jump to navigation

Bunga-Bunga di Halaman Oktober 18, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
4 comments

mawar dan bunga rumput
di halaman: gadis yang kecil
(dunia kecil, jari begitu
kecil) menudingnya…

mengapakah perempuan suka menangis
bagai kelopak mawar; sedang
rumput liar semakin hijau suaranya
di bawah sepatu-sepatu…

mengapakah pelupuk mawar selalu
berkaca-kaca; sementara tangan-tangan lembut
hampir mencapainya (wahai, meriap rumput di tubuh kita)…

~*Sapardi Djoko Damono*~

[1968]

Gerimis Kecil Di Jalan Jakarta, Malang Oktober 8, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
4 comments

seperti engkau berbicara di ujung jalan…
(waktu dingin, sepi gerimis tiba-tiba
seperti engkau memanggil-manggil di kelokan itu
untuk kembali berduka)

untuk kembali kepada rindu…
panjang dan cemas…
seperti engkau yang memberi tanda tanpa lampu-lampu
supaya menyahut, Mu…

~*Sapardi Djoko Damono*~

[1968]


Dalam Doa:III Oktober 7, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
2 comments

jejak-jejak Bunga selalu: betapa tergoda
kita untuk berburu, terjun
di antara raung warna…
sebelum musim meninggalkan daun-daun…

akan tersesat di mana kita…
(terbujuk jejak-jejak Bunga) nantinya; atau
terjebak juga bayang-bayang Cahaya…
dalam nafsu yang kita risau…

~*Sapardi Djoko Damono*~

[1968]

Dalam Doa:II Oktober 7, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
add a comment

saat tiada pun tiada…
aku berjalan (tiada-
gerakan, serasa
isyarat) Kita pun bertemu…

sepasang Tiada
tersuling (tiada-
gerakan, serasa
nikmat): Sepi meninggi…

~*Sapardi Djoko Damono*

[1968]

Dalam Doa:I Oktober 6, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
1 comment so far

kupandang ke sana: Isyarat-isyarat dalam cahaya…
kupandang semesta
ketika Engkau seketika memijar dalam Kata…
terbantun menjelma gema. Malam sibuk di luar suara…

kemudian daun bertahan pada tangkainya…
ketika hujan tiba. Kudengar bumi sediakala…
tiada apa pun di antara Kita: dingin
semakin membara sewaktu berhembus angin…

~*Sapardi Djoko Damono*~

[1968]

Sonet: Hei Jangan Kau Patahkan Oktober 6, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
add a comment

Hei! Jangan kaupatahkan kuntum bunga itu
ia sedang mengembang; bergoyang-goyang dahan-dahannya
yang tua…
yang telah mengenal baik, kau tahu,
segala perubahan cuaca…

Bayangkan: akar-akar yang sabar menyusup dan menjalar
hujan pun turun setiap bumi hampir hangus terbakar…
dan mekarlah bunga itu perlahan-lahan
dengan gaib, dari rahim Alam…

Jangan; saksikan saja dengan teliti
bagaimana Matahari memulasnya warna-warni, sambil
diam-diam
membunuhnya dengan hati-hati sekali…
dalam Kasih-sayang, dalam rindu-dendam Alam;
lihat: ia pun terkulai pelahan-lahan
dengan indah sekali, tanpa satu keluhan…

~*Sapardi Djoko Damono*~

[1967]

Hujan Turun Sepanjang Jalan Oktober 6, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
1 comment so far

Hujan turun sepanjang jalan…
Hujan rinai waktu musim berdesik-desik pelan…
Kembali bernama sunyi…
Kita pandang: pohon-pohon di luar basah kembali…

Tak ada yang menolaknya…kita pun mengerti, tiba-tiba
atas pesan yang rahasia…
Tatkala angin basah tak ada bermuat debu…
Tatkala tak ada yang merasa diburu-buru…

~*Sapardi Djoko Damono*~

[1967]

Lanskap Oktober 6, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
add a comment

sepasang burung, jalur-jalur kawat, langit semakin tua…
waktu hari hampir lengkap, menunggu senja…
putih, kita putih memandangnya setia…
sampai habis semua senja…

~*Sapardi Djoko Damono*~
[1967]

Khalid Berenang :) Oktober 5, 2010

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
4 comments

Siang tadi (5 oktober 2010), cuaca tidak begitu panas, malah cenderung mendung.. Alhamdulillah bisa mngajak Khalid berenang, di kolam renang dekat rumah : ). Murah meriah, cuma 5ribu rupiah, dan sepiiii (horee) :mrgreen: Awalnya, Khalid takut ketika pertama kali aku ceburkan ke kolam, maklum, ini memang kali pertama iya berenang ^^ tapi lama-lama malah keasyikan, dan ga mau diangkat dari kolam, hihi..dasar bayiiiiiiiiii 😛 Ini dia aksinya khalid ^_^ :