jump to navigation

Kepada Istriku Agustus 29, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
18 comments

Pandanglah yang masih sempat ada…
Pandanglah aku: sebelum susut dari Suasana…
Sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara…
Terpantul si dinding-dinding gua…
Pandang dengan cinta…

Meski segala pun sepi tandanya waktu kau bertanya-tanya,

Bertahan setia langit mengekalkan warna birunya…
Bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata…

~Sapardi Djoko Damono*~

Mata Jendela,

Kumpulan Sajak

1967

Tiba-Tiba Malam Pun Risik Agustus 29, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
6 comments

Tiba-tiba malam pun risik
beribu Bisik…

Tiba-tiba engkau pun lengkap menerima
satu-satunya Duka…

~Sapardi Djoko Damono*~

Kami Bertiga Agustus 29, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
8 comments

Dalam kamar ini kami bertiga:
Aku, pisau dan kata —
Kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya
Tak peduli darahku atau darah kata…

~*Sapardi Djoko Damono*~

Tajam Hujanmu Agustus 28, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
5 comments

Tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
Payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu …
sembilu hujanmu …

~*Sapardi Djoko Damono*~

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Duhai Ibu… Agustus 28, 2008

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
14 comments

Dari kejauhan kulihat dirimu…

Tersenyum dan tertawa…

Cantik sekali…

Akankah kulihat lagi dirimu…?

Nanti…, di Surga-Nya yang abadi…

Ibu…

..

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 14 Agustus 2008]

InsyaAllah Agustus 28, 2008

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
7 comments

Aku percaya…

Bahwa IA akan memberikan yang terbaik…

Entah kini, ataukah nanti…pasti…

Jika IA menghendaki…

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 14 Agustus 2008]

Mawar Putih dan Embun Pagi Agustus 28, 2008

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
51 comments

Waktu kian berlalu…

Siang berganti menjadi malam…

Malam pun berganti menjadi siang…

Apakah engkau melihat embun yang membasahi mawar putihku hari ini…?

Setiap hari sang embun tetap setia membasahi mawar itu…

Meski hari kian berganti…

Ia…, tetap kan selalu setia…

Karena sang embun tau…

Bahwa ia mencintai mawar itu…

Dan sang mawar pun tau…

Bahwa ia selalu mencintai sang embun pagi…

~* Afra Afifah*~

[Jakarta, Agustus 2008]

Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka Agustus 28, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
4 comments

Ketika jari-jari bunga terbuka

Mendadak terasa:

betapa sengit cinta kita

Cahaya bagai kabut, kabut cahaya; di langit…

Menyisih awan hari ini; di bumi

Meriap sepi yang purba;

Ketika kemarau, terasa ke bulu-bulu Mata,

Suatu pagi

Di sayap kupu-kupu, di sayap warna…

Swara burung di ranting-ranting cuaca,

Bulu-bulu cahaya:

betapa parah cinta kita

Mabuk berjalan, di antara jerit

Bunga-bunga rekah…

~Sapardi Djoko Damono*~

Gadis Kecil Agustus 28, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
5 comments

Ada gadis kecil diseberangkan gerimis

Di tangan kanannya bergoyang payung

Tangan kirinya mengibaskan tangis

Di pinggir padang Ada pohon Dan seekor burung

~*Sapardi Djoko Damono*~

Ke Salon Muslimah, Kenapa Tidak? Agustus 25, 2008

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
23 comments

“Ukhti… jangan pake karet gelang dunk kalau buat ngiket rambut..”

“Ya ukhty… masa rambutnya gk disisir…? “

Bgitulah percakapan yang pernah saya lakukan dengan beberapa sahabat saya, sejak SMA dulu, hingga sekarang.

Yang paling penting adalah kecantikan akhlaq dan agamanya. Setuju? Ya, tentu saja saya sangat setuju. Lantas, apakah karena alasan itu sehingga para muslimah tidak memperhatikan kecantikan jasmaninya…? Bukan berarti tidak merawat apa-apa yang telah dikaruniakan Allah pada kita kan…? Lagipula, sesungguhnya merawat diri itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk suami kita nanti.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”.

(HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam

Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Alhamdulillah…sekarang sudah banyak tersedia fasilitas-fasilitas untuk perawatan kecantikan para muslimah. Salah satunya adalah Salon Muslimah. Harganya pun InsyaAllah terjangkau. Tidak perlu setiap hari kesana 😀 . Sebulan sekali pun insyaAllah sudah cukup. Gak sempat ke salon…? Masih ada cara lain insyaAllah. Bisa dengan berolah raga rutin, makan makanan yang bergizi, seperti buah-buahan dan sayuran yang cukup. Serta tak lupa juga dengan membiasakan merawat rambut, wajah dan tubuh kita setiap harinya.

“Barangsiapa yang memiliki rambut maka hendaklah dia memuliakannya.”

(HR. Abu Dawud).

Merawat rambut bisa kita dengan menggunakan vitamin rambut, menggunakan shampoo yang cocok dengan rambut kita, tidak menyisirnya dikala rambut masih basah, tidak mengikatnya dengan menggunakan karet gelang. Bgitu pula dengan merawat wajah, dan hal lain yang serupa : )

Nah…tunggu apa lagi untuk tampil cantik? 😉