jump to navigation

Undangan Pernikahan~ :) April 30, 2012

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
4 comments

cover depan

.

ar-ruum 21

.

akad nikah

.

resepsi

.

al-furqaan: 74

.

peta lokasi

.

cover belakang

.

Inilah undangan pernikahan kami, silahkan di klik untuk memperbesar gambar. Beberapa teman suka menanyakan contoh format undangan pernikahan ke saya, dan karena filenya masih tersimpan dengan baik di email, maka dengan senang hati saya forwardkan kepada mereka. Karena hal tersebut, saya jadi mempunyai ide bagaimana jika di postingkan di blog saja? 🙂 Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi bagi teman-teman yang akan menikah…^^

Jarak antara lamaran dan pernikahan yang kurang lebih hanya satu bulan (november 2008 khitbah, desember 2008 menikah). Membuat saya harus bergerak cepat untuk mengurus pernikahan. Semua diurus sendiri bersama mama dan bantuan keluarga besar serta para sahabat, karena kami tidak memakai Wedding Organizer. Saya suka yang simple. Begitu pula suami. Maka dengan cepat dipilihlah model design undangan ini dengan hard cover. Karena tema pernikahan kami adalah ungu. Tentu saja undangannya dicetak berwarna ungu, tidak hijau, apalagi merah 😛

Ide dan kata-kata dalam undangan kami, berasal dari kami berdua. Kalau saya mempunyai ide untuk memasukkan puisi pak Sapardi Djoko Damono dalam undangan, berikut surat al-furqaan ayat 74 (inginnya sih, Buhul Cinta karya Ust. Armen Halim Naro -rahimahullah-, tapi dulu saya maupun suami belum tau ada “buhul cinta”), jadilah puisi pak sapardi yang dimasukkan ke undangan karena saya pribadi suka sekali dengan puisi-puisi beliau. Sedangkan Aa, alias suami saya, bliau lah yang mengkonsep kata-kata dalam undangan berikut doa yang beliau buat di atas cetakan surat al-furqaan 🙂

.

Alhamdulillah : )

~*Afra Afifah*~

Akhir April 2012

[Griya Rahmani Ketika Hujan di Sore Menjelang Maghrib]

Khitbah~ April 23, 2012

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
3 comments

The Day Will Come…  Ya Zawjati…

.

[November 2008]

Pakaian Taqwa April 23, 2012

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
add a comment

Saya suka sekali melihat laki-laki mengenakan thobe, apalagi jika laki-laki itu adalah suami saya 😀 . Bagi saya, thobe seperti pakaian ketaqwaan. Dan alangkah bagusnya bila akhlaq dan amal si pemakai, juga sesuai dengan pakaian yang dikenakannya. Meskipun kita tidak bisa menjamin bila ia memakai thobe, maka akhlaq dan amalannya bagus.

[thobe, pict from google]

Seperti wanita yang berjilbab. Semakin Jilbabnya lebar dan panjang. Semakin anggun ia terlihat, masyaallah : )

Jilbab yang panjang ibarat perisai. Sering kali jilbab membuat pelakunya malu untuk berbuat maksiat. Jadi, tidak usah menunggu menjadi baik untuk berjilbab. Berjilbablah, maka insyaallah Allah akan menjagamu. Menjagamu dari pandangan laki-laki yang bukan haknya untuk memandang. Dan menjagamu dari kemaksiatan. Insyaallah…

[pict from here]

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 (QS. Al Ahzab [33] : 59)

Salam,

~*Afra Afifah*~

[sore hari di griya rahmani 23 april 2012]

Detektif Conan April 21, 2012

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
5 comments

Ada satu komik yang sampai sekarang masih saya baca, yaitu: “Detektif CONAN” 😀 hmm ya, saya masi membacanya…masih penasaran kisah serunya…dan tingkah konyol para tokoh di dalamnya. Tak jarang saat membacanya membuat saya tertawa terbahak-bahak. Tetapi juga sering membuat saya berpikir keras untuk menebak siapakah pelakunya. Detektif Conan mempunyai history tersendiri bagi saya. Karena saya pertama kali membacanya ketika saya kelas 5 SD. Dan sekarang..? Umur saya sudah 23 tahun dan mempunyai 2 anak hehehe :mrgreen:  makanya kerap kali ortu saya juga suka meledek kebiasaan saya ini. Saya sih beralasan yah seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Namun rupanya saat kecil papa dan mama juga suka membaca novel Agatha Cristhie 😀 . Yah mungkin jadi nurun ke anak nya yang satu ini 😛

[pict from here ]

Sejak  SD saya suka membaca komik. Dari membaca komik pulalah saya menjadi suka membaca buku. Meski tanpa gambar sama sekali. Ya walaupun terkadang saya merasa yang tanpa gambar terasa membosankan. Tergantung isi buku tersebut juga sih 🙂 .

Namun saya dilarang untuk membeli komik sama papa saya hehe. Saya sendiri sebenarnya juga tidak suka mengkoleksi komik..sayang soalnya..komik itu cukup dibaca sekali..tau jalan ceritanya..udah deh. Jadi tidak perlu dikoleksi :p . Waktu itu saya ngumpet-ngumpet kalau membaca komik di rumah. Takut ketauan papa..kalau ketauan, bisa berabe urusannya hahaha :mrgreen: Karena papa (waktu saya masih kecil) ga suka ngeliat anaknya baca komik, mestinya belajar :mrgreen: Nah, kalau sudah jadi “emak-emak” seperti sekarang kan beda urusannya *loh* hihi.. Papa Mama malah jadi ikutan sharing tentang kegemarannya membaca novel detektif.

Saya paling gak suka baca komik anak-anak perempuan, serial cantik ya namanya kalau saya tidak salah ingat, yang isinya menurut saya “gitu-gitu” aja.. cintalah..persabatan..marahan..*hadeh males banget* beberapa komik yang pernah saya baca dari awal sampai habis diantaranya : “sylphid” berkisah tentang kuda..pacuan kuda.. dari luar alias dari covernya memang komik ini ga menarik sama sekali. Tapi setelah dibaca seru juga..karena ada kisah persahabatan yang tulus didalamnya juga tentang pengorbanan. Saya dikasih pinjam sama teman saya yang bernama Natasha dari jilid 1 sampai tamat.

[pict from here ]

Ada juga beberapa komik jepang lainnya, tapi saya sudah lupa judulnya. Komik humor seperti chibi maruko chan, shin chan..pokoknya yang diblakangnya “chan2” *LOL* Ada juga detektif kindaichi, tapi saya tidak terlalu suka membacanya. Selain gambarnya jelek, kisah kriminal di dalamnya juga terlalu sadis. Hampir semua malah. Berisi pembunuhan-pembunuhan yang…hmm cukup menyeramkan. Saya juga sempat ngikutin komik naruto. Bahkan sampai saya kuliah hehehe. Malu-maluin? Ya biar aja orang bilang gitu. Saya suka naruto karena nilai persahabatannya itu cukup patut ditiru, dan lagi-lagi pengorbanan dan perjuangan supaya menjadi orang yang lebih baik. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk ga meneruskan membaca komik naruto. Karena adik sepupu saya Ahmad Qosam yang biasa meminjamkan komik-komiknya kepada saya, waktu itu dia akan masuk pesantren di kuningan. Padahal ketika itu dia baru lulus SD 😀 . Setelah ia lulus SMP. Dan melanjutkan SMA nya di SMA negeri di Jakarta. Ternyata dia juga sudah tidak mengikuti naruto lagi. Yasudah nothing to lose juga buat saya. Kecuali Conan 😀

Bagi saya komik detektif conan itu berbeda. Kenangan masa kecil yang membuat komik itu berbeda : ) . Masih jelas dalam ingatan, komik tersebut saya pinjam ketika sedang bermain dengan teman-teman sepermainan saya saat SD dulu. Tapi, saya lupa, siapa yang pertama kali meminjamkan komik tersebut kepada saya, dan, siapa yang punya? Ah.. masa kanak-kanak.. selamanya memang selalu indah untuk dikenang…

~*Afra Afifah*~

[Griya Rahmani, Depok, Pukul Setengah Satu Malam, 22 April 2012]

KOMUNIKASI UI [Part 2] April 20, 2012

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
25 comments

Ketika itu (dalam waktu memutuskan dan memilih jurusan di universitas) saya tidak terlalu disibukkan dengan memikirkan pilihan orang lain… Barulah saat sudah memilih (dan tak mungkin saya ubah lagi) saya banyak tanya ke teman-teman jurusan apa yang akhirnya mereka pilih… ada yang FH UI… FIKOM Unpad..Teknik Industri ITB.. Teknik Kimia UI..Kedokteran UI ..dll . Ada juga yang tidak PD memilih UI, dan ada juga yang mengurungkan niatnya untuk memilih jurusan impiannya di UI dengan alasan”ketinggian” . Sebenarnya dia ingin memilih komunikasi UI, tapi khawatir tidak masuk..akhirnya dia memilih salah satu jurusan di FEUI dengan passing grade dibawah komunikasi..(yang jelas bukan akuntansi, hehe).

SMAN 78 Kemanggisan, Jakarta Barat

Saya yang ketika itu memilih komunikasi UI sebagai pilihan pertama lantas berpikir”ketinggian ga ya saya memilih?”  karena..teman yang saya tanyain itu jelas jauh lebih pintar dibanding saya.. dia masuk juara umum di SMA 78 jurusan IPS…  sedangkan saya tidak hehe.. saya 10 besar di kelas aja waktu itu (Alhamdulillah..mesti disyukuri kan ya ^^)

Hari berlalu dengan cepat.. hari-hari selalu diisi dengan belajar dan mengerjakan soal-soal..serta beribadah untuk meminta yang terbaik..dan tibalah di hari itu, SPMB. Saya diantar papa dengan menggunakan motor menuju SMAN 35, tempat saya ujian SPMB, yang untungnya..SMA 35 itu tidak jauh dari tempat tinggal orangtua saya dulu, di pejompongan. Saya ingat, sebelum sampai di tujuan, kami berpapasan dengan tukang sampah yang biasa bertugas untuk mengurus sampah di lingkungan tempat tinggal kami, lalu papa bersedekah ke bapak tsb sambil memohon kepada Allah agar anak sulungnya ini dimudahkan ujian SPMBnya :’)

Alhamdulillah..soal-soal bahasa inggris dan bahasa Indonesia di hari pertama hampir semua bisa saya jawab. Kecuali, MATEMATIKA *huahahah* ya sudahlah saya memang mengakui saya kurang sekali dalam bidang yang satu itu. Tapi setidaknya, saya tau.. saya tidak boleh fokus di kekurangan saya yang satu itu..maka saya fokus di kelebihan-kelebihan saya.. saya akui saya sulit berlatih juga dalam soal matematik..karena kalau belajar matematik saya benar-benar butuh guru yang mendampingi yang bisa saya tanyain stiap kali saya mngalami kesulitan..karena itu, saya sangat kesulitan..karena papa juga sudah ksulitan pula untuk mengajari saya matematika SMA. Makanya saya lebih sering bertanya ke teman dan guru.. meski tetap saja otak saya ini tetap lama menerimanya hehe.. sering kali saya bertanya “kenapa mesti begini..? kenapa mesti begitu..? kenapa caranya ga bgini dan bgitu..?” lalu sahabat saya yang mengajari saya bilang” udah dari sono rumusnya fra, hahaha”  -__-

pict by: 9gag

Kurangnya saya dalam matematik..tidak membuat saya patah semangat..meski terkadang cukup membuat saya minder heheheh..tapi waktu itu saya merasa “Allah masih menolong saya” kenapa? Bruntung saya.. karena yang diujikan dalam SPMB tidak hanya matematik 😀 karena itu saya berlatih terus soal-soal bahasa inggris..bahasa Indonesia..juga soal-soal IPS dan ips terpadu.. saya “genjot” kekurangan saya dimatematik dengan berusaha keras di  mata pelajaran lain..

Alhamdulillah..saat penentuan itu pun tiba.. waktu itu akhirnya jam menunjukan pukul 12 malam.. deg2an? Tentu saja. SANGAT! Karena malam itu semacam “penentuan” masa depan saya.. akhirnya saya buka situs online SPMB.. saya masukan no spmb saya..bismillah.. dan hasilnya?? “SELAMAT anda LULUS SPMB” masyaallah..betapa bahagianya saya saat itu.. karena saya bisa membahagiakan ortu saya..bisa membuat mereka bangga, akhirnya anak sulungnya ini bisa masuk UI..walaupun saat itu belum diketahui saya masuk di jurusan apa.. (masuk UI aja udah senengnya bukan main) kmudian saya cari kode jurusan yang saya diterima.. dan jawabannya adalah KOMUNIKASI!!!, ya, saya di terima di KOMUNIKASI UI.. ya Allah.. waktu itu saya benar-benar tidak menyangka…  ha? Ini bener ya? Kayak mimpi..

[perpustakaan UI, pict from here]

Papa saya yang waktu itu masih bangun pun senang sekali..mama saya kmudian terbangun.. dan juga sangat bersyukur.. mama papa kmudian sujud syukur dan mnyuruh saya jg untk shalat..  tidak lama setelah itu..papa bilang “sebenarnya papa udah mimpi..kalau afra lulus spmb” tapi ntar dulu deh papa tahan ngasi taunya sampai mimpinya benar-benar terbukti.. kira-kira seperti itu kata-kata yang diucapkan papa…

ALHAMDULILLAH.. rasanya, LULUS SPMB menjadi salah satu hari paling bahagia dalam hidup saya.. karena perjuangan saya selama ini “terbayarkan” : )

~*Afra Afifah*~

[Griya Rahmani, Depok,  6 tahun setelah LULUS SPMB J ]

Cinta April 8, 2012

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
Tags:
5 comments

karena cinta adalah kata kerja…ia harus dipupuk…dan dirawat…

dengan kecintaan kepada ALLAH…

.

dan aku bahagia, ketika aku dapat mencintai orang yang sama, berulang kali…

.

~*Afra Afifah*~

[Depok, hampir jam 4 pagi,  9 April 2012]

.

pict by: poectic islam