaan khusus saya kepada kepala sekolah SDN Bendungan Hilir 03 Pagi (SD saya dulu) ketika saya masih duduk di kelas 5 SD. Yaitu permintaan untuk diizinkan mengenakan jilbab 🙂  Alhamdulillah bliau mngizinkan meski di satu sekolah memang belum ada anak perempuan yang mengenakan jilbab. Tapi nyatanya, anak kecil tetaplah anak kecil hehe.. meski sudah diizinkan oleh kepala sekolah, dan ortu mendukung…ternyata saya dulu masih merasa malu jika saya sendiri yang mengenakan jilbab 😀 dan saya merasa sayang dengan baju seragam saya karena sebentar lagi akan lulus.. hehe (ngeles.com) Maka resmilah setelah dinyatakan Lulus SD saya memakai jilbab. Saya juga masih ingat pakaian yang pertama kali saya pakai saat itu, yaitu celana jeans biru, baju panjang rajutan sepinggang berwarna abu-abu dan jilbab kaos berwarna putih pendek menutup dada. Hehe..

Rasanya memakai jilbab pertama kali di depan teman-teman MALUNYA bukan main. Dan, yah…”ejekan” teman-teman ke saya saat itu adalah :”ehhh, ada bu hajii” “bu haji..bu haji..” Bagi saya itu menyebalkan, setelahnya ya tentu saja saya mengadu ke mama, lalu mama bilang”aminkan saja” aha benar juga!:D

Yah begitulah, untuk memakai jilbab memang butuh kesiapan mental^^ Alhamdulillah.. sejak SMA, saya selalu memakai rok ke luar rumah (bukan celana jeans lagi) Padahal saya ini termasuk anak yang “tomboy” dan pernah berfikir “apa jadinya kalo gue tiap hari mesti pake rok??” “ribet dong ngapa2in??” well, ternyata setelah dijalani.. smua mudah dan dimudahkan…alhamdulillah.. Jilbab yang saya kenakan pun semenjak SMA tidak hanya menutup dada, tapi juga menutup –maaf- pantat.. Dan semenjak kuliah..saya lebih suka mengenakan gamis, sampai sekarang..semua memang melalui proses.. Alhamdulillah…^^

Bgitulah kisah saya, bagaimana kisahmu…? :mrgreen:

~*Afra Afifah*~

[Depok, 26 September 2011]