jump to navigation

Naik Pesawat, Gimana Rasanya…? Maret 20, 2014

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
trackback

Mexico Travel

Sudah beberapa hari terakhir ini saya selalu ngikutin berita tentang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. Hal ini mengingatkan saya pula dengan beberapa kasus kecelakaan pesawat yang terjadi, dua diantaranya yang paling saya ingat adalah jatuhnya pesawat Adam Air di perairan Sulawesi dan pesawat Sukhoi di gunung salak. Turut merasakan kesedihan yang mendalam, kehilangan orang-orang tercinta.

Di umur saya sekarang, 25th 4 bulan ini, saya akui saya belum pernah naik pesawat. Belum pernah fra??? Ada sahabat saya dan suami yang cukup kaget mendengarnya.. “iya belum pernah, kenapa sih emang??” jawab saya sambil balik bertanya. Lagian juga belum pernah ada tujuan ke suatu daerah atau kota yang memerlukan untuk naik pesawat. Ya umroh juga belum pernah, naik haji apalagi. Namun saya berharap semoga suatu saat Allah mudahkan : )

Malu..??
heyyy kenapa mesti malu..?? emangnya aib ya belum pernah naik pesawat..? biasa aja. Mama saya, baru pertama kali naik pesawat ketika pergi haji, beberapa tahun yang lalu. Ketika usia beliau 40-an tahun. Kalau papa, sudah dari muda sudah pergi kesana kemari naik pesawat. Suami saya juga sudah sering naik pesawat ke berbagai kota di Indonesia ketika bekerja di kantor lamanya. Adik-adik saya malah ada yang sudah beberapa kali naik pesawat dalam rangka pergi ke Singapur dan Malaysia. Pesawat hanya kendaraan tho..?

Pernah beberapa kali suami saya menawarkan untuk pergi suatu tempat naik pesawat. Tapi saya menolak kalau memang gak penting-penting amat. Hmm sebenarnya saya ini juga bakal deg-degan banget mungkin. Saya suka daerah-daerah tinggi, tapi gak suka ketinggian😀 hayoo bingung ga?😀 iya, saya lebih suka daerah-daerah pegunungan dibanding pantai dan laut. Tapi kalau tempat-tempat tinggi, saya ga suka. Naik “bianglala” di Dufan aja saya deg-degan. Kurang menikmati. Bahkan ketika pertama kali sekolah di SMA 78, yang lantai 4 untuk anak-anak kelas 1. Saya sempat takut dan ga berani dekat-dekat tembok  yang biasa dijadikan tempat sandaran dan mejeng murid-murid lain sambil liat suasana sekolah dan lapangan yang luas. Berasa mau jatuh..

Kira-kira kapan ya saya bakal naik pesawat..?  dengan tujuan apa? Kemana? Dan pada umur berapa..? Saya cuma berharap, ketika saya naik pesawat untuk pertama kalinya, suami saya yang ada disamping saya. Karena kemungkinan besar saya akan gugup karena takut. Kayak di bagian Film Ainun Habibie, dikala Ibu Ainun dan Pak Habibie naik pesawat dengan tujuan Jerman,  ibu Ainun yang gugup, memegang erat-erat tangan suami tercintanya. Aiiiiihh:mrgreen:

~*Afra Afifah*~
Ketika Hujan, Ba’da Isya

Tugu Tanah Baru Town House

Komentar»

1. Fathia Rahma - Maret 20, 2014

Jyaaaaah.. Dari serius jadi ngekek pas kalimat terakhir😀

2. Chrismana"bee" - Maret 21, 2014

Waa,.. berarti saya kayak bu ainun & pak habibie, pertama naik pesawat saking deg2an pegang erat tangan si mas😀

3. sopyansaori - Maret 22, 2014

salam kenal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: