jump to navigation

“Boleh” vs “Dong” Februari 28, 2014

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags:
3 comments

Sejak menikah, saya banyak belajar dari suami saya. Alhamdulillah. Termasuk dalam pengucapan kata-kata. Salah satunya penggunaan kata “boleh” vs “dong”.

14692823_475

Kayak gimana tuh..? nah kayak gini contohnya.. Biasanya, terutama ke adik-adik saya yang emang ,yah..udah tau lebih dan kurangnya saya dari dulu. Bukan saya saja, tapi juga adik-adik saya pun terbiasa menggunakan kata “dong”, yang ternyata kurang enak didengar bagi suami saya yang orang sunda. Misal:
“tolong ambilin kakak jilbab dong..” . Meskipun sudah menggunakan kata “tolong” dibagian awal kalimat tapi menggunakan kata “dong” sebagai penutup, tidak pas didengar kata suami saya.

Eh iya ya? Masa sih..? perasaan biasa aja..kan udah pakai kata “tolong” . Perasaan “biasa” aja karena memang sudah menjadi kebiasaan saya  bgitu pula dengan adik-adik juga sepertinya.

“Jadi mesti gimana a baiknya..?” tanyaku ke suami.

Kayak gini: misalnya sambil panggil nama salah satu adikku “Sausan, boleh kakak minta tolong diambilkan jilbab..? / “Sausan, boleh minta tolong diambilkan jilbab di kamar..?”

Lebih enak didengar kan..?

“eh iya bener juga ya..” baik, akan aku ubah.. ya meskipun terkadang masi juga pakai kata “dong” karena mungkin udah kebiasaan dari dulu >_< ya pelan-pelan dirubah.. bismillah..

Karena itu pula, saya juga jadi merasa kurang nyaman bila ada orang yang menggunakan kata “dong” dalam suatu kalimat yang kurang pas. Misal : “tolong donggg!” (berasa diminta tolong tapi maksa 😀 )

Atau:

“foto-fotonya dong!”  (apalagi dikasi tanda seru, pake satu tanda seru masi mending klo udah banyak: foto-fotonya dong!!!) haysss >_<

“free ongkir dongg!!”  (minta free ongkir tapi terkesan maksa) 😀

Sekali lagi, semua tergantung konteks kalimat, dan intonasi (kalau bahasa lisan)  dan sikon ketika pengucapan kata tsb. Kata “dong” gak sepenuhnya buruk . Misal : “apa sih apa dong..apa sih apa dong.. pilih ubi apa singkong” #eh :mrgreen:

~*Afra Afifah*~

Tanah Baru, Depok. Pukul 5 Pagi.

[pict by google]

Iklan

Bulan yang Terlewat Februari 26, 2014

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
2 comments

Rasanya suka sedih gimana gitu, ketika saya “melanggar janji” kepada diri sendiri. Ya tentu bukan terhadap diri sendiri saja. Untuk diri sendiri saja sudah tidak enak. Bagaimana bila melanggar janji terhadap orang lain? . Hmm apa ya kata yang lebih pas, “melanggar aturan?” atau “melanggar komitmen?” semacam itu.

Saya punya  aturan tidak tertulis kepada Blog Diary Hujan ini, yaitu, menulis minimal sebulan sekali. Ah iya, dulu ketika masih single dan merasa masi punya banyak waktu memang sering menulis. Tapi kini sudah jauh berbeda. (hmm apakah ada seseorang yang sedang mencari-cari alasan disini? -_- ). Well, gimanapun komitmen tetap komitmen ya. Sering kali ada ide untuk menuliskan sesuatu. Tapi karena waktunya belum pas, ngurus ini dan itu akhirnya terlewat lagi, tertunda lagi. Oh maafkan aku duhai Blogku tersayang.

Awal mulanya memang sempat: “ah ya sudahlah kapan bisanya aja nulis”. Setelah sedih melihat banyak teman-teman bloger yang sudah lama tidak aktif di blog mereka masing-masing, yang dulunya kami sering sapa dan komen, namun smua berubah ketika negara api menyerang Facebook hadir di tengah-tengah kami. Orang makin senang aktif di FB aja, atau Twitter. Karena memang beda budaya FB, twitter, dan budaya blog. Budaya blog itu budaya menulis. Lain lagi dengan budaya instagram, dll. Tiap Media Sosial punya culture-nya masing-masing, rite?

luna-1600

Namun saya “diingatkan” oleh adik saya http://sadidadalila.wordpress.com/ yang sebelum ia menikah, ia bilang mau komit menulis blog sminggu sekali. Apa minimal seminggu sekali ya? Yah, saya yang “status”nya kala itu udah berubah jadi ibu-ibu merasa tertantang juga, tapi saya turunkan “level komit” saya menjadi sebulan sekali. Meski sering juga ingin ditambahkan minimal seminggu sekali. Ah, mengapa rasanya sulit sekali “nyuri waktu” untuk nge-Blog ya? Mungkin harusnya bukan nyuri, tapi menyediakan. Hmm, baiklah, akan saya pikirkan lagi.

Begitulah, meski sudah komit, tetap ada bulan yang suka terlewat. Kalau pembaca blog saya mau memperhatikan sih, kalau gak juga gak apa-apa hehe :mrgreen: . Maafkan aku Maret, November , Juni , Mei , dan September… Mudah-mudahan bisa lebih komit lagi dan menyediakan waktu khusus untuk nge-blog 🙂

~*Afra Afifah*~
Jam 4 Lewat 10 Pagi

[Tanah Baru, Depok]