jump to navigation

Membebaskan Hujan Juni 18, 2011

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
9 comments

ada yang ingin menjaring hujan
dengan pepatah-petitih tua
yang tak lekang meski basah-
hujan buru-buru menghapusnya

ada yang ingin mengurung hujan
dalam sebuah alinea panjang
yang tak kacau meski kuyup
hujan malah sibuk menyuntingnya

ada yang ingin membebaskan hujan
dengan telapak tangan
yang jari-jarinya bergerak gemas-
hujan pun tersirap: air mata

~*Sapardi Djoko Damono*~

Iklan

Ragaku, Masih Disini… Juni 17, 2011

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
1 comment so far

Pikiranku pergi jauh melayang…

Ke tempat-tempat indah di negeri ini…

.

Berkelana…

Menikmati udara sejuk pegunungan…

Melihat indahnya senja…

dari pinggir pantai…

pulau timur Indonesia…

.

Bebas…

Pergi kemanapun aku mau…

.

Sayang, ragaku masih disini…

Terkungkung di sebuah kota, yang penuh hiruk pikuk dan dinamika…

Jakarta, kota kelahiranku…

.

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 17 Juni 2011]

(dibuat setelah aku membaca sms dari dirinya, yang sedang berada di Tanah Lot, Bali)

*Pict By Google*

Percakapan Malam Hujan Juni 15, 2011

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
1 comment so far

Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan payung, berdiri di samping tiang listrik.

Katanya kepada lampu jalan,

“Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam.”

“Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah;

asalmu dari laut, langit, dan bumi;

kembalilah, jangan menggodaku tidur.

Aku sahabat manusia. Ia suka terang.”

~*Sapardi Djoko Damono*~

[Hujan Bulan Juni, 1973]