jump to navigation

Bekerja dari Rumah Desember 13, 2014

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
Tags:
2 comments

Salah satu impian saya sejak SMA adalah bisa bekerja dari rumah. Saya kuliah bukan untuk mengejar karir yang cemerlang di perusahaan besar. Melainkan untuk menambah wawasan.. menambah teman dari berbagai kalangan.. membentuk pola pikir..dan terutama supaya bisa ikut kajian islam di kampus.

Karena pada zaman saya kuliah..kampus yang sudah rutin mengadakan kajian islam ilmiah adalah UI. Lagipula.. karena saya anak perempuan..saya tidak diizinkan kuliah jauh-jauh seperti di Bandung. Apalagi di Jogja..

Sejak SMA saya juga yakin.. selain saya memang tidak ingin berkarir..entah mengapa saya yakin yang akan jadi suami saya kelak juga tidak akan memberikan izin untuk saya bekerja di perusahaan.. kecuali menjadi pengajar alias guru.. kalau jadi guru juga maksimal guru SD kayaknya hehe. Dan? Terbukti setelah menikah 😀

Ketika kuliah saya sudah mengajar privat disana sini.. sejak mulai mencoba mencari uang sendiri itu saya banyak belajar.. bahwa nyari uang itu susah.. sampai pernah pulang mengajar dari pasar minggu setelah maghrib.. saya yang saat itu mengendarai motor menuju rumah ortu yang dulu masi di pejompongan (sekitar senayan..jkt pusat) terjebak macet yang luar biasa..plus hujan pula. Ditengah hujan dan bisingnya lalu lintas Jakarta saya berteriak kalau saya tidak mau bekerja diluar rumah.

Sejak saat itu tekad saya makin bulat..untuk tidak bekerja diluar rumah..apalagi saya sudah merasakan sendiri bagaimana beratnya ninggalin anak dari pagi sampai pukul 3sore..karena saya harus kuliah di Depok. Masuk jam 8pagi. Pulang jam 12 siang. Sampai rumah jam 2 atau jam 3sore. Saat itu yang saya rasakan ya kepikiran Khalid terus di rumah.

Karena itu pula..saya tau betul perasaan para ibu pekerja yang mesti menitipkan anak-anaknya di rumah bersama pengasuh. Berat banget..itu pasti.

Kita juga ga pernah tau kondisi masing-masing keluarga. Karena itu saya sangat bersyukur bisa tetap bekerja meski dari rumah. Serta mendapat dukungan penuh dari suami..orang tua.. dan mertua.

Dan inilah…ruang kerja saya 🙂

10406498_10205075931516160_7898923760399415684_n

Good Bye, Blackberry~! Mei 6, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
2 comments

 

hp

Hari ini aku sedang sedih, BBku hilang..4 Mei kemarin. Baru “ngeh” setelah senin pagi, tgl 5 Mei, karena mesti persiapan jualan. Kemarin masih berharap kalau BB itu ada, gak hilang. Mungkin terbawa sama suamiku, atau ada di jok motor suamiku, tapi setelah dicek juga, tetep ga ada. Qodarullah wa ma’asya fa’al. Alhamdulillah’alakullihal

Sebenernya yang bikin sedih bukan karena BBnya. Tapi data-data dalam BB tersebut. Kontak BBku sudah 1000 orang lebih dengan banyak customer potensial tiap harinya. Sudah banyak autotext yang aku gunakan juga untuk mempercepat balas-balas pesan customer. BBku sendiri adalah BB yang sudah “uzur” dengan kondisi batre yang sudah tidak bisa jauh dari charger. Pertama kali digunakan desember 2011. Ternyata umurnya sudah cukup sampai disini. Mei 2014.

Oh COME ON afra MOVE ON!!! Insyaallah akan ada rejekinya lagi, masih ada BB suami yang nganggur. Qodarullah wa ma’asya fa’al. Ayo SMANGAT lagi..masa gara-gara BB hilang aja sedihnya kelamaan. Katanya mau jadi pengusaha sukses, pengusaha sukses punya mental baja. Baru kehilangan BB doang, jangan cengeng!

Ya, SMANGAT lagi ya.. Alhamdulillah’alakullihal..

Gitu dong!

~*Afra Afifah*~

-Memotivasi diri sendiri-

Do What You LOVE~! :) Maret 21, 2014

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
Tags:
3 comments

do-what-you-love

YES! Do What You Love! indah ya..? mengerjakan sesuatu yang kita senang dengannya, apalagi bisa menghasilkan uang karenanya! kebayang gak? sekarang sih saya kebayang banget~! 🙂 alhamdulillah..

Saya ingat di video youtube ketika Shasha Stevenson di interview oleh anak Binus tentang pekerjaannya, Shasha menjawab: “kamu mengerjakan suatu yang kamu suka, cinta, hobi, dan kamu bisa menghasilkan uang dari itu, asik gak tuh?” kurang lebih begitu kata-kata yang diucapkan Shasha yang saya ingat, dan cukup “ngena” banget bagi saya. Can’t Agree More! Bukan berarti saya pro Shasha, nope! Saya sangat menyesalkan keputusannya melepas hijab yang selama beberapa tahun menutupi auratnya. Namun beberapa pemikirannya, ada yang saya setuju. Salah satunya tentang Passion itu.

Passion saya di bisnis. Dari SD sudah ada “otak dagang”nya. Saya pernah menjual kumpulan stiker yang papa saya belikan untuk saya. Lalu memotong-motongnya, kemudian menjualnya ke teman-teman di kelas, dan laku! Saya juga pernah jualan alat tulis, seperti pulpen, pensil, tipe-x yang papa beli di glodok, kemudian saya jual dengan harga bersaing dengan koperasi sekolah. Aha! 😀

Oke, ada orang yang passionnya di masak-memasak, jahit menjahit, mancing, or apapun itu. Tapi passion saya selain fotografi, travelling dan baca, saya juga suka bisnis. Dan alhamdulillah makin mencintai pekerjaan saya ini. Senang, mengejakannya seperti mengerjakan Hobi. Makanya kalau bosen pun, gak lama-lama. Ntar enjoy lagi. Kalau ada hambatan or problem dalam bisnis pun, enjoy aja, santai, ya ini tantangan dalam bisnis. Segera mencari solusi. Jadi gak langsung cepet down, putus asa, semua karena cinta~! *ciee*

Alhamdulillah suami mendukung, dan dukungan darinya tentu saja sangat berarti bagi saya. Karena memang suami saya kan gak mengizinkan saya kerja kantoran, diluar rumah, pergi pagi pulang petang. Saya pun dari dulu gak ada pikiran untuk kerja kantoran. Gak mau. Maka dari itu udah lama kepikiran untuk bisnis online. Bisa tetap menghasilkan meski kerja di dalam rumah. Gak perlu pakai jilbab, gak perlu macet-macetan, gak perlu keluar rumah meski cuaca sangat panas or hujan lebat. Alhamdulillah. Kalau istilah dari Mas Jaya YEA: “Daster Preneur~!” haha. Dan yang paling penting, tetep bisa sambil ngurus rumah dan anak-anak.

Gimana caranya..? Ya bisa aja. Abis ngiklan/ bikin status n sjenisnya, ngerjain kerjaan rumah, ngurus anak, udah beres, ngiklan lagi, jawab orderan. Udah beres, ngurus orderan lagi. Anak-anak mandi, tinggal dulu urusan bisnisnya. Anak-anak rewel, tinggalin dulu. Anak-anak bobo, ikutan bobo. Tulis aja SLOW RESP. Mau gimana lagi? emang masih dikerjakan semua sendiri 🙂 Enjoy aja 🙂

Sering online dong? ya eyalahh namanya jualan Online kalau gak sering online ya gimana mau laku? gimana mau orang lain tau?? emangnya yang jahit menjahit gak sering jahit..? emangnya yang usaha catering “gak sering masak”? semua itu pasti butuh waktu khusus dan tersendiri. Ya kan? emang bisa jahit or masak sambil nyuapin anak n sjenisnya..?

Kalau emang maunya jadi ibu rumah tangga sepenuhnya ya silahkan. I Respect. Tapi, tolong hargai aja orang lain dengan kondisi yang berbeda dengan kondisi kita, untuk menjalankan usahanya, yang sudah lama di cita-citakan, dan sudah berusaha untuk taat suami ga kluar rumah. Dan bukan tipekal orang yang doyan belajar (lanjut sekolah lagi or bercita-cita menjadi dosen n sjenisnya). Sukanya jadi pengusaha.

Banyak lho, perempuan-perempuan diluar sana yang suka stress kalau “hanya mengerjakan pekerjaan Ibu RT” urus suami, anak-anak, n rumah. Dia butuh kesibukan lain yang bikin waktunya sibuk, produktif, jadi bisa lebih ngatur waktu. Dibanding yang gak ngurus lain, merasa hari-harinya santai terus, jadi banyak waktu luang tapi merasa terus pusing karena ga ngerjain hal lain, jadinya ga enjoy, stress. Bahkan sakit-sakitan. Tentu ada sebabnya, bisa jadi ketika sebelum nikah dia gemar organisasi. Penuh kesibukan, atau hal lain. Berinteraksi dengan banyak orang, dsb. Namun ketika nikah, jadi berubah kondisinya, banyak waktu luang, jadi merasa waktunya lebih banyak kebuang dengan sia-sia.

Tapi ada juga tipekal Ibu Rumah Tangga sejati, yang memang sukanya dirumah, mengerjakan hal-hal rutinitas ngurus rumah, anak dan suami “saja” (tentu hal ini juga udah pekerjaan gak mudah). Saya hormati juga. Sangat menghormati. Karena saya bukan tipe yang seperti itu. Saya tipekal orang yang mudah sekali bosan. Jadi emang harus merasa sibuk terus dan penuh rencana. Kalau bosan, bisa stress. Malah gak produktif. Sedih. Galau. Kacau deh. Saya juga tipekal petualang. Senang banget dengan hal-hal seperti petualangan, naik gunung (meski jarang), dan sejenis itu. ADVENTUROUS! suka hal-hal yang menantang.

Karena itu saya sangat berterimakasih ketika diizinkan untk membonceng suami  mengendarai MOTOR ke KAWAH KAMOJANG dan KAWAH DARAJAT! salah satu pengalaman terbaik saya dalam hidup! yang entah dibolehkan lagi atau tidak untk selanjutnya 😀 Saat mengendarai motor ke puncak gunung yang berkabut dan jalanannya nanjak terus itu, saya merasa “Sangat Hidup” . “Ini ‘GUE’ banget!” Sangat bahagia :’)

Kapan lagi ya saya bisa berarung jeram di sungai citarik..? bawa motor ke kawah Darajat? naik gunung? yang pasti saya sangat merindukan saat-saat itu lagi.

Dan ya, ada juga perempuan-perempuan yang terpaksa atau karena tuntutan orang tua dan kondisi keluarga atau hal lain mesti kerja diluar rumah, meninggalkan anak-anak dari pagi hingga menjelang malam. Ah, saya tau ko itu rasanya, karena pernah meninggalkan Khalid yang masi perlu ASI untuk kuliah ke Depok. Pergi pagi pulang siang aja rasanya udah berat banget ninggalin anak. Semua tentu tau konsekuensi masing-masing.

Well, Think Positive and Let’s RESPECT each other 🙂

~*Afra Afifah*~
Tugu Tanah Baru Town House. Depok.

My Days Desember 31, 2013

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , , ,
3 comments

momi

Belum ada setahun bisnis mainan ini saya jalankan (mulai februari 2013) , tapi masyaallah walhamdulillah..perkembangannya cukup bagus..saya yakin bisnis ini sangat prospek kedepannya –insyaallah-. Semakin kemari, saya makin kewalahan ngurusin “semua” sendirian. Ngurus suami, anak-anak, rumah, dan bisnis, tanpa asisten rumah tangga. Tentu saja orang yang paling sering membantu adalah suami saya sendiri.. alhamdulillah sangat bersyukur punya suami yang mudah bila dimintai tolong dalam banyak hal..mulai dari membantu pekerjaan rumah..urusan anak, bisnis, dll. Aa memang partner sejati dalam banyak hal 🙂

Cape? Tentu saja. Tapi benar-benar saya enjoy dan menikmatinya. Kecuali packing, ah ya…saya tidak suka packing barang..rasanya setelah jam 3 sore itu udah cape..pengennya santai-santai sejenak..bacain buku untuk anak-anak..ngliatin anak-anak main.. belajar sama anak-anak..

Gimana dan dimana mencari karyawan..itu yang masih kami pikirkan.. bukan asisten rumah tangga sebenernya yang saya butuhkan..lebih ke asisten bisnis..membantu saya promosi barang..ngurus twitter..instagram..dan terutama ya packing barang hehe..

Karena kalau sudah banyak orderan dan banyak yang tanya..bisa-bisa bahkan sekedar promosi pun tidak sempat, saya berusaha membalas semua pertanyaan dengan cepat semampu saya. Tapi lagi-lagi, apa daya..smua masih dikerjakan sendiri.

Anak-anak juga kan sering “gak ketebak” tingkah dan polahnya..kadang anteng.. (keseringan sih ngga 😛 ) anteng klo udah pada baca buku, main lego, blok kayu, dll. Tapi juga sering berantem disaat yang sama,,berebutan lah.. yang satu gak sengaja nyenggol mainan yg lain jadi hasil karyanya jatuh-lah, hancur berantakan, dan akhirnya yang satunya marah. Berantem deh. Atau lari-larian. Numpahin makanan yang mereka makan dan minuman di lantai (ini mah biasa, bersyukur udah beli alat pel serba guna) jadi tugas rumah tangga makin berasa ringan. Alhamdulillah.. Thank You Allah..Thank You Aa 😀

Gimanapun aktifitas dalam satu hari kalau telat bangun sedikit, bisa bikin geje, bête , ga semangat, sensi, dll..parah deh -_- makanya mesti buat jadwal harian, meski ga melulu mesti sama percis jadwal, tapi setidaknya kita punya ”aturan main” secara umum. Ada tuntunan secara tertulis.

Paling seneng kalau bangun pagi bisa tepat waktu, jam 3 kurang. Jam 3 kurang?? Iya, jam 3 dini hari. Kalau bangun jam 4 aja udah cukup hectic, bergegas sana sini, shalat, beres-beres rumah, masak sarapan+makan siang+bekal kantornya aa. Dan apalagi klo Khalid Khansa udah bangun,, huewwwwww.. “r.u.s.u.h” karena lagi sibuk masak di dapur, dll. Trus bocah-bocah kan gitu kebiasaan bangun tidur karena “nyawanya belum ngumpul”. Rewel. Minta ini itu, dikabulin, trus eh ga mau. Intinya: geje 😛

Karena itu sebisa mungkin saya dan aa membereskan banyak hal di pagi hari sebelum anak-anak bangun, dan tentu saja sebelum aa berangkat ke kantor. Kami memang sebuah Team. Ya, team kecil. 😀 tapi sangat berasa manfaatnya bila kami sama-sama bersinergi memulai hari.

Namun tentu saja tidak melulu hari berjalan dengan lancar dan “sempura” seperti itu. Tapi setidaknya kami berusaha. Ya, berusaha terus dari hari kehari.. Mengejar mimpi-mimpi kami..

Semoga Allah merindhoi..insyaallah ^^

~*Afra Afifah*~

Pagi hari sehabis hujan, dipenghujung tahun 2013

Tanah Baru, Depok

Dari Bisnis ke Bisnis Oktober 10, 2013

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags:
3 comments

Gambar

Bismillah..

Perkenalkan, saya Afra Afifah. Owner dari https://www.facebook.com/MainanAnakID Kemarin siang diminta mba Rini Priyani Xanthoniar, yang juga salah satu pelanggan MainanAnakID untuk menulis kisah sukses saya dalam berbisnis. Diminta gitu otomatis saya kaget dan malu. Ini ga salah? Hehe kisah sukses? Karena saya merasa masih butuh banyak proses untuk itu.

Kalau ditanya soal bisnis. Menjadi pebisnis sukses memang cita-cita saya dari dulu. Di depan PC yang saya gunakan ini pun, saya tempel tulisan “Succes Business Woman” di tembok. Biar tiap hari saya ingat tentang cita-cita saya itu, bersama impian-impian saya yang lain. Ya, sejak kuliah, saya memang hobi menulis semua impian-impian saya. Baik dibuku, maupun di dinding. Alhamdulillah, memang sebagian besar yang saya tulis sudah tercapai, dengan waktu pencapaian yang berbeda-beda. Impian sebesar bahkan keinginan sekecil apapun, saya tuliskan.

Sejak SMA, saya ingin melanjutkan kuliah, tapi dari awal saya tidak ingin berkarir. Saya ingin kuliah untuk mendidik saya, membuka wawasan, bertemu teman-teman yang cerdas untuk membentuk pola pikir saya, mencari ilmu baru, untuk mempersiapkan diri sebagai seorang ibu, bukan wanita karir. Selain saya tidak mau berkarir, saya juga yakin bahwa suami saya nanti tidak mengizinkan saya bekerja diluar rumah. Kecuali ada kondisi dimana mengharuskan saya untuk itu. Jadi klop. Karena itu dari kuliah saya sudah terpikir untuk berbisnis. Sejak SD, saya sudah biasa berbisnis menjual alat-alat tulis dan stiker-stiker lucu yang papa saya beli di asemka. Kemudian saya jual ke teman-teman sekelas, dan laku. Alhamdulillah.

Waktu masih kuliah, saya sibuk mengajar privat. Dari senin-jumat. Pulang kuliah, langsung ngajar. Karena saya bawa motor, pergerakan saya kesana kemari pun lebih mobile. Murid saya bisa mencapai 9 orang kala itu. Pemasukan ngajar untuk seukuran mahasiswa, juga sudah diatas 1,5 juta per bulan. Alhamdulillah. Karena mama seorang guru, papa juga mengajar. Setelah lulus kuliah saya berkeinginan untuk membuka bisnis bimbingan belajar dan privat.

Oktober 2010, saya dan suami membuka bisnis pertama kami. Rumah Belajar Al-Khairy. https://www.facebook.com/rumahbelajar.alkhairy?fref=ts Kami sewa ruko di pinggir jalan. Di jl Muhammad Kahfi 1 Jagakarsa. Semua modal sendiri. Karena itu memang terasa cukup berat. Modal yang kami pakai diambil dari bonus gaji tahunan suami. Sewa ruko, memasang wallpaper di dinding. Beli papan tulis. Meja untuk administrasi, bayar gaji guru, pasang AC dll. Target pasar memang kalangan menengah kebawah. Karena kami bimbel baru. Dengan modal terbatas. Kami sebar brosur ke beberapa SD skitar bimbel. Murid pun berdatangan. Tapi baru sedikit. Tidak sampai setahun. Kami putuskan untuk menutup bimbelnya. Karena anak kedua saya waktu itu masih bayi, ASI ekslusif. Meski jarak bimbel dekat dengan rumah kami yang hanya berjarak 10 menit. Tapi saya tetap tidak tega, meninggalkan dua anak saya yang masih kecil-kecil bersama pembantu. Padahal saya juga cuma 4 jam di bimbel. Berat rasanya meninggalkan mereka.

Bisnis pertama dihentikan. Kami rasakan memang cukup berat apalagi semua masih modal sendiri. Kalau ada yang invest, mungkin terasa lebih mudah. Tapi waktu itu kami pun juga tidak kepikiran untuk mencari investor. Bimbel di stop, namun bisnis privat masih berjalan. https://www.facebook.com/PusatJasaGuruPrivat?fref=ts Karena bisnis private tidak butuh tempat, dll. Hanya butuh koneksi yang banyak ke teman-teman mahasiswa. Bisnis private masi saya jalankan sampai sekarang. Meski saya lebih fokus di bisnis mainan untuk saat ini, insyaallah untuk seterusnya.

Sambil menjalankan bimbel saya jualan gamis. Saya jual secara online. Tepatnya saya marketing sebuah butik di bandung. Karena untk modal, ga kuat. Harga per-baju aja paling murah Rp.500.000,- hehe.. kebanyakan 700-1,5 juta. Bisnis ini juga hanya berlangsung selama sekitar setahun. Karena jujur, meski saya suka model-model gamis. Suka membeli, tapi setelah dijalani terasa berat. Bisnis pakaian bukan passion saya. Saya tidak suka ketika customer menanyakan ukuran-ukuran baju.” Kalau ukuran XL pas ga ya sama saya? “ dan pertanyaan-pertanyaan serupa. Dan ketika ada case dalam bisnis pun, saya merasa cukup berat menjalaninya. Karena bukan passion saya, jadi semua terasa lebih berat. Sebab itu saya berhenti.

Kemudian mulai bisnis lagi, akhir tahun 2011. Saya jual Keripik Rempah Pedas, NON MSG. ini bisnis pertama saya jualan produk makanan. Keuntungan maksimal perbungkus juga cuma 5000 rupiah. Ketetapan harga dll, sudah ditetapkan oleh produsen. Kami mengeluarkan modal skitar 600 ribu kala itu untuk nyetok dirumah.
https://www.facebook.com/afra.afifah/media_set?set=a.2691962296492.2146470.1179560218&type=3 saya jual secara online. Di FB dan twitter, juga BBM. Ga disangka respon teman-teman juga baik. Per bulan saya bisa menjual 1000 bungkus bahkan lebih. Omset per bulan sekitar 15juta bahkan lebih. Reseller saya pun banyak. Di Palembang, Kalimantan, papua, dll. Keripik yang saya jual juga sudah sampai di korea, jepang, madinah, dll. Akhir tahun 2012. Bisnis ini berakhir. Faktor utama dari pihak produsen. Produksi makin menurun (bukannya makin naik). Karena ada masalah internal pada produsen. Sempat sebelumnya saya diminta untuk jual produk baru dengan produsen yang sama. Keripik k*****, tapi ber-MSG. walah.. kumaha ieu.. sbelumnya saya sudah gembar gembor cemilan sehat. Tiba-tiba saya jualan kripik ber-MSG? saya tidak menerima kerjasama tsb. Secara pribadi juga tidak enak hati menjual produk ber-MSG. Karena menjual berbeda dengan konsumsi pribadi. Namun karena saya menjadi distributor keripik rempah yang berprestasi, sesuai perjanjian tertulis dg produsen. Saya dapat reward: traveling atau gadget. Saya pilih gadget. Lumayan dapat BB baru, Alhamdulillah

Sempat vakum ga jualan beberapa bulan. Meski ga jualan, saya terus mikir, saya bakal jualan apa lagi? Karena saya juga ga bisa berasa “hanya diam dirumah”. Kemudian saya tulis opsi pilihan jualan yang saya suka. Di kertas. Dari makanan dan cemilan sehat, baby shop, mainan. Akhirnya saya pilih mainan. Karena teman-teman saya sudah banyak yang jualan perlengkapan baby. Lagi-lagi, karena saya juga ga mau jualan baju baby. Gak suka dengan pertanyaan “anak saya umur 1th.. ukuran yang pas ukuran brp ya?” (ini pertanyaan yang membuat saya pusing :p  )

Februari 2013 saya memulai bisnis mainan. Saya bikin fan page, twitter. Pelan-pelan tapi pasti saya upload foto-foto. Saya iklanin. Di FB, twitter, group2 FB, di BBM. Alhamdulillah respon pasar sangat baik. Setelah menjalani saya makin enjoy. Kalau ada case dalam bisnis pun, (dan memang pasti selalu ada, di bisnis apapun). Saya anggap sebagai tantangan tersendiri, dan selalu pikir solusi..solusi dan solusi.. saya tetap enjoy..karena merasa ini passion saya banget. Saya suka beliin anak-anak saya mainan. Suka memainkan juga hehe. Sering juga saya ditawarin teman-teman untk membantu jualan mereka.. mulai dari butik muslimah (lagi) , kue-kue, dll. Saya tolak karena itu bisa membuat saya ga fokus. Saya ingin fokus membesarkan bisnis ini. Pelan-pelan. Tiap hari dicek hal-hal apa yang kurang. Diperbaiki. Terus. Bisnis sambil jalan. Karena klo dipikirin terus. Jadi ga jalan-jalan ^^. Bahkan sempat ada teman yang menawarkan saya jadi importir mainan langsung. Tapi modalnya belum cukup. Karena sekali import butuh modal skitar 50-60 juta.hiks.

Alhamdulillah kini omset 1juta perhari sudah tidak sulit. Mudah-mudahan kedepannya semakin berkembang. Karena kesuksesan diraih dengan doa, kerjas keras dan kerja cerdas. Tidak ada yang instan di dunia ini. Bahkan mie instan sekalipun, mesti direbus dulu 3-5 menit supaya bisa dimakan. Salam semangat!! 😀

—————————————-

tulisan ini dimuat tadi pagi di group FB “ibu-ibu doyan bisnis” atas permintaan mba Rini Xantoniar.. barakallahufik.. 🙂

Muslim Wedding Organizer Maret 28, 2013

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
3 comments

Persiapan pernikahan Farsa dan Dida kurang lebih H- sebulan. Bukan dari jarak lamaran ke pernikahan sebulan , bukan. Melainkan karena kesibukkan mama dan Dida, jadinya baru bisa diurus H- sebulan. Sudah dari jauh hari saya sarankan untuk nyicil dalam mempersiapkannya, tapi ya mau gimana, Dida sibuk PKL di PP Darul Quran di Cikarang, sedang mama sibuk dengan urusan sekolah. Kalau saya? tentu saja ga bisa gerak sendiri karena pastinya perlu diskusi dulu sama dida dan mama.

Akhirnya setelah perbincangan dengan dida dan mama. Kami memutuskan untuk memakai Wedding Organizer (WO) dalam pernikahan Dida. Karena tidak mungkin juga kalau ngurus sendiri semua seperti waktu pernikahan saya. Sebab waktu sudah H- sebulan, dan semuanya masih sibuk dengan urusan masing-masing.

Alhamdulillah, WO nya ngertiin banget..semua tergantung permintaan customer, dan tentunya budget customer. Dari tim WO sendiri, mereka banyak memberikan masukan kepada kita.

Bersadarkan pengalaman waktu nikahan saya dulu, dan tidak pakai WO. Sebenarnya biayanya hampir sama dengan pakai WO. Kenapa hampir sama? Ya karena kami dulu mempersiapkannya dalam waktu singkat. Jarak lamaran-pernikahan hanya sebulan. Mesti mikirin sendiri semua tentang pernikahan, berikut “perintilan2nya”. Gimana bajunya, makanannya, dll. Kebayangkan ribetnya? Makanya kenapa kami putuskan untuk pakai WO saja. Kecuali, teman-teman yang mau nikah dan tidak mau pakai WO, sudah tau percis, perkiraan biaya yang akan di keluarkan, serta mempunyai banyak link untuk menekan biaya. Kalau tidak? Bisa jadi yang tidak pakai WO bisa lebih mahal dibanding pakai WO lho 🙂

Ketika memutuskan memakai WO. Saya langsung menulis daftar pertanyaan untuk ditanyakan dan didiskusikan dengan tim WO. Buatlah daftar pertanyaan ini secara terperinci, karena justru “perintilan-perintilan” pernikahan itu yang cukup merepotkan mengurusnya. Contoh dari daftar pertanyaan yang saya tulis adalah:

  1. Jilbab yang digunakan pengantin wanita, kami ingin yang panjang, menutup dada, pun dibagian belakang panjang, apakah bisa? (*saat itu adik saya mencontohkan ingin jilbab model wanita melayu)
  2. Pengantin wanita tidak menggunakan sanggul, apakah bisa?
  3. Pernikahan ingin di hijab, apakah bisa dan seperti apa model hijabnya?
  4. Baju ingin bertemakan broken white dan abu-abu
  5. Baju adik-kk pengantin ingin gamis, tidak kebaya
  6. Pilihan makanan seperti apa?
  7. Pelaminan bisa milih seperti apa?
  8. Dll

Intinya, baiknya jauh-jauh hari jalin komunikasi yang baik dengan WO, dan ingatkan tim WO keinginan kita seperti apa. Alhamdulillah pernikahan adik saya berlangsung lancar meski subuhnya sempat turun hujan. Saya sendiri datang bersama suami, anak-anak beserta mertua dan adik-adik ipar yang datang dari garut H-1 pernikahan Farsa dan Dida.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bila teman-teman ada yang ingin menikah dan ingin menggunakan WO yang kami gunakan. Bisa hubungi saya ya ^^ via twitter @afraafifah atau Facebook http://www.facebook.com/afra.afifah , karena sekarang Ibu saya tergabung dalam marketing WO tsb. Hehe

Salam sukses!

Afra Afifah

[Tanah Baru Depok]