jump to navigation

Ketika Cinta, Tak Terungkap Kata… Januari 31, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
12 comments

gifts from him…

~*28 Desember 2010*~

Our Little Princess is Here~!:) Januari 18, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
12 comments

Enaknya Nikah Muda~!:) Januari 6, 2011

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
Tags:
33 comments

Banyak teman-teman yang bertanya ke saya, “gimana fra, nikah enak gak?” Dan selalu saya jawab, “yaa smua tergantung dengan siapa kamu menikah” 🙂 nah lhoo 😀 Yup, saya menjawab sejujur-jujurnya koq 😉 maka dari itu, jangan sampe deh salah pilih pasangan 😉  karena tentunya kita mau menikah sekali saja seumur hidup kan? Sampai ajal menjemput, insyaAllah. Pilih baik-baik, seleksi baik-baik siapa yang akan menjadi pasangan hidupmu nanti. Seseorang yang akan menemanimu, di dunia dan akhirat nanti, insyaAllah…

Karena Alhamdulillah saya menikah muda, dan memang karena ingin menikah muda, hehe. Maka saya ingin berbagi rasa nih, enaknya nikah muda 😉 (aihhh) 😛 :

  • Saya sudah menyempurnakan setengah Dien saya, sedari muda. Alhamdulillah. Dulu saya berfikir, gimana ya..kalau Allah sudah ‘memanggil’ saya, tapi setengah dari agama pun belum saya raih..? Tentu saya takut, sedih dan malu kepada-Nya jika hal itu terjadi..meski takdir stiap manusia sudah di tentukan oleh-Nya. Tapi, manusia diwajibkan untuk berusaha, maka dari itu, saya harus berusaha menggenapkan setengah agama saya, sedini mungkin.

  • Mendapat sahabat yang paling setia, pembimbing, dan juga penghibur di kala sedih, penyemangat di kala semangat sedang surut, dan pengingat di kala berbuat lalai dan salah. Itulah suami. Tentu saja suami yang shalih.

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71)


  • Jarak umur antara kita dan anak-anak kita tidak terlampau jauh. Itu juga yang menjadi alasan saya untuk menikah muda, selain jarak umur yang tidak terlampau jauh, merawat anak dan mendidik anak di kala muda adalah waktu yang terbaik. Karena dari segi fisik, tenaga dan pikiran, masih “fresh”.

Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

  • Prioritas hidup sudah dibangun sejak dini. Mungkin, kalau saat ini saya belum menikah, setelah lulus kuliah saya akan kebingungan, antara kerja dan menikah. Jika jodoh belum kunjung datang, maka bisa jadi saya terpaksa untuk bekerja di perkantoran. Menjadi karyawan swasta atau pemerintah, yang harus pergi pagi, dan pulang di petang hari. Sungguh suatu pekerjaan yang paling tidak saya inginkan. Tapi, jika belum menikah, bisa saja pekerjaan tersebut terpaksa saya pilih, mengingat status saya yang anak sulung dari 6 bersaudara. Adik saya banyak dan saya merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk membantu mereka. Sekarang, karena sudah menikah sebelum lulus kuliah, saya bisa membangun prioritas dan rencana kehidupan saya kedepannya. Karena saya menyenangi bisnis, saya bisa memulai bisnis sedini mungkin. Tidak ada bisnis yang instant, smua mesti dibangun dari bawah, dari nol. Mengalami jatuh dan bangun. Dan itu yang sudah saya bangun dari sekarang. Faktor adanya anak pun membuat saya lebih memikirkan jika ingin jajan, atau belanja barang ini dan itu. Jika masih single? Bisa saja uang tersebut sering saya hamburkan untuk jajan, ke salon, dsb. Karena belum ada tanggungan, dan sesuatu yang harus dipikirkan. Selain adik-adik tentunya.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

  • Jika ingin pergi ke luar kota, dan tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. Kebetulan saya orang yang suka jalan-jalan hehe, Alhamdulillah kini bisa ditemani oleh suami.
  • Seseorang yang saya cintai dan mencintai saya, ada di dekat saya. Saya halal untuknya dan dia pun halal untuk saya. Tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk menelfon karena rindu, tidak perlu sembunyi-sembunyi karena ingin berduaan, tidak perlu malu bila ingin bergandengan tangan. Dan tentunya, tidak perlu takut dosa karena berpacaran, karena smuanya sudah halal dan berbuah pahala. Alhamdulillah.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad)

dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

  • Hati saya tentram karena sudah menemukan qowwam bagi saya dan anak-anak saya.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

(Qs. Ar. Ruum (30) : 21)


  • Saya bisa mudik lebaran ke luar kota, yeay!! Hehehe. Karena ibu saya orang betawi (yang tentunya mayoritas tinggal di jakarta, dan ayah saya orang minang yang-kebetulan- juga sbagian besar kluarga sudah pada hijrah ke Jakarta. Maka saya sering bosan di kala lebaran tiba, hehe. Ingin sekali rasanya merasakan mudik ke kampung halaman, di luar kota. Tidak mesti jauh-jauh, dari dulu keingingan saya memang kampung di Jawa Barat saja. Alhamdulillah kampung itu tidak terlalu jauh, hanya butuh kurang lebih 4 jam untuk kesana, Garut namanya :mrgreen:
  • Dengan menikah muda, saya belajar sedari dini menyelesaikan masalah-masalah yang saya hadapi bersama suami dan keluarga. Dan proses itu, membuat saya untuk semakin belajar dewasa, Alhamdulillah

Dan masiiihh banyak lagi enaknya nikah muda :mrgreen: Eits, tentu saja nikah muda ada ngga enaknya juga lhoo. Yah namanya juga hidup. Mau status kita sebagai anak, ketika jadi istri, jadi orang tua, smua, pasti ada engga dan enaknya toh. Orang kaya di uji Allah, orang miskin di uji Allah. Orang baik di uji Allah, orang jahat pun di uji oleh Allah. Sungguh Allah Maha Adil, tinggal bagaimana kita menyikapinya bukan? 🙂

Tapi, sekali lagi.. jangan asal nikah muda lho yaa 😉 persiapkan diri baik-baik, pilih pasangan yang terbaik, seleksi baik-baik, karena faktor-faktor tersebut juga bisa menentukan kebahagiannmu ketika menjalani pernikahan sedari muda 🙂 Wallahu a’lam bish-shawab

~*Afra Afifah*~

Jagakarsa, 7 Januari 2011

[kapan ya kontraksinya? 😀 ]

Kapan Kawin??:D Januari 2, 2011

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
Tags:
20 comments

Dulu, sebelum menikah, ktika ada yang orang bertanya ke saya…kapan saya berencana menikah.. maka saya jawabnya : insyaAllah paling telat umur 20, saya menikah. Alhamdulillah keinginan saya diridhoi Allah. Di awal umur 20 tahun, saya bisa menggenapkan setengah dien saya. Mungkin orang lain akan berpendapat: “wahh muda amat??” atau “ah gw pengen kerja dulu, mnikmati hidup dulu” “aduh, aku-ya aja masih kyk gini, masa mo nikah?” Ya, memang ga bisa dipungkiri, banyak pendapat akan bermunculan. Tapi inilah jalan hidup saya, dan bagi saya, menikah dini itu banyak keutamaannya. Kenapa menunda-nunda untuk mendapatkan banyak keutaman itu? : )

Awalnya, sejak SMP, papa saya sudah sering mengatakan kepada saya dan adik-adik. Kalau kamu suka sama seseorang dan ada orang lain yang suka sama kamu itu wajar, tapi papa tidak mngizinkan kalian pacaran. Alhamdulillah. Meski bgitu, papa sangat mengizinkan bagi anak-anak perempuannya jika sudah lulus SMA dan ada yang ingin mempersunting, ya silahkan menikah jika ia baik agama, akhlaq, pendidikan, dst. Tapi ada syaratnya, yaitu: kuliah jalan terus. Dan tentu saja sang suami yang harus menanggung tanggung jawab membiayai kuliah istrinya. Karena sejatinya, memang tanggung jawab sudah beralih ke sang suami.

Mengenai syarat papa bagi kami anak-anak perempuannya untuk minimal lulus S1, tentu saja bliau ada alasan tersendiri, dan kami hargai alasan tsb. Terutama, karena kita tidak tahu, sampai kapan umur seseorang. Kalau saja terjadi musibah dan Allah menakdirkan suami kita dipanggil oleh Allah dengan cepat, sedangkan jika yang terjadi adalah kita berhenti kuliah, sedangkan sudah ada anak yang akan kita tanggung, dsb. Stidaknya, jika sudah lulus kuliah, kita bisa mencari pekerjaan dengan “ijazah” kita. Ya, itu yang ada dalam jalan pikira papa. Tidak ada yang salah, menrut saya. Papa toh tidak mewajibkan kami untuk melanjutkan S2, kalau untuk melanjutkan kuliah, itu sudah urusan kami masing-masing, dan tergantung suami, ridho atau tidak. Tapi permintaan papa paling tidak, harus lulus S1.

Berbeda dengan anak-anaknya yang perempuan, bagi dua orang adik saya yang laki-laki, papa malah mensyaratkan mereka untuk lulus kuliah dulu, dapat pekerjaan yang baik dan layak, barulah boleh menikah, hehe. Lagi-lagi, alasannya, secara pribadi bisa saya terima. Karena sebagai laki-laki memang mempunyai kewajiban untuk membiayai anak dan istrinya.

Karena sudah mendapatkan izin itu pula lah, saya, dari dulu. Berkeinginan untuk menikah muda. Dari SMA, keinginan itu ada. Maka sahabat-sahabat saya tak heran lagi jika saya menikah duluan, dibanding mereka :mrgreen:. Dari SMA pun saya sudah banyak membaca buku-buku tentang pernikahan. Saya juga tercatat menjadi orang kedua dari angkatan saya (2006) di SMAN 78, yang menikah. Pemegang rekor adalah: sahabat saya sendiri, Steffi Triani Arnov. Ia menikah ktika sudah dinyatakan lulus SMA dan sebelum memasuki dunia perkuliahan. Alhamdulillah. Tapi, ada yang lucu waktu itu.. Karena teman-teman yang lain, di ROHIS SMA terutama, mnyangka yang akan menikah adalah Afra, bukan Steffi. Oh, yang akan menikah siapa, yang digosipkan siapa 😛

Persiapan dan usaha demi usaha pun saya jalani. Karena saya berpikir, bertemu jodoh itu juga perlu usaha. Kalau diam-diam saja, kapan mau nikahnya? : ) . Memang untuk menikah, diperlukan banyak persiapan, ya mental, fisik, energi, financial, dan tentu saja, ilmu. Jadi, bagi teman-teman yang juga ingin menikah dini, ya persiapkanlah diri dari sekarang, bukan “ntar-ntar”. Karena menikah bukanlah permainan *ciee* 😀

So, di umur berapa kalian berencana menikah? 😉

~*Afra Afifah*~

[Jagakarsa, 3 Januari 2011]

-menulis sambil menunggu kontraksi itu datang 🙂 –

Surat dari WordPress: My 2010 Year in Blogging Januari 2, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
1 comment so far

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

About 3 million people visit the Taj Mahal every year. This blog was viewed about 38,000 times in 2010. If it were the Taj Mahal, it would take about 5 days for that many people to see it.

In 2010, there were 40 new posts, growing the total archive of this blog to 210 posts. There were 93 pictures uploaded, taking up a total of 34mb. That’s about 2 pictures per week.

The busiest day of the year was December 6th with 252 views. The most popular post that day was Raport TK.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were networkedblogs.com, facebook.com, google.co.id, search.conduit.com, and id.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for hujan, puisi hujan, puisi tentang hujan, mawar putih, and diary hujan.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Raport TK May 2008

2

Makan di Pronto July 2008
25 comments and 1 Like on WordPress.com,

3

Mawar Putih dan Embun Pagi August 2008
36 comments

4

Tentang Penulis April 2008
382 comments

5

Sajak kecil tentang cinta… April 2008
7 comments