jump to navigation

Rain Spell Februari 21, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
5 comments

Rain knows well the tree, the road
the gutter too-their voices can be distinguished :
and you can hear them too, even when you close the door
and window. Even when you dim the light.

Rain, who really can distinguished between them, has fallen
on the tree, the road and the gutter-
casting a spell so that you have no chance at all to protest
when you find the revelation that you may not reveal

~*Sapardi Djoko Damono*~

[Before Dawn, The Poetry of  Sapardi Djoko Damono]

Narcissus Februari 21, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
add a comment

just like me: what’s your name, isn’t that right?
on the surface on the pool you gaze is calm and your longing deep
but let us not love
let me not reach out and have you change into me

or wait until the wind loosens a leaf
that falls into the pool: your gaze quivers, does it not?
will I be disappointed if the water calms again?
will I be disappointed if the leaves, one after another, fall?

~*Sapardi Djoko Damono*~

Karunia Terindah Februari 19, 2010

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
3 comments

Allah telah mengkaruniakan seseorang yang terbaik untukku…
Dia,
adalah kamu, suamiku…

***
Iya.., kamu!

~*Afra Afifah*~

[ketika hujan di sore hari, pejompongan, 19 Februari 2010]

-Maka Nikmat Tuhanmu Manakah yang Kamu Dustakan?-

Cemburu Februari 19, 2010

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
2 comments

Marahku, karena cinta…
Sedihku, karena cinta…
Kecewaku, karena cinta…

Aku cemburu, karena aku…

Mencintaimu…

~*Afra Afifah*~
[Pejompongan, 7 feb 2010]

Kisah Februari 19, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
1 comment so far

Kau pergi, sehabis menutup pintu pagar sambil sekilas menoleh namamu sendiri yang tercetak di plat alumunium itu…

Hari itu musim hujan yang panjang dan sejak itu mereka tak pernah melihatmu lagi…

Sehabis penghujan reda, plat nama itu ditumbuhi lumut sehingga tak bisa terbaca lagi…

Hari ini seorang yang mirip denganmu nampak berhenti di depan pintu pagar rumahmu, seperti mencari sesuatu…

la bersihkan lumut dari plat itu, Ialu dibacanya namamu nyaring-nyaring.
Kemudian ia berkisah padaku tentang pengembaraanmu..

~*Sapardi Djoko Damono*~

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Khalid 1st Journey [Part.3 Taman Air Sabda Alam, Cipanas, Garut] Februari 14, 2010

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
6 comments

Keesokan harinya, sekitar pukul 6 pagi waktu Garut :mrgreen: , Khalid beserta keluarga pergi jalan-jalan lagi dengan tujuan Taman Air Sabda Alam, Cipanas, Garut. Perjalanan di tempuh sekitar setengah jam dari rumah kakeknya Khalid yang berada di Limbangan.

Ayah Khalid 🙂

 

Sepanjang perjalanan, Khalid dan keluarga bisa melihat pemandangan pegunungan dihiasi sawah nan hijau yang membentang luas serta udara garut yang sangat sejuk, subhanallah 🙂

Sesampainya di Taman Air Sabda Alam, kakek Khalid (dari Bunda), segera membeli tiket untuk paman-paman kecilnya Khalid, yaitu paman Hisyam, paman Rayyan, dan paman Adi. Harga tiket per-orangnya Rp.35.000,- . Harga itu termasuk mahal, karena waktu itu hari libur. Di hari biasa, harga tiket masuknya hanya berkisar Rp.20.000,- . Harga tiket masuk ini sangat jauh berbeda dengan harga tiket masuk ke Snow Bay di TMII loh 🙂

Wah, ternyata menyenangkan sekali taman airnya ^_^ andaikan tempat itu khusus muslimah, bundanya Khalid mungkin jadi pengunjung pertama :mrgreen: . Sayangnya, ya memang campur. Jadi, ayah, bunda, Khalid dan nenek Khalid hanya bisa menunggu mereka yang sedang bersenang-senang. Kakeknya Khalid yang dari Jakarta dan Garut lain lagi bersenang-senangnya, mereka berdua pergi ke pemandian air panas yang private (khusus untuk pengobatan), hehe.

Untungnya, ayah dan bunda dan Khalid di izinkan masuk ke area taman air meski tanpa tiket dengan alasan ingin memfoto adik-adik, hehe. Di sekitar taman air sabda alam juga ada permainan lain yang menyenangkan, seperti jet coaster serta permainan mobil air dan atv.

mobil air dan atv

 

oray-orayan :mrgreen:

 

Tak mau melewatkan kesempatan emas untuk menantang ayah Khalid menaiki oray-orayan (bahasa sunda, artinya ular-ularan : kalau bahasa kerennya jet coaster) :mrgreen: , bunda Khalid pun mengajak ayah Khalid untuk naik wahana yang cukup menantang adrenalin itu. Awalnya, hanya ingin menantang ayah Khalid, eh…kakeknya Khalid (dari bunda) malah menyuruh paman-paman kecilnya Khalid tuk ikut menaiki wahana itu juga. Bundanya Khalid jadi agak sedikit khawatir, karena paman-paman Khalid masih kecil-kecil :mrgreen:. Tapi akhirnya mereka naik juga, bunda Khalid dengan sengaja mengajak ayah Khalid tuk duduk di bangku paling depan 😛 hahah . Maklum, ayah Khalid belum pernah naik jet coaster 😛 . Dan setelah bermain? Luar biasa puas! Alhamdulillah :mrgreen: mereka malah tertawa-tawa keasyikan. Sayangnya, harga tiket wahana tsb lumayan mahal (kalau untuk sekali naik), yaitu Rp.20.000,- per orang.

Setelah puas bermain air, jet coaster dan berendam air panas, akhirnya keluarga Khalid pulang lagi ke Limbangan. Hari itu juga, kakek-nenek, beserta paman-paman kecil Khalid yang dari Jakarta bersiap untuk pulang kembali ke Jakarta. Namun ayah-bunda dan Khalid masih menginap di garut untuk beberapa hari kedepan. Karena kebetulan ayah Khalid juga sedang libur kerja 🙂

Di Garut, seperti biasa, waktu makan adalah salah satu moment yang sangat di tunggu-tunggu hehe. Sambal garut khas buatan neneknya Khalid itu.. sangat-amat-ENAKKK!!! :mrgreen: . Seperti yang sudah bunda Khalid bilang sebelumnya, satu piring gak cukup! 😛 ayah Khalid pun juga sering mengajak bunda Khalid makan di teras rumah sambil ngampar (selonjoran) dengan ditemani pemandangan desa yang indah dan udara sejuk-nya Garut 🙂 .

rumah kakek & nenek Khalid

Alhamdulillah, rumah kakek-nenek Khalid di garut memang benar-benar nyaman :). Tepat di samping kanan rumah, terdapat sawah beserta sungai yang mengalir, di belakang rumah, ada kolam ikan, yang kalau makan ikan bisa langsung ambil dari kolam hihi. Di samping kiri rumah, ada rumah penduduk, surau, di depan rumah ada halaman dan kebun yang di tumbuhi bunga-bunga, tumbuhan lidah buaya, singkong, ada juga kolam besar, ada pohon durian, pohon kelapa, pohon rambutan. Udara disana pun sangat sejuk, jadi betah berlama-lama tinggal disana 🙂

kakek Khalid sdg metik rambutan 🙂

Tidak hanya di rumah, tapi ayah dan bunda Khalid biasanya jalan-jalan keliling kampung dengan menggunakan motor jika sedang berada di garut :). Kali ini Alhamdulillah sudah bisa mengajak Khalid kecil 🙂

jalan-jalan ke pasar limbangan

Biasanya ayah-bunda Khalid pergi  jalan-jalan ke sawah, ke pasar cari makan, dan ke bedeng 🙂

 

makan bubur garut..hmm yummy :mrgreen:

 

jalan-jalan ke sawah :mrgreen:

 

jalan-jalan ke bedeng 🙂

Garut memang selalu dirindu :). Ayah dan Bunda Khalid senantiasa berharap, mudah-mudahan suatu hari bisa pergi ke Sampireun :mrgreen:

Alhamdulillah atas segala nikmat yang ALLAH berikan 🙂

Khalid 1st Journey [Part.2 Limbangan, Garut] Februari 8, 2010

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
add a comment

Di sekitar lokasi parkir, banyak terdapat warung-warung yang menjual beraneka macam makanan. Ada jagung bakar, ice cream goreng, mie instan, dll. Kawah putih sendiri letaknya tidak jauh dari lokasi parkir. Hanya berjalanan kaki beberapa saat, khalid’s family pun akhirnya sampai di kawah putih, yang sebelumnya mereka harus menuruni beberapa anak tangga terlebih dahulu.

Pemandangan kawah putih benar-benar indah, subhanallah. Khalid dan keluarga senang sekali bisa menikmati pemandangan alam yang indah itu 🙂 Namun, mereka tak bisa berlama-lama, apalagi Khalid kecil yang masih berumur 3 bulan saat itu. Karena bau belerangnya cukup menyengat. Jadi, sang Bunda pun dengan segera membawa Khalid kecil ke atas lagi.

paman-paman kecilnya Khalid 🙂

 

Setelah puas menikmati pemandangan kawah putih, Khalid dan keluarga pun berbegas untuk melanjutkan perjalanan kembali. Kebetulan, karena saat itu hujan sudah turun dan frekuensinya semakin lama semakin deras. Khalid dan keluarga akhirnya mengurungkan niat untuk pergi ke tempat wisata selanjutnya yaitu situ patenggang. Khalid keluarga akhirnya langsung bergegas melanjutkan perjalanan ke limbangan, garut, jawa barat, kampung halaman ayahnya Khalid.

Perjalanan yang menyenangkan berubah menjadi membosankan karena kemacetan yang terjadi di daerah kopo, Bandung. Daerah tersebut memang sering sekali terjadi kemacetan. Alhamdulillah setelah masuk tol arus kendaraan kembali lancar.

Akhirnya, Khalid dan keluarga sampai di Garut pukul 6 sore. Khalid pun mendapat sambutan meriah :mrgreen: dari kakek nenek, serta paman dan bibinya yang sudah menunggunya dari pagi 🙂

Khalid 1st Journey [Part 1 Kawah Putih] Februari 1, 2010

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
6 comments

Tanggal 9-12 Januari  2010 yang lalu adalah pertama kalinya khalid pergi jalan-jalan ke luar kota. Khalid pergi bersama ayah-bunda, kakek-nenek, dan paman2 kecilnya :). Kebetulan bundanya Khalid sedang libur kuliah, jadi moment tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk liburan keluarga, sekaligus melepas rasa kangen kakek-neneknya Khalid yang berada di Garut.

Khalid berangkat dari Jakarta Hari Sabtu 9 Januari 2010 pukul 7.30 Pagi. Tujuan pertama Khalid dan keluarga adalah kota wisata Ciwidey, yang terletak di kota Bandung. Bandung yang dingin, Bandung yang dirindu oleh Bundanya Khalid. Alhamdulillah, kesampaian juga impian Bundanya Khalid untuk pergi ke Kawah Putih, yang letaknya di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.

Sepanjang perjalanan, banyak kebun-kebun strawberry di kiri kanan jalan. Udara Bandung sangat sejuk, hingga Khalid dan keluarga pun tidak mau melewatkan moment untuk menghirup udara sejuk Bandung itu, mereka pun mematikan AC mobil mereka. Pemilik kebun-kebun strawberry itu rupanya menawarkan wisata argo “petik sendiri” strawberry-nya.

Semakin mendekati Kawah Putih, ternyata udara semakin dingin. Jalanan menuju kesana seperti jalanan di daerah Puncak. Dan akhirnya, sampailah Khalid sekeluarga di Kawah Putih. Pintu masuknya di jaga bapak-bapak yang berpakaian seperti polisi hutan. Selagi kakeknya Khalid membayar tiket masuk, ada “mas-mas” yang memberikan sebuah brosur. Oh rupanya ia menawarkan jasa penyewaan ATV untuk berpetualang di Hutan sekitar kawah putih.

Setelah membayar tiket, mobil yang dikendarai kakek-nya Khalid melaju lagi dengan kecepatan sedang. Jalanan menuju Kawah Putih ternyata masih cukup jauh dari tempat pembayaran tiket masuknya. Orang-orang yang datang dengan menggunakan Bus, harus naik kendaraan khusus (mobil carry) yang disediakan oleh pengelola tempat wisata kawah putih tsb, karena Bus tidak bisa naik ke atas dikarenakan jalanan yang sempit dan menanjak cukup curam, sehingga dibeberapa bagian jalan, terdapat rambu-rambu dengan tulisan (gunakan gigi 1).

Ada kejadian yang cukup menegangkan ketika mobil yang dikendarai oleh kakeknya Khalid tidak bisa menanjak karena jalanan aspal yang sempit itu basah karena hujan . Sedangkan keadaan saat itu tidak memungkinkan untuk memundurkan mobil, karena posisi mobil berada di tanjakan dan dibelakang mobil kakeknya Khalid ada mobil-mobil lain yang mengantri untuk naik juga. Akhirnya, ayah Khalid pun memutuskan turun dari mobil dan mencari batu yang cukup besar untuk mengganjal ban mobil. Sampai akhirnya kakek-nya Khalid memerintahkan bundanya Khalid dan lainnya untuk segera turun dari mobil agar mobil bisa lebih enteng untuk menanjak. Akhirnya mereka pun keluar dari mobil. Kakek-nya Khalid pun siap tancap gas, dan seketika itu pula ban berputar di tempat (karena jalanan aspal itu berbatu dan licin) sampai keluar asap dari ban mobil, akhirnya berhasil juga mobil naik ke atas Alhamdulillah. Khalid sekeluarga pun akhirnya masuk lagi ke dalam mobil.

Tak seberapa lama dari peristiwa yang menegangkan itu. Akhirnya sampai juga Khalid dan keluarga di tempat parkir mobil Kawah Putih yang ternyata sudah diselumuti oleh kabut. Subhanallah, Bundanya Khalid tidak menyangka akan sedingin itu. Akhirnya Bundanya Khalid berinisiatif untuk membaluri seluruh tubuh Khalid dengan minyak telon, dan melapisi tubuhnya dengan dua lapis baju panjang yang menutupi kaki , kemudian menutupinya lagi dengan selimut bayi. Alhamdulillah. Sampai juga Khalid di Kawah Putih 🙂