jump to navigation

Nothing is Sweeter Than Togetherness We Share : Taman Safari 2014 [1] November 13, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
1 comment so far

“Nothing is sweeter than togetherness we share” [J.CO] . One of the Best Moment in my life. Rekreasi bareng mama, papa, suami, anak-anak, keponakan, adik-adik, juga adik-adik ipar. Alhamdulillah. Kami pergi ke Taman Safari tanggal 13 Oktober 2014, sehari setelah pernikahan Sausan dan Auf hehe. Tentu sudah izin dulu sebelumnya ke pengantin baru untuk mengadakan acara pergi bersama ini. Karena setelah menikah, Auf hanya seminggu di Jakarta. Setelahnya pulang lagi ke Balikpapan untuk bekerja. Weekend pekan itu juga kebetulan sudah ada acara keluarga besar di Jagorawi Golf. Selain kami memang juga menghindari pergi saat weekend, karena biasanya lebih macet daripada weekdays. Dengan menggunakan dua mobil, kami pergi dari Jakarta sekitar pukul 9.30 pagi.

Khalid Khansa senang diajak ke Taman Safari lagi, setelah sebelumnya pergi bersama kakek-nenek dan om-tante nya yang dari Garut, setahun yang lalu. Awalnya kami ingin ke Taman Bunga Nusantara, tapi karena sudah cukup sering kesana, kami ganti opsi lain: Taman Safari. Papa Mama dan adik-adik juga sudah lama tidak ke Taman Safari lagi.

Tamasya bareng Papa-Mama, adik-adik dan anak-anak kemarin itu, merupakan kali pertama kami jalan sekeluarga bareng-bareng. Awalnya saya yang bilang ke mama untuk mengadakan jalan-jalan bareng ini, tapi setelah bilang ternyata mama juga punya pikiran yang sama dengan saya. Alhamdulillah sehati 😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Gak bisa dituliskan dengan kata-kata betapa senangnya saya pergi bareng dengan orang-orang tercinta. Alhamdulillah semua senang, setelah ini, rencananya sudah ada dipikiran saya untuk mengadakan rutin jalan-jalan bareng gini lagi. Seperti yang sering dilakukan ortu saya dulu ketika kami masih kecil-kecil. Gambar Kutipan dibawah ini cocok sekali seperti yang ada dipikiran saya sejak lama, thats why i love travelling. Kemana aja, asal bareng orang-orang tercinta ^^ BYzHMa-CUAAZuq4

Iklan

Pernikahan Sausan dan Taufan November 12, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
3 comments

Tepat sebulan yang lalu, 12 Oktober 2014, adikku Sausan Shalihah menikah dengan seorang laki-laki yang bernama Taufan Ali Nuryanto (Auf). Akad dan resepsi pernikahan berlangsung di Masjid Puri Cinere. Perkenalan Sausan dan Auf melalui proses ta’aruf. Awalnya, teman saya yang berdomisili di Jogja menawarkan Auf ke saya untuk adik saya. Tapi adikku masih kuliah, memangnya ikhwannya mau ? begitu jawaban saya. Adik saya tidak boleh berhenti kuliah karena nikah. Itu memang sudah menjadi persyaratan dari Papa. Seperti saya dan Dida juga dulu begitu. Iya ikhwannya gak masalah, begitu jawaban teman saya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Ikhwannya juga suka dan pandai berbahasa Jepang, sama kan kayak Sausan?” Eh, iya sih, jarang-jarang ada ikhwan yang suka dan pandai berbahasa Jepang, tapi itu kan bukan syarat utama. Hehe. Syarat utama tentu laki-laki yang berakhlaq baik juga shalih, sehingga diharapkan ia dapat membimbing adik saya dengan baik, insyaallah.

Singkat cerita saya jadi mak comblang untuk adik saya (lagi). Saya Kepoin FB-nya Auf. Ketika membacanya pertama kali. Lhoh ini kok mirip banget sama Sausan ya? Udah namanya mirip. Taufan-Sausan. Bahasa Inggrisnya juga lumayan, dan Sausan emang yang bahasa inggrisnya paling lumayan diantara kami kakak-beradik (menurut saya). Bukan itu saja, tapi dengan “membaca” FB-nya secara keseluruhan dan diambil kesimpulan secara umum, memang “terbaca” banyak sifat yang mirip dengan adik saya. Aha, ya, mereka memang sama-sama Introvert. Hehe. Ketika saya menyuruh keduanya mengikuti Test Psikologi via Internet pun hasil keduanya sama: Pemikir Analitis 😀 Ada satu hal yang cukup membuat Sausan bertanya-tanya, yaitu soal tinggi badan sang calon. Maklum, Auf tinggal jauh di seberang pulau, Balikpapan. Karena Sausan juga anak perempuan yang paling tinggi diantara kami berempat. Jelas tingginya diatas 165cm, karena tinggi saya segitu 😀 . Tentunya wajar bila perempuan ingin pasangannya lebih tinggi atau minimal sama dari dirinya. Sama seperti saya juga dulu bertanya-tanya soal tinggi badannya Aa. Hehe.

Hingga pada akhirnya, Auf datang jauh-jauh dari Balikpapan untuk melakukan proses nazhar dengan Sausan. Kami sepakat untuk bertemu di Restoran Mang Engking UI. Karena Auf tidak begitu suka dengan keramaian. Jadi, sepertinya mang Engking cukup nyaman untuk kami semua. Sausan ditemani saya, suami saya beserta Khalid Khansa. Alhamdulillah. Tidak lama berselang, Auf langsung datang ke rumah menemui Papa. Yaudah, begitu aja. Langsung aja. Iya. Ternyata keduanya setuju untuk terus melanjutkan proses. Ehm. Saya yang kaget. Lho ini gak mikir-mikir lagi apa san? udah langsung oke gitu abis liat barusan? 😀 dan jawabannya iya. Wow. Yasud 😀 alhamdulillah.

Tidak lama dari proses nazhar, papa mama dan Sausan berangkat ke Balikpapan untuk bertemu dengan Auf dan keluarga. Alhamdulillah berjalan lancar juga, dan dapat oleh-oleh kepiting kalimantan (Lhoo). Iya, maklum, jarang-jarang makan kepiting. hihihi. Pada pertemuan itu, dibicarakan lagi tanggal menikah. Dan ternyata sebulan setelah hari tersebut. What? cepet amat? yakin nih? iya, yakin. Auf-nya juga mau cepat kak, jawab Sausan. Iya sih. Oke lah kalau begitu. Jadi, selama sebulan persiapan pernikahan Sausan kami juga cukup sibuk. Mulai dari memilih tempat, catering, baju pengantin, dll.

Mama memutuskan untuk tidak memakai WO untuk kali ini, tidak seperti pernikahan Dida. Saya tegaskan kalau tidak pakai WO, kita siap untuk cape. Banyak survei sana-sini. Namun alhamdulillah dimudahkan Allah. Meski memakan waktu dan tenaga juga pastinya. Tapi hikmahnya, jadi banyak tau range harga tempat akad dan resepsi di beberapa Masjid. Tau catering yang Oke. Tau tempat beli baju yang oke di Tanah Abang hehe. Alhamdulillah, akad dan resepsi berjalan dengan lancar.

Semoga pernikahan Sausan dan Auf menjadi sakinah, mawaddah wa rohmah. Diberikan banyak kesabaran dalam menghadapai ujian kehidupan. Serta dikaruniakan anak-anak yang shalih dan shalihah sebagai penyejuk mata kedua orangtuanya. Aamiin.

~*Afra Afifah*

[12 November 2014]

5 November 2014 November 6, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

Hari ini jatah usiaku berkurang, sudah 26 tahun aku hidup di dunia. Aku hanya berharap umur-umur yang aku lalui diberkahi Allah, dan semakin berkurangnya usiaku, semoga semakin dewasa dalam menghadapi problematika kehidupan yang datang silih berganti. Karena sesungguhnya, tidak ada gunanya bila dikaruniai umur yang panjang, tapi tidak digunakan dalam rangka ketaatan kepada Allah. Dan kematian, bisa datang dengan tak terduga. Semoga Allah menyabut nyawaku dalam keadaan Husnul Khotimah.
Rabu pagi di tanggal 5 November 2014 ini, aku masak kare jepang. Tinggal ikutin instruksi dari bungkus kemasannya, karena aku beli bumbunya aja hehe. Alhamdulillah enaak. Tidak lupa aku bekali anak-anak dengan pao karakter yang lucu-lucu. Khalid minta Angry Bird, sedangkan Khansa, memilih Hello Kitty.

10650029_10204822947871727_1702453767117059048_n

1966921_10204822957831976_2457929334429462887_n

10469368_10204824169622270_2667237440113961104_n

Hari ini pertama kalinya juga aku ikut ta’lim bersama orangtua walimurid Annash lainnya di Rumah Ibu Nina, beralamat di Noor Residence, Pejaten Barat. Ustadz yang mengisi Ust. Ali Basuki Hafizahullah. Sudah lama aku ingin sekali mengikuti ta’lim rutin khusus ummahat ini, hanya saja belum bisa, karena habis antar Khalid, aku harus balik lagi ke rumah orangtua di Jagakarsa untuk menjaga Khansa, kalau-kalau dia mau Pup or Pee, dan makan juga tentunya. Ngajak Khansa ikut serta juga belum memungkinkan, karena aku bakal lelah sekali jagain dia kesana kemari, dan bisa dipastikan dia akan tertidur di jalan dalam perjalan pulang ke Depok. Repot banget pastinya, karena yang tidur bukan Khansa aja, tapi Khalid juga hampir selalu tertidur di motor bila sudah 3/4 perjalanan pulang. Kalau tertidur di mobil sih ga masalah insyaallah, anak-anak bisa aman dan nyaman. Nah ini bawa dua anak dan dua-duanya tertidur di motor. Bisa dibayangkan? 😀 udah jadi “makanan sehari-hari” sih buatku. Makanya itu sebelum jemput Khalid, aku usahakan sudah boboin Khansa, supaya ketika Khalid sudah dijemput, dan kami akan balik ke Depok, khansa udah seger lagi, gak ikut-ikutan tidur. (*sambil berharap tabungan kami bisa segera terkumpul untuk membeli mobil, aamiin, one day, insyaallah ^^ )

Bisa ikut ta’lim tanpa membawa anak-anak bagiku di masa sekarang-sekarang ini merupakan suatu “kemewahan” , karena aku jadi bisa konsen mendengarkan dan mencatat dengan baik penjelasan dari Ustad, sama ketika masih single dulu. Kalau bawa anak? yah, ada aja maunya ntar 😀 minta ini itu, ga betah duduk diem lama (iyalah) dst dst..weuh banyak 😀 mesti nyiapin banyak “amunisi” untuk mensiasati anak-anak supaya tetap “tenang” dan sabar sampai kajian selesai hehe.

Ada yang lucu ketika dalam perjalan menuju Rumah Ibu Nina tadi pagi, mba Meta Ummu Amare yang duduk disebelahku bilang:

“waduh ini kebanyakan isinya bumil-bumil ya, mudah-mudahan gak ketularan (hamil)”.

Lalu saya menimpali “wah kalau saya malah udah kepengen hamil lagi hehe, emangnya Amare berapa bersaudara mba?” tanyaku.

Mba Meta menjawab “baru dua sih, tapi kan umurku udah 41 tahun gitu lhoo” .
“hah? 41?” kaget juga aku, karena aku menyangka umur beliau masih 35-an seperti hampir sebagian besar ummahat annash.

Kemudian aku melanjutkan: “ibuku umur 45 lho”
Eh, malah lebih kaget lagi mba meta hahaha “haaah? emangnya Afra umur berapa?”
“umur 26” jawabku.
“Apa?? afra 26??” tanya Ummu Filzah menimpali.
“wah mestinya kita gaulnya sama ibunya Afra ya, ya ampuun.. ” kata Mba Meta.

hehe, ya memang aku merasa aku ummahat yang paling muda di Annash sih (sejauh ini dari pengamatanku 😀 ) .
Lalu ketika mobil yang kami tumpangi sudah sampai di rumah Ibu Nina, mba meta berkata lagi “widih keren ya pake spatu kets gitu, masih muda asik ya bisa pake bgituan, keren aja gitu liatnya”
hahaha ada-ada aja mba Meta.. dalam hatiku sih (ini soal selera, aku memang lebih suka dan lebih nyaman pakai kets dibandingan pakai spatu flats cewek) 😀

Sesampainya di rumah, alhamdulillah Pizza dan Lasagna yang aku pesan ke Ummu Razan datang, pizzanya enaaak, lasagnanya juga ^^ . Aku pesan bukan dalam rangka hari lahirku. Hehe. Kebetulan aja dua hari sebelumnya aku membaca status FB Ummu Razan yang sedang buka PO untuk Pizza dan kue-kue lain yang beliau bikin. Pesan paling lambat hari selasa sore. Rabu pengiriman. Aku yang udah lama ingin mencoba Pizza-nya Ummu Razan jadi gak sabar untuk segera menghubungi beliau. Akhirnya kesampaian juga 😀 Menjelang sore, aku kelelahan. Karena masih mengurus orderan, packing, dan mesti kirim paket ke JNE. Biasanya aku panggil kurir atau suamiku yang antar ke JNE. Tapi qodarullah aa masih belum sembuh betul untuk membantu mengantarkan paket ke JNE.

10685500_10204824815478416_730342730558116746_n
Sepulangnya dari JNE aku bener-bener tepar, ya hari rumah cukup berantakan, karena semenjak siang aku udah kelelahan. Menjelang jam 11 malam, Aa bangunin aku untuk shalat Isya, alhamdulillah. Dan surprise, aa juga udah banyak membantu merapikan ruangan. Merapikan kamar, ngurus anak-anak ketika aku tepar tadi. Tentu saja juga menjaga Khansa di rumah supaya aku nda kelelahan lagi seperti beberapa hari sebelumnya, makanya aku bisa ikut ta’lim hari ini. Alhamdulillah.

i-love-zawji-131288868733
Jazakallahu Khayran Aa, it’s mean a lot for me. Bagiku perhatian-perhatian semacam itu yang paling aku butuhkan, it’s priceless. Bersabar ketika aku kelelahan dan rumah belum bisa ke handle dengan baik, gak protes sama sekali rumah berantakan. Padahal aku sendiri maunya klo suami pulang ya rumah sudah rapi, urusan anak-anak beres. Lebih sering aku yang protes kalau rumah berantakan. Aku emang gak bisa liat yang berantakan. Pusing. Malah bisa gelisah dan sulit mengerjakan yang lain bila ngeliat rumah berantakan. Tapi suamikulah yang sering menenangkan aku untuk bersabar dan mengerjakannya satu-satu dan pelan-pelan “insyaallah nanti beres juga bunda, sabar ya, aa tau bunda cape” Masyaallah. Barakallahufik suamiku.

~* Afra Afifah*~
[Menjelang Tengah Malam, 5 November 2014, Tanah Baru, Depok]