jump to navigation

Apa yang paling berharga di dunia ini? April 27, 2016

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
add a comment

Malam ini saya terbangun dari pukul 11 malam. Mau tidur tapi berasa segar. Hari yang melelahkan, tapi saya bahagia. Mencuci baju, menjemur pakaian, mencuci piring, menyapu, ngepel, memandikan bayi, menyusui bayi, beres-beres rumah, jualan online, packing, membacakan buku untuk anak, murojaah hafalan anak-anak, melarang anak nonton youtube dan bermain HP. Ngobrol sama suami via WhatsApp. Saya merasakan lebih bebas dan bahagia tanpa asisten. Lebih lelah? Iya, tapi, sekali lagi, saya merasa lebih bebas dan bahagia.

masjid-senja

Akhir-akhir ini saya sering merasakan “flash back” masa kecil saya sampai saat ini. Betapa kini saya menyadari bahwa saya tidak muda lagi. Anak sudah 3. Betapa saya sedang merindukan saat-saat berharga bersama mama, papa, dan adik-adik. Namun kami sekarang sudah tumbuh dewasa, saya sudah tinggal bersama dengan suami dan anak-anak tercinta di Depok. Dida tinggal bersama suami dan anak-anaknya di Bekasi. Sausan tinggal nun jauh di Balikpapan bersama suaminya dan sedang menanti kehadiran buah hatinya yang pertama. Fariha dan Hisyam kuliah jauh di Jogja. Sedang di rumah ortu, tinggal si bungsu Rayyan yang masih SMA bersama mama papa.

Sepi…

Anak sulung kami pun, Khalid, semakin besar. Tahun ajaran baru ini dia akan masuk SD🙂 . Betapa -benar- waktu cepat berputar. Mama dan Papa semakin menua.

Sedih…

Waktu kita hanya sebentar. Apakah yang paling berharga..? yang paling berharga di dunia ini adalah bila kita bersama-sama membangun ketaatan kita kepada Allah. Supaya dalam waktu kita yang sebentar ini, bisa kita gunakan sebaik-baiknya supaya kita semua bisa berkumpul kembali bersama-sama di Surga Allah dengan orang-orang yang kita cintai.
Sungguh saya sayang mama, papa, suami, adik-adik, mertua, anak-anakku..

~*Afra Afifah*~
[Tugu Tanah Baru Town House, 27 April 2016]

Dan Akhirnya Akupun Mengerti… April 12, 2016

Posted by Afra Afifah in Uncategorized.
Tags:
add a comment

Ilalang-Senja

Syaikh Ali Mustafa Tanthawi -rahimahullah- berkata:
“Di awal usiaku, aku hidup bersama kedua orang tuaku, saat itu aku mengira bahwa aku takkan sanggup berpisah dan menjalani hidup tanpa mereka. Lalu keduanya meninggal dunia…

Kemudian aku hidup bersama saudara-saudaraku, aku kembali mengira bahwa aku takkan sanggup berpisah dengan mereka. Lalu merekapun menikah, semua membentuk keluarga dan pergi menjalani hidup masing-masing…

Begitu juga aku…

Akupun menikah dan dikaruniai putra dan putri. (Kembali) aku menyangka bahwa aku takkan sanggup berpisah dengan mereka. Lalu semuanya menikah, membentuk keluarga dan pergi menjalani hidup masing-masing…

Maka akupun mengerti bahwa takkan ada yang tersisa (menemani perjalanan hidup) seseorang kecuali Rabbnya…

Maka semua hubungan akan terputus kecuali hubunganmu dengan Rabb semesta alam, seluruh hubungan akan terputus kecuali hubunganmu dengan Rabb semesta alam, semua hubungan akan terputus kecuali hubunganmu dengan Rabb semesta alam”

~*Ustadz Aan Chandra Thalib*~

[pict by google]

Di Penghujung November 2015 November 30, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
add a comment

Sebenarnya, selalu ada banyak peristiwa yang ingin saya tuliskan. Namun memang kesempatan itu hanya bisa dilakukan ketika suami dan anak-anak telah tidur. Yaitu malam hari atau menjelang subuh. Namun apa daya, pada jam-jam segitu saya pun juga sudah lelah. Akibatnya, yang ingin dituliskan hanya tertahan di pikiran ini sendiri.

nov

Seperti malam ini, rasanya ingin menulis banyak. Tapi apa daya. Sebenarnya saya sedih, saya mencintai bulan November, namun begitulah waktu, cepat sekali berlalu, dalam hitungan menit, Desember akan datang.

Hal yang membahagiakan malam ini adalah saya bisa menyapa suami tercinta yang sedang kerja lembur di kantor. Dan dirinya membalas sapaan saya. Seandainya dia tau, betapa saya mencintainya🙂

 

 

 

Kekurangan Kalsium Saat Hamil November 27, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
add a comment

Ada satu hal lagi yang saya alami pada kehamilan anak ke-3 ini, kekurangan kalsium!. Subhanallah ^^ padahal kehamilan pertama dan kedua saya tidak mengalaminya. Apakah tandanya..?

keep-calm-and-go-to-dentist-5

 

Tandanya yaitu tambalan gigi permanen di graham saya lepas. Cukup terkejut saya tentu saja. Tiba-tiba saja merasakan ada yg berbeda, kenapa ya.. setelah dicek, tambalan di gigi graham kiri sudah hilang. Untunglah saya segera ke dokter gigi untuk menambalnya kembali. Dan ternyata selang seminggu setelah gigi graham kiri ditambal kembali, tambalan di gigi kanan pun bermasalah. Waduh! Tidak ingin merasakan sakit gigi ketika hamil, maka saya  segera ke dokter gigi kembali untuk menambalnya.

Ternyata benar, dokter gigi dan dokter kandungan menyatakan hal yang sama, kemungkinan saya kekurangan kalsium. Alhamdulillah’alakullihal.

Saat ini sudah akhir november dan HPL-nya pertengahan januari 2016 (insyaallah). Semoga saya makin diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani masa kehamilan ini🙂

Kram Kaki Saat Hamil September 30, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

Setelah sekian lama tidak merasakan kram pada kaki, akhirnya saya merasakannya kembali di bulan ke-5 kehamilan ini. Subhanallah, memasuki bulan keempat saya mengalami gatal-gatal (karena hormonal) namun alhamdulillah makin berkurang menjelang bulan ke-5. Dan di bulan ke-5 ini “akhirnya” kram kaki datang lagi. Pertama kali mengalami kram kaki ini ketika suami tidak ada di rumah. Sedang asik-asiknya tidur tiba-tiba betis kaki sebelah kanan sakitnya luar biasa, sampai saya terbangun dari tidur karena kesakitan, Di luruskan sakit..di tarik juga sakit, plus lagi tidak ada suami. Hiks..
Anehnya, biasanya setelah kram, kaki akan normal lagi seperti biasa. Tapi tidak kali ini, dihari ketiga setelah kaki saya kram, malah saya jadi kayak orang pincang kalau habis bangun tidur. Susah jalan. Tapi agak siangan keatas, kondisi kaki mendingan. Sampai akhirnya suami menyuruh kaki saya diurut saja.

Benar saja, setelah diurut oleh ummu Ruqoyyah, masyaallah..sakit sekali..dan katanya otot betis saya “meringkel” klo istilahnya orang bilang.. sakit sekali ketika “dibenarkan” tapi alhamdulillah setelahnya sudah enak, malah sembuh..

Tapi ternyata kram kaki (di tempat yang sama pula) datang lagi beberapa kali, kalau sudah “datang” saya sampai sulit tertidur lagi. Namun alhamdulillah ga sampai pincang dan kaki bisa normal kembali.

Saya jadi teringat beberapa tahun silam, dan memang benar, ketika hamil memang kaki saya jadi sering kram. Alhamdulillah’alakullihal. Beginilah ibu hamil, adaaa saja yang dialami🙂

~*Afra Afifah*~
[Tugu Tanah Baru Town House , Di Penghujung September 2015]

Ibu Hamil dan Gatal-Gatal Agustus 16, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
2 comments

Memang benar kata orang, kehamilan anak yang satu dengan anak yang lain tidak bisa disamakan. Alhamdulillah setelah melewati trimester pertama penuh dengan rasa menahan eneg+mual dan muntah..akhirnya masa itu terlewati..dan kehamilan sekarang sudah 16weeks + eneg dan mualnya sudah jauh berkurang (atau malah sudah tidak muncul sama sekali..) namun yang sekarang saya hadapi adalah gatal-gatal hampir di seluruh tubuh.

Saya sendiri memang mempunyai alergi, yaitu alergi kontak dengan detergen, jadi istilahnya “bye-bye mencuci manual pakai tangan” namun alhamdulillah, suami sangat bersedia untuk membantu mencuci apa-apa yang saya tidak bisa melakukannya..mencuci abaya saya..sepatu saya.. (barakallahufik zaujiy🙂 ) dokter kulit sendiri sudah menyatakan kepada saya kalau mencuci piring misalnya, gunakanlah sarung tangan plastik, supaya tidak kena sabun. Ya, sudah dilakukan meski seringnya tidak, karena seringnya merasa repot kalau harus pakai sarung tangan dulu dan suka berasa tidak nyaman, selama tangan ini lagi ga kambuh alerginya. Karena kalau sedang kambuh, otomatis mencuci piring pun di handle suami, karena tangan saya bisa sangat kering, karena kering jadinya kulit gatal dan pecah-pecah..oh perih sekali rasanya..

Tapi anehnya, saya juga ga bisa pegang jeruk nipis peras secara langsung, ya mungkin alergi juga kalau harus dipegang dengan tangan secara langsung. Biasanya tangan ini langsung gatal-gatal dan perih. Begitu juga ketika makan nasi padang dengan menggunakan tangan (bukan sendok), wuih..rasanya gatal sekali tangan ini..entah alergi apa dengan nasi padang itu..kemungkinan kuah santannya mungkin? karena kalau pegang ayam bakar atau rendang ya biasa-biasa saja..

Begitulah..sampai ketika mudik setelah lebaran kemarin di garut, saya merasakan gatal-gatal di punggung tangan sebelah kiri. Bingung, kenapakah, karena yang sering kena alergi justru tangan kanan dan dibagian telapak serta jari-jari tangan kanan, bukan di tangan kiri, apalagi dipunggungnya. Itu yang saya ingat awal mulanya. Sampai kembali ke Depok, saya menyadari kalau gatal-gatalnya semakin menjalar ke lengan, kaki, leher dan bahkan ke wajah. Subhanallah, sampai luka-luka lecet dan hitam-hitam karena saking gatalnya dan saya tidak tahan untuk tidak menggaruknya! Meski kalau frekuensi gatalnya sedang berkurang, yang gatal-gatal tersebut dan hitam-hitam akan menghilang dengan sendirinya. Cukup mengganggu aktifitas memang. Saya rasakan juga salah satu pemicunya adalah udara yang panas, jadi saya tidak boleh gerah atau berkeringat. Kalau gerah, duh gatalnya.

Saking terganggunya, saya browsing “kehamilan dan gatal-gatal” saya baca di beberapa artikel dan forum-forum ibu-ibu di internet, oh ternyata memang ada sebagian ibu-ibu yang mengalami hal ini. Ya..memang sudah dari “sananya” …”bawaan bayi” kalau kebanyakan orang awam bilang.. pengaruh hormon.

Karena ketika hamil Khalid dan Khansa saya tidak merasakan gatal-gatal seperti ini. Jadi hal ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya. Masyaallah ya,benar-benar tiap kehamilan itu unik. Semoga Allah menjadikan anak yang saya kandung menjadi anak yang shalih/shalihah… dan proses melahirkan nanti berjalan dengan lancar..semua sehat dan selamat.. aamiin

Pasca Kuret Juli 31, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
4 comments

1 Juni 2015, saya gunakan test pack kembali, dan hasilnya positif hamil. Cepat sekali, pikir saya. Jadi setelah di kuret, saya haid sekali, kemudian langsung hamil lagi. Alhamdulillah. Meski kehamilan yang ini..mmm bagaimana ya harus mendeskripsikannya…? Keinginan punya anak lagi tetap ada, tapi gak “ngarep” banget seperti awal tahun ini yang tidak lama saya lepas IUD dan dinyatakan hamil. Intinya tetap berharap, tapi biasa aja..dijalani aja. Karena saya khawatir kejadian yang lalu (Kehamilan Kosong) berulang. Sebab memang tidak menutup kemungkinan bila kejadian yang sama terulang kembali, tetangga dan teman saya ada yang mengalami dua kali BO.

hand

Saya juga tetap tenang dan tidak terburu-buru untuk memeriksakan kehamilan ke dokter. Sekali lagi, berbeda dengan kejadian sebelum dikuret, setelah melihat test pack positif hamil, saya dan suami buru-buru untuk memeriksakan kehamilan ke dokter. Begitu juga untuk pemeriksaan selanjutnya. Namun tidak untuk yang sekarang, saya dan suami sepakat untuk menunggu dulu, toh vitamin kehamilan dari dokter masih ada persediaan.

Setelah dirasa cukup waktu untuk memeriksakan kehamilan, saya dan suami kembali lagi ke dokter kandungan “langganan” kami, di RS.Mitra Keluarga Depok. Sejak hamil Khalid, kemudian Khansa, kami rutin memeriksakannya ke dokter Sofani Munzila. Satu-satunya dokter kandungan yang memakai jilbab di RS. Mitra Keluarga Depok🙂

Ketika datang dan mengabarkan saya hamil lagi, saya , suami dan dokternya semuanya tersenyum. Karena sebenarnya dr.Sofani menyarankan “kosong” dulu setidaknya 3bulan. Tapi, saya..setelah kuret,haid, langsung hamil lagi. Hehe. Suami bertanya ke dokter:”gapapa ya dok?” dr.Sofani menjawab “iya gpp” sambil tersenyum. Dan kabar bahagianya setelah dilakukan USG adalah..dalam kandungan saya kini sudah ada janinnya dan detak jantungnya. Perkiraan kehamilan sudah 6 minggu. Alhamdulillah ^^

Pemeriksaan kedua belum kami lakukan, mungkin dalam waktu dekat ini, insyaallah. Satu hal lagi yang menjadi kesamaan dalam kehamilan pertama dan kedua adalah saya lupa HPHT untuk menentukan HPL. Kenapa lupa? padahal kehamilan sebelum dikuret saya betul-betul belajar dari kehamilan Khalid dan Khansa yang lupa HPHT, jadi saya mencoba untuk berusaha mengingat HPHT. Ya itu tadi penyebabnya, saya tidak menyangka akan hamil lagi secepat ini. Jadi merasa, bila dikasih lagi sama Allah, alhamdulillah.. bila belum ya bersabar dulu..tapi masyaallah..cepat dikasih lagi..

Karena sedang hamil muda..jadinya badan sering terasa lemas..apalagi kalau sedang datang eneg+mual dan mau muntahnya..nyerah deh saya..harus rehat dulu.. ^^ alhamdulillah’alakullihal.. bismillah..dijalani aja insyaallah.. mudah-mudahan kehamilan ketiga ini ibu dan bayi sehat terus..dan lahir dengan sehat..selamat..baik ibu dan bayinya..semoga anak dalam kandungan saya menjadi anak yang shalih/shalihah..aamiin

~*Afra Afifah*~

[Tanah Baru, di Penghujung Juli]

Kehamilan Kosong April 22, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
2 comments

Banyak peristiwa yang saya alami beberapa bulan terakhir ini, yang sayang kalau dilewatkan begitu saja. Seperti di awal tahun 2015 ini, tepatnya pertengahan januari kemarin, saya lepas IUD yang dipasang setelah saya kembali haid saat Khansa berusia 9 bulan. Memang berbeda pada saat setelah melahirkan Khalid, saya langsung dapat haid kembali setelah selesai nifas. Waktu masih punya anak satu, saya dan suami tidak berminat untuk KB, tapi tetap berupaya untuk menjaga jarak umur anak, tapi ternyata Qodarullah, saat Khalid usia 6 bulan, saya sudah hamil lagi.

Berawal dari situ akhirnya setelah Khansa kami memutuskan untuk KB, untuk menjaga jarak usia anak, yang awalnya kami ingin minimal berjarak 2tahun. Karena saya ada varises, jadi saya tidak disarankan oleh dokter dan bidan untuk KB hormonal (minum pil atau suntik), jadi hanya bisa menggunakan IUD. Akhirnya mau tidak mau, pasang IUD.

Alhamdulillah, pertengahan januari lepas IUD, di bulan Februari saya langsung hamil. Saya tidak mengalami morning sickness, tapi “night sickness”, ketika malam badan sudah lemas, kepala pusing, inginnya ya langsung tidur saja, istirahat. Senang sekali rasanya, karena saya pribadi sudah ingin punya anak lagi. Karena jujur saja awalnya sempat khawatir, Allah tidak ridho kalau kami punya anak lagi. Melihat ada beberapa teman yang juga sudah punya anak dua tapi belum dikaruniai anak lagi meski mereka ingin. Semua tidak lepas dari takdir Allah.

Akhir Februari di cek di RS Mitra Keluarga untuk USG pertama kali, belum terlihat kantong hamil, meski sudah ada penebalan dinding rahim yang artinya insyaallah benar, saya positif hamil. Namun qodarullah, ketika USG kedua sekitar pertengahan Maret, dokter Sofani mengatakan kalau berdasarkan hasil USG, usia kandungan saya sudah 6 minggu, tapi kalau berdasarkan HPHT usia kandungan saya sebenarnya sudah 9minggu, jauh sekali jaraknya. Kemudian dokter mengatakan lagi bahwa ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama, saya Blighted Ovum (Kehamilan Kosong) atau kemungkinan kedua, saya lupa HPHT-nya. Dokter bilang mudah-mudahan yang kedua. Tapi, justru saya yakin sekali HPHTnya benar, karena anak ketiga ini memang sudah saya nantikan. Tidak seperti ketika hamil Khalid dan Khansa dulu yang belum ada pengalaman, dan saya memang tidak pernah mencatat atau ingat HPHT saya. Cukup tersentak saya mendengarnya, meski berusaha tetap tenang. Setelah keluar dari ruangan dokter, saya langsung browsing mengenai BO tsb dari HP. Melihat info yang saya dapat dari internet dan foto kondisi kehamilan BO, entah mengapa saya yakin dokter benar, kalau saya BO. Sedih? tentu saja, karena ada harapan disana. Tapi ya, sedih yang biasa-biasa saja, sewajarnya saja. Karena saya tau semuanya sudah takdir Allah kalau memang benar BO.

Sepekan setelah USG kedua, tepatnya hari sabtu siang,  qodarullah saya keluar flek, tapi ini sepertinya bukan flek lagi, namun seperti darah haid, kaget sekali saya dan suami, meski jumlahnya tidak banyak, tapi jelas berwarna merah dan keluar terus. Anehnya, saya tidak sakit perut. Makanya masih bertanya-tanya. Apa yang terjadi. Karena sudah siang dan sepertinya tidak mungkin dapat antrian di RS dan karena ada hal lain, hari senin pagi akhirnya kami baru ke RS Mitra Keluarga Depok. Dalam perjalanan menuju RS, saya merasakan sudah seperti haid, ko rasanya makin banyak yang keluar. Akhirnya di USG lagi dan ya, benar saya BO. Kondisi kantong hamil sudah mengalami kerusakan. Setelah di USG kemudian dokter memberikan opsi, apakah dibersihkan dengan menggunakan obat , ataukah di kuret. Kalau menggunakan obat, pasien akan merasakan kontraksi yang kurang lebih sama seperti proses melahirkan, dan itu membutuhkan waktu 1-3 hari atau lebih, dan hasilnya belum tentu bersih 100% . Atau dikuret, yang insyaallah langsung bersih. Tanpa pikir panjang, saya dan suami memilih di kuret. Karena saya sendiri juga bingung kalau saya minum obat dan suami sedang kerja. Siapa yang akan menolong saya ketika saya kesakitan saat kontraksi, dan gimana ketika darah mengalir terus. Belum lagi hasil minum obat masih 50:50. Hari itu juga saya dikuret, suami izin tidak masuk kerja untuk mengurus dan menunggui saya di Rumah Sakit.

11049111_10206102808347439_2162513092229494626_n

Khalid yang sedang sekolah diminta suami dijemput oleh adik ipar. Sedang Khansa bersama saya dan suami di RS. Menunggu dari sebelum dzuhur, dari di cek dengan alat rekam jantung. Cek darah (sudah lama sekali saya tidak disuntik dan diambil darah) , ketika perawat mencari nadi saya saya pikir akan mudah, karena saya sendiri bisa melihat dengan jelas, tapi ternyata saya sok tau hehe. Justru pembuluh darah saya tipis sekali meski akhirnya tetap bisa diambil darah, alhamdulillah. Setelah diambil darah dan tentu saja dalam kondisi puasa, kami ke lantai dua, ruang tindakan, ruang melahirkan normal sepertinya, atau memang ruang kuret? entahlah saya kurang memperhatikan ruangan yang lantainya hijau itu.
11033869_10206102647543419_5337698478200998860_n
Dari siang sampai sekitar setengah lima sore, baru mulai dikuret. Saya dibius total, alhamdulillah tidak merasakan sakit apa-apa, hanya merasakan  sakitnya jarum yang berisi obat yang di tempelkan diatas pergelangan tangan kiri saya, sungguh tidak nyaman. Bahkan baru kali itu pula saya diberi alat rekam jantung, seperti yang biasa saya lihat di Film dan dihidung saya ditempeli selang oksigen. Ya, jujur saja, sakit itu memang tidak enak. Nikmat sehat adalah nikmat yang sering kita lupakan, padahal sangat mahal harganya.

Sekitar ba’da maghrib saya terbangun, dengan sebelumnya suami saya dan perawat mencoba membangunkan saya. Alhamdulillah sudah selesai, kata suami saya. Dan saat itu yang saya inginkan adalah makan. Ya, saya langsung puasa ketika memutuskan untuk kuret (karena sebelumnya tidak ada rencana untuk dikuret pada hari itu). Tidak berapa lama kemudian makanan khas rumah sakit datang, jangan bayangkan rasanya dengan masakan restoran. Karena saya lapar jadinya saya habiskan semuanya hehe. Kecuali ada minuman berwarna merah, sepertinya jus semangka, Tapi saya tidak minat, bayangkan kalau supnya saja hambar gimana minumannya😀

11182315_10206102660383740_4791139459690731076_n

Saya makan sendiri karena suami sibuk mengurus administrasi rumah sakit, sampai setelah suami shalat isya dan menunggu proses administrasi selesai. Sekitar jam 8 lewat kami pulang, dengan kondisi saya yang masih lemas. Lemas sekali sampai-sampai saya terus berpegangan suami saya karena takut jatuh. Anak-anak sejak sore sudah diungsikan ke rumah kakek-neneknya. Sampai rumah sekitar pukul 9 malam. Kemudian saya mandi, sholat, dan kembali tidur. Alhamdulillah’alakullihal. Belum rejekinya :’)

11174922_10206102673904078_7574708474836307663_n

Kisah Masa Kecil: Afra, Dot dan Gigi Keropos! Maret 13, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
add a comment

Mama pernah bilang kalau Afra kecil itu susah “disapih”nya, bukan susah “disapih” ASI, tapi Sufor-nya alias Susu Formula! Yap! saya memang “bayi” ASI juga bayi Sufor. Yah… terserah orang mau bilang apa, yang jelas saya bayi Mama saya. Ehehe.

download

Ilustrasi. Pict From Google

Saya lupa tepatnya umur berapa saya berhenti nge-dot. Tapi saya sama botol susu ..”duh ya ampun”.. begitulah.. mama bilang, itu dot sampai lubangnya besar karena sambil aku gigit-gigitin juga, bawa dot kemana-kemana dan hasilnya memang waktu kecil gigi saya keropos:mrgreen:

Gak kayak gigi Khalid dan Khansa sekarang yang “cring”😀 alias utuh, putih, bersih, alhamdulillah..Intinya, sebisa mungkin, saya nda mau apa yang terjadi pada saya terulang kembali pada anak-anak saya (kecuali yang bagus-bagus yah) . Khalid dulu pernah sebentar minum susu ASI lewat dot, itu juga karena terpaksa karena saya kuliah. Tapi alhamdulillah nda lama-lama. Selebihnya minum dari gelas, baik Khalid maupun Khansa. Dulu yang pernah sempat “nyobain” yang namanya “empeng” juga hanya Khalid, Khansa tidak. Tapi Khalid juga tidak ketergantungan empeng. Alhamdulillah.

Soal menyikat gigi untuk anak-anak juga saya biasakan sejak kecil. Mengapa? karena saya dulu susah alias malas menyikat gigi sampai usia SD kurang lebih. Dulu saya juga anti sikat gigi pake odol,karena bagi saya rasanya gak enak, odol pepsodent, saya gak pakai sampai sekarang. Pakainya merk lain😀 Sejak balita sekitar 1-2 tahun anak-anak sudah dibiasakan menyikat gigi, tanpa odol waktu itu, yang penting telah menjadi kebiasaan yang baik dulu untuk menyikat gigi. Awalnya memang susah, yah namanya juga anak-anak, kalau ada sesuatu yang baru bagi mereka seringnya susah. Jadi awalnya dipaksa, lama-lama terbiasa. Alhamdulillah.

Barulah sekitar anak-anak usia 3 dan 4 tahun dicarikan odol yang aman untuk anak-anak. Kalau kami memilih enzim strawberry untuk anak-anak. Pernah coba ganti merk lain dengan rasa yang sama, strawberry juga, tapi anak-anak tidak suka. Oh, yasudah sejak itu belinya enzim saja.

Ketika saya melihat anak-anak kecil umur 3-6tahun giginya sudah keropos dan masih megang dot, saya teringat diri sendiri di masa lalu🙂 Karena gigi yang keropos itu pula saya rajin diantar mama ke dokter gigi :)Jadi,adik-adik.. yang rajin ya merawat giginya.. jangan sampai sakit gigi..dan jangan juga sakit hati:mrgreen:

~*Afra Afifah*~
Jum’at Pagi, Tugu Tanah Baru Town House

Berkunjung ke Kebun Mawar, Garut, Jawa Barat Februari 22, 2015

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
add a comment

Pulang dari Kawah Darajat kami langsung menuju Kebun Mawar yang letaknya di Jl. Raya Kamojang. Tidak Jauh setelah Kampung Sampireun. Karena hari itu bertepatan dengan hari Jumat, dan sudah menjelang dzuhur, maka papa, bapa mertua, ayah khalid, rayyan, adi dan rubi turun lagi ke bawah menuju masjid untuk shalat jumat. Sedang kami yang perempuan dan anak-anak laki-laki yang masih kecil😀 dipersilahkan untuk menikmati Kebun Mawar terlebih dahulu. Anak-anak senang di Kebun Mawar karena tempatnya luas sehingga mereka bebas berlarian kesana-kemari.

Di Kebun Mawar, banyak  terdapat aneka bunga dan tanaman. Disana juga terdapat penginapan, seperti private villa yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Para pengunjung yang bukan tamu penginapan dilarang masuk ke Villa. Tempatnya juga beragam ,mulai dari Villa yang besar, rumah kecil, sampai hanya menyewa kamar saja, bisa.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Udaranya yang sejuk serta di kelilingi taman yang indah, serta kebersihan yang terjaga membuat Kebun Mawar ini cocok disebut sebagai salah satu tempat romantis di Garut🙂

~*Afra Afifah*~

[22 Februari 2015]

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.780 pengikut lainnya