jump to navigation

Memilih Sekolah (Annash) Untuk Anak-Anak~! :) Juli 15, 2014

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags:
7 comments

Khalid (4th) dan Khansa (3th) sudah lama antusias ingin sekolah, setelah melihat anak-anak tetangga yang seusianya dan diatasnya setahun, sudah pada bersekolah. Di Depok sebenarnya banyak KB dan TK, tapi akhirnya saya dan suami sebagai orangtua memilih Sekolah Annash sebagai sekolah anak-anak kami,bi’idznillah.
Saya pribadi “tau” ada sekolah Annash mungkin sejak sekolah ini baru-baru berdiri. Beberapa tahun yang lalu. Tau lewat internet. Bermula dari link ini–> http://sekolah.muslim.or.id/2-tk/an-nash.html dan ini–> https://sites.google.com/site/sekolahannash/
Awal melihat website dan melihat galeri fotonya, saya sudah sreg, melihat fasilitasnya yang bagus, insyaallah. Apalagi melihat kurikulumnya. Dulu websitenya belum seperti yang sekarang www.sekolahannash.com tapi masih berupa alamat link yang cukup panjang. Dan ternyata, teman-teman saya juga mengajar disana, yang saya tau mereka mempunyai background pendidikan yang baik. Seperti lulusan UI, UNJ Pendidikan Anak Usia Dini, dan yang setara dengan itu.
Tapi waktu itu Khalid Khansa masih kecil-kecil, setelah bertanya sana sini kepada teman-teman saya yang berkerja sebagai guru KB-TK dan guru SD, saya memutuskan untuk memasukkan anak ketika usia TK saja. Malah tadinya berpikir untuk langsung memasukkan ke SD saja 😀 . Kenapa gak memasukkan ke Kelompok Bermain/Pre-School? Salah satunya karena saran dari teman-teman bahwa umur-umur segitu masih terlalu kecil untuk “sekolah”, biarkan aja di rumah, main sama bundanya dan kakak/adiknya. Bangun ikatan yang kuat dulu. Lagi pula, masuk KB biasanya hanya 2kali dalam sepekan atau 3kali dalam sepekan.
Ketika usia Khalid sudah cukup untuk masuk TK, saya dan suami berdiskusi, apakah mau memasukkan Khalid ke TK dulu atau langsung SD saja? Mengingat anaknya sangat aktif, dan perkembangan berbicara Khalid tidak seperti anak-anak seumurannya yang mungkin lebih lancar bicaranya. Usia 1-3th Khalid belum bisa bicara,atau mungkin masih sangat sedikit bicaranya. Sempat di terapi wicara di Hermina juga, meski akhirnya kami hentikan karena tidak sreg dengan metodenya (Khalid hampir selalu menangis kencang selama di terapi, khawatir trauma). Namun Alhamdulillah usia 3,5 makin banyak kosa kata dan lama-lama makin jelas pengucapannya. Kami juga memasukkan Khalid ke TK A dulu, tidak langsung TK B, meski dari segi umur Khalid sekarang 4th 9bulan, sudah bisa dimasukkan ke TK B. Insyaallah supaya ketika masuk SD, usia Khalid sudah “matang”.
Oke, balik lagi. Di Depok sebenarnya banyak KB-TK. Bahkan ada KB-TK di samping Komplek yang kami tinggal sekarang. TK sunnah juga ada. Tapi, tentu kami punya keinginan dan harapan-harapan mengenai pendidikan, lingkungan dan tentu saja guru-guru yang mengajar anak-anak kami.
Harapan-harapan kami seperti:

  • Kami ingin anak-anak mendapatkan lingkungan sekolah yang baik, diajarkan alquran dan sunnah, berdasarkan pemahaman para salafusholih.
  • Hal utama untuk usia dini adalah diajarkan adab-adab dan akhlaq yang baik, sesuai quran-sunnah.
  • Diajarkan hafalan alquran, hadist-hadist Rasulullah shallahu’alaihiwasallam. Diajarkan tajwid dan pelafalan yang benar dalam membaca alquran.
  • Dibiasakan untuk berpakaian muslim sejak dini.
  • Tidak diberi PR (apalagi masih TK 😀 ).
  • Anak-anak bisa betah dan bersemangat dan fun kalau mau sekolah. Dan ini terbukti, Khalid antusias sekali ketika akan sekolah, dan malah protes ketika sekolah libur :p
  • Jumlah guru dan jumlah anak yang di handle guru masih wajar. Tidak membludak. Seperti 30 orang dengan guru hanya 1 atau 2. (Bagaimana mungkin 1orang guru bisa menghandle anak-anak sebanyak itu? 2 guru pun belum cukup untuk menghandle anak-anak (apalagi masih usia TK) sebanyak itu.
  • Fasilitas untuk menunjang anak belajar memadai dan membuat anak merasa nyaman di sekolahnya.
  • Di sekolah ini, anak-anak gak diajarin bernyanyi, berjoget-joget, menari, dan sejenisnya. (Seperti sekolah pada umumnya). Itu juga yang kami inginkan. Tapi kok anak-anak bisa betah? Tanya kenapa? 🙂

Setelah mencari info sana sini dan mempertimbangkannya masak-masak, kami menjatuhkan pilihan pada annash. Memang, cukup jauh dari rumah. Tidak bisa hanya berjalan kaki. Tapi, setelah mempertimbangkan jarak dan tentu saja kebaikan-kebaikan yang akan didapatkan (insyaallah) kami tetap memilih annash.
Apalagi di sekolah ini, murid anak laki-laki dan perempuan juga dipisah kelasnya, “padahal” masih usia TK lho^^ serta diajarkan sekali adab-adab dan sunnah-sunnah sehari-hari. Toilet ada disamping kelas. Bersih. Anak-anak KB yang masih usia 2 dan 3 tahun itu. Tentu saja ketika di sekolah dan kalau mau ke kamar mandi/sejenisnya, semua sudah menjadi tanggungjawab para guru. Begitu pula siswa-siswa TK. Ditemani, diajarkan sunnah-sunnah masuk, di dalam toilet dan ketika keluar toilet. Masyaallah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Lingkungan sekolah aman, nyaman dan bersih. Guru-gurunya sangat ramah, welcome dan pandai sekali mengambil hati anak-anak (dalam pengamatan saya setelah 4hari mengantar dan menunggu Khalid di annash). Hampir 99% orang tua (wanita) juga berpakaian syar’i. masyaallah. Ibu gurunya juga berpakaian syar’i. Contoh yang baik untuk anak-anak.
Terlebih di sekolah ini ada peraturan area wajib berbusana muslimah. Petugas sekolah yang laki-laki, (penjaga sekolah). Hanya berjaga di Pos-nya saja. Laki-laki tidak diperkenankan masuk ke dalam sekolah. Jadi, orang tua yang boleh masuk hanya wali murid perempuan, alias ibunya anak-anak.
Saat jam istirahat, anak-anak bermain tetap dalam pengawasan para guru. Anak yang berebutan mainan, akan dilerai gurunya dengan cara yang baik dan diminta guru untuk meminta maaf kepada anak lain yang direbut mainannya.
Ketika anak-anak pulang, guru-guru dan pihak sekolah dengan sigap mengecek satu persatu anak. Apakah sudah dijemput atau belum. Begitu pula dengan penjaga sekolah yang menginfokan dari luar. Apakah si anak sudah dijemput dengan orang yang biasa menjemput atau tidak. Jadi, anak-anak yang telat dijemput, akan main dulu dengan gurunya di dalam. Dijaga oleh para guru . So, ga ada cerita ketika jam pulang, anak dibiarkan keluar begitu saja tanpa pengawasan.
Ohya, satu lagi, di Sekolah Annash juga ada Pusat Studi Islam Annash (Pusdinash) tempat para wali murid belajar Tajwid, dan Bahasa Arab. Waktunya, bersamaan dengan jam belajar anak-anak. Jadi, ketika anak-anak belajar, orang tua juga bisa ikutan belajar di Pusdinash. Saya pribadi sampai menuliskan tuliskan ini belum mendaftar di pusdinash. Karena Khalid baru masuk tanggal 7 Juli 2014 kemarin, baru empat hari masa orientasi siswa, langsung libur lagi sampai setelah lebaran insyaallah.
Meski awalnya sempat ragu karena jaraknya, tapi Alhamdulillah Allah menguatkan azzam kami dan diberikan rezeki sehingga Khalid bisa bersekolah disini (Insyaallah Khansa tahun depan). Melihat juga kebanyakan anak-anak di Annash rumahnya jauh-jauh. Ada yang dari Tanah Abang , Tebet, Bintaro, Permata Hijau, dll.
Semoga anak-anak kami menjadi anak-anak yang Shalih, Cerdas, bermanfaat bagi agama Allah serta orang-orang sekitar. Aamiin ^^

~*Afra Afifah*~
[Tanah Baru, Depok]

Nb: untuk video-video dari sekolah annash, bisa diliat disini

Story Behind Afra’s Birth Date Juli 2, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

1179560218

Kemarin dapat info link aplikasi ini dari seorang teman di Facebook http://a1.funappsworld.com/dobstorys/ , kemudian saya coba dan saya pun dibuat terkesima dengan aplikasi ini. Hebat! 98% akurat mendeskripsikan seorang Afra Afifah. Salut untuk yang buat aplikasi ini, sambil mikir gimana caranya sang programmer membuat aplikasi yang menghasilkan rangkuman yang bisa mendeskripsikan orang dengan cukup akurat :). Awesome~!