jump to navigation

Menyapih Khansa dengan Hypnoparenting Januari 30, 2013

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
3 comments

14 Januari 2013. Putriku Khansa Kazhima tepat berumur 2 tahun. Alhamdulillah. Pada tanggal itu juga, saya mulai menyapih Khansa. Meski prosesnya, sudah saya lakukan sebulan sebelumnya? Kok bisa? 🙂 tentu bisa, karena saya mencoba untuk menyapih dengan cinta, bahasa kerennya, weaning with love (WWL) :mrgreen:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebelum Khansa tepat berumur 2 tahun, sebenarnya saya sudah sejak lama baca-baca tulisan tentang weaning with love. Mungkin, kalau orang “dulu” , menyapih anak secara “tradisional” dengan cara memberikan sesuatu di PD sang ibu, bisa berupa bubuk kopi yang dicampur dengan sedikit air, atau diberi lipstick merah, sehingga anak enggan menyusu. Tapi, saya tidak menggunakan cara tersebut. Meski  sempat terpikir, kalau wwl –nya gagal, terpaksa saya menggunakan cara “tradisional” tsb. Namun saya terus berusaha agar Khansa bisa disapih dengan cinta ^^

Walaupun sudah beberapa kali membaca artikel mengenai wwl, tapi bagi saya yang paling “mengena” adalah ketika saya membaca tulisan dari blog ka cizkah ini  disitu tertulis mengenai hypnoparenting. Bagi saya, hypnoparenting sudah tidak asing lagi, sejak khansa belum lahir, saya sudah beberapa kali mempraktekkannya pada Khalid. Kejadian yang paling saya ingat adalah ketika saya beserta suami dan Khalid, ingin mudik pertama kali ke Garut dengan menggunakan Bus.  Waktu itu kami pergi malam hari. Sebelum berangkat, saat masih di rumah, saya bisikkan di telinga Khalid:

“Khalid..kita mau mudik ke rumah kakek, Khalid bantu ayah bunda untuk tidak rewel di jalan ya? Gampang banget ko bantuinnya, Khalid tidur aja selama perjalanan. Itu udah sangat membantu ayah bunda, sayang. Kalau sudah sampai, baru Khalid boleh bangun ^^.”

Saya bilang seperti itu, karena di umur Khalid waktu itu, dia hampir selalu bangun malam dan menangis-nangis meraung minta susu. Dan, saya tidak menyangka cara itu berhasil. Khalid tidur sepanjang perjalanan dan bangun, ketika sudah sampai Garut! Masyaallah!

Karena sudah pernah mempraktekkan beberapa kali pula, saya cukup yakin bisa berhasil untuk menyapih Khansa dengan Hypnoparenting tsb. Sebulan sebelumnya, di bulan Desember. Ketika mau menyusu, saya selalu bilang ke Khansa:

“chacha (nama panggilan Khansa) ..nanti kalau udah umur 2tahun..chacha nda boleh mimibun lagi ya? Soalnya chacha kan sudah besar.. kalau sudah besar gak mimibun lagi.. aa Khalid sudah besar..dia hebat udah ga mimibun lagi. Tapii.. karena sekarang ocha belum 2th..ocha masih boleh mimibun hehe”

dan Khansa pun slalu mendengarkan meski ujung-ujungnya tetap merengek minta menyusu. Namun karena belum 2th, saya tetap memberikannya sambil terus mengucapkan hal-hal tsb, setiap dia mau menyusu.

Hari H pun tiba, saya bilang: “Alhamdulillah ade Khonsa udah umur 2tahun..sudah besar..pintar..udah gak mimibun lagi ya?”^^ dia  mendengarkan sambil merengek sedikit..awalnya, sempat meronta-ronta. Tetap ingin menyusu.  Kemudian saya katakan bahwa “ Khansa sudah besar..Khansa udah gak mimibun lagi.. Khansa insyaallah pasti bisaa!! Khansa kuatt!!”

Ketika ia ingin tidur dan minta susu itu, saya bilang : “sini bunda peluk ocha” tapi dia tidak mau dan tetep rewel..akhirnya saya elus-elus badannya..kakinya..alhamdulillah dia bisa tidur tanpa menyusu. Proses ini hanya berlangsung sekitar 2-3 hari saja.

Selanjutnya dia benar-benar tidak meminta lagi, dan langsung tidur..sekarang stiap mau tidur..dia selalu minta dipeluk..dielus-elus..dicium dan menjadikan lengan bundanya sebagai guling..

Dalam proses ini, benar saya rasakan, tidak hanya anak yang sedih tidak menyusu lagi. Sang Bunda juga harus siap mental dan kuat mental untuk tegas terhadap diri sendiri bila ingin proses ini sukses. Saya merasakan sedih sekali ketika dia pertama kali disapih. Ketika dia minta susu dan saya tidak memberikannya. Dan masyaallah..waktu cepat berlalu.. amanah sebagai ibu untuk menyusui anak selama 2 tahun sudah saya jalankan..rasanya itu tidak bisa terucapkan dengan kata-kata. Sedih, karena anak-anak cepat besar sekaligus senang. Smua campur aduk.  Masyaallah..

Alhamdulillah ..proses penyapihan Khansa berhasil dengan sukses! ^^

~*Afra Afifah*~

[Tugu Tanah Baru Town House, penghujung Januari 2013]

Ke Museum Transportasi TMII~! :) Juli 31, 2012

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
3 comments

17 Juni 2012 lalu, saya beserta anak-anak dan adik saya, Hisyam, berkesempatan untuk mengikuti acara Edu-Tour Rail untuk anak sekolah. Awalnya, saya dapat info acara tsb di Group FB “Sunni Home Schooling”, yang dipostingkan oleh mba Rieska Ummu Fauzan. Sempat bingung ikut atau tidak, karena acara ini memang diperuntukkan untuk anak-anak usia sekolah. Sedangkan Khalid dan Khansa anak saya, masing-masing baru akan menjelang 3 dan 2 tahun ^^. Alhamdulillah, ternyata mba Rieska dengan baik hati memberikan “golden” tiket khusus untuk anak-anak saya, dan anak teman saya, Yahya, yang seumuran dengan Khalid.

Acara liburan seperti inilah yang saya cari. Karena liburan tidak melulu harus ke Mall. Banyak sekali cara dan tempat liburan yang asik yang bisa dipilih untuk mengisi liburan anak-anak, salah satunya ya pergi ke museum. Akan lebih asik lagi, jika acaranya dikoordinir dengan baik, seperti acara yang kami ikuti ini.

Anak-anak dibagi per kelompok, masing-masing kelompok mempunyai pemandunya masing-masing. Kemudian anak-anak diajak berkeliling, melihat lokomotif-lokomotif uap yang dulunya memang beroperasi di Indonesia. Selain diajak melihat lokomotif, anak-anak pun diberi penjelasan tentang lokomotif tsb. Sejarahnya, digunakan untuk apa. Dan tentu saja anak-anak diizinkan mengintip ke lokomotif-lokomotif tersebut.

Termasuk yang paling seru adalah masuk ke Kereta Makan. Kamilah pengunjung pertama kereta makan tersebut, setelah kereta tersebut baru selesai di renovasi. Seru sekali. Anak-anak duduk di kereta makan tersebut. Di dalamnya tentu saja ada dapur. Dan lemari es, jaman dulu. Dengan Furniture-nya yang sebagian besar dari kayu, termasuk meja dan kursinya. Antik Sekali. Para ortu juga tidak perlu khawatir anak-anak kepanasan dalam kereta makan tersebut, karena didalamnya sudah dilengkapi dengan AC.

Dan tak kalah seru adalah acara membersihkan kereta. Anak-anak dari rumah sudah membawa kuas masing-masing. Lalu mereka diizinkan untuk membersihkan salah satu lokomotif yang terdapat di Museum Transportasi dengan menggunakan Oli. Wah, anak-anak terlihat sangat antusias sekali.

Acara ini juga diliput oleh SCTV dan Detik Travel lho 🙂

Silahkan liat liputannya di link berikut yah :

http://travel.detik.com/read/2012/06/17/131513/1943232/1025/4/ramai-tawa-riang-puluhan-anak-di-museum-transportasi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Salam,

Afra Afifah

[Pagi Hari di Jagakarsa]

Khansa LULUS S2 ASI~! :) Januari 14, 2012

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
6 comments

alhamdulillah…hari ini tepat setahun umur ade Khansa Kazhima^^

tidak terasa anak ayah dan bunda sudah besar dan LULUS S2 ASI~! :mrgreen:

SELAMAT ya sayaaaaangggg ^_^

Belajar Dari Garut: Garut, GO GREEN~! :) Oktober 16, 2011

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
16 comments

Selalu saja ada hal menarik yang menyenangkan untuk diceritakan, tentang kota kelahiran suami saya, di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Mulai dari sambal Garut khas buatan mertua, udaranya yang sejuk, tempat-tempat wisatanya, keramahtamahan penduduknya, alamnya yang indah, sampai mengenai bagaimana kami menghabiskan waktu liburan kami disana dan perjalanan mudik itu sendiri.

[halaman rumah mertua yang asri dan hijau, bebas dari sampah ^^]

[situ bagendit, salah satu tempat wisata di Garut]

Perjalanan mudik pun akan jauh lebih menyenangkan, bila kita dapat memberikan manfaat untuk Bumi kita tercinta! Loh..? Memangnya ada kaitannya..? Tentu saja ada, banyak malah! : ) Misalnya mudik dengan menggunakan bus, sebagai salah satu alat transportasi umum. Kenapa kami menggunakan bus..? karena selain nyaman dan ongkos perjalanannya murah, naik kendaraan umum seperti bus juga dapat membantu mengurangi polusi udara : ). Coba bayangkan, jika setiap keluarga mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi? Jalanan akan semakin macet, polusi udara pun akan semakin tinggi akibat dari banyaknya asap kendaraan. Selain naik kendaraan umum, memilih waktu yang tepat untuk mudik juga dapat membantu bumi kita lho! Karena itu, saya, suami dan anak-anak biasa memilih mudik ketika malam hari, waktu subuh, atau jika bertepatan dengan libur lebaran, kita harus pintar memilih hari kapan kita mudik ke kampung halaman, agar terhindar dari kemacetan luar biasa akibat padatnya arus kendaraan, yang pada akhirnya akan merugikan bumi dan diri kita sendiri.

[tol cipularang di pagi hari, arus kendaraan lancar jaya! ]

Meski sering berhasil mudik dengan lancar tanpa terkena kemacetan yang berarti, kami toh pernah juga merasakan kemacetan luar biasa saat mudik lebaran. Padahal sebelumnya, kami sudah memperkirakan waktu yang tepat untuk mudik ke Garut. Yaitu hari dimana sudah melewati puncak arus mudik, sehingga tidak terjebak macet dijalan. Rupanya, manusia punya rencana tapi Allah berkehendak lain. Kami terjebak kemacetan yang luar biasa..! Sungguh, saat itu baru kali pertama buat saya dan keluarga merasakan macetnya mudik lebaran. Perjalanan Jakarta-Garut yang biasa ditempuh 3,5 sampai 4 jam dengan menggunakan bus, saat itu kami tempuh dengan 9 jam! Tubuh pun menjadi sangat lelah, pikiran suntuk karena bosan, pemborosan bensin, dan polusi udara menjadi tinggi! Itulah akibatnya jika salah perhitungan memilih waktu mudik.

[di dalam bus, saat menunggu antrian di pintu tol]

[terjebak kemacetan luar biasa di Nagrek]

Akan tetapi, Alhamdulillah… letih yang kami rasakan dalam perjalanan, terbayar sudah dengan senyum orang tua dan keluarga di Garut yang berbahagia menyambut kedatangan kami, serta istirahat yang cukup dan makan masakan mertua tentunya! hehehe…Masakan khas sunda buatan mertua memang selalu membuat rindu di hati : )

[makanan buatan mertua, Enak Banget~! :mrgreen: ]

[bahan-bahan sambel Garut]

Nasi, ikan goreng, lalapan, kentang goreng , dan sayur sop serta ditambah dengan sambal garutnya yang nikmat, membuat makan sepiring nasi pun belum cukup! Dan asiknya lagi, sebagian bahan masakan ibu mertua, di ambil dari kebun dan kolam sendiri. Mau makan ikan tinggal ambil di balong (kolam) ikan yang letaknya di depan, di samping dan di belakang rumah mertua. Mau nyambel, cabe rawitnya pun tinggal dipetik dari tanaman cabe yang ditanam mertua. Mau es kelapa, tinggal panjat pohonnya dan petik deh! Yap, semudah itu! Alhamdulillah…

[balong (kolam) di depan rumah mertua, tampak juga pohon kelapa dari kejauhan]

[tanaman cabe rawit di kebun rumah mertua]

Ketika tahu kami sudah sampai di Garut, keesokan harinya emak (panggilan untuk neneknya suami) biasanya senantiasa mendatangi kami dari rumahnya yang tak jauh dari rumah mertua. Emak memang sudah lanjut usia, dan tenaganya pun tentu saja sudah tidak seperti waktu muda dulu. Tapi Emak tetap rajin berjalan kaki dari rumahnya untuk bertemu kami, para cucu dan cicitnya. Padahal, bisa saja Emak menyuruh salah satu anaknya untuk mengantar jemputnya dengan motor untuk mencapai rumah mertua. Namun Emak tidak melakukan itu, meski harus dengan bantuan tongkat untuk membantunya berjalan. Ah…Emak memang sungguh luar biasa! Dan mungkin tanpa Emak sadari, tindakannya untuk sering berjalan kaki itu ternyata sangat bermanfaat bagi Bumi dan diri Emak sendiri. Emak jadi lebih terlihat sehat dan segar dibanding orangtua lain seusia Emak, dan Emak juga telah membantu mengurangi polusi udara dengan berjalan kaki. Ternyata, tidak hanya Emak yang rajin berjalan kaki, sering kali saya lihat warga Desa juga rajin berjalan kaki ketika pulang dari sawah, sekolah, atau tempat lainnya.  Aktifitas yang sangat patut dicontoh ya! : )

[Emak dataaaanggg ^^]

[warga desa yang rajin berjalan kaki : ) ]

Emak datang, para cicit pun riang : ) Anak-anak saya senang sekali bermain dengan Emak dan para Mamang (paman) kecilnya yang masih usia SD.

[main sama Emak]

[khalid (anak sulung saya) bermain kelapa dengan para mamang kecilnya ^^]

Setelah asik bermain dengan Emak dan Mamang, Khansa (anak kedua saya) pun tertidur. Karena Khansa tidur siang, maka tak lupa saya matikan lampu untuk menghemat penggunaan listrik.

[Khansa lagi bobo siang]

[rumah mertua]

Alhamdulillah di setiap kamar rumah mertua saya terdapat jendela, maka otomatis  sirkulasi udara dalam kamar pun baik. Jadi, tidak perlu lagi AC di dalam ruangan, yang bisa mengakibatkan semakin panasnya Bumi yang kita huni ini.

Idul Fitri yang dinantikan pun tiba. Kami dan keluarga besar berkumpul di rumah Emak untuk bersilaturahim dan makan-makan! Senangnya! : )

[makan-makan di rumah Emak]

Dan saat-saat yang dinanti anak-anak tentu saja saat kakek dan nenek membagikan “THR” hehehe. Nenek membagikan langsung uangnya kepada para cucunya, tidak perlu repot-repot lagi menggunakan amplop. Tentu saja tindakan nenek juga bermanfaat bagi bumi sebagai upaya penghematan penggunaan kertas! Nenek memang cerdas!

[Nenek bagi-bagi “THR” hehehe]

Wah, ternyata banyak hal mudah yang dapat kita lakukan yang bisa bermanfaat bagi bumi kita yah! Karena itu, Ayo!! sudah saatnya kita bertindak bagi bumi, yang sudah banyak memberi, untuk masa depan kita dan generasi mendatang! Hidup GO GREEN! :mrgreen:

~*Afra Afifah*~

[Depok, 17 Oktober 2011]

Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat September 28, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
add a comment

“Kapan ya kita bisa kesini lagi..?” tanyaku…

“Insyaallah nanti kita kesini lagi bareng anak-anak kita ya sayang…” jawabnya…

romantis ya?:P hahaha maklum, percakapan tersebut terjadi ga lama setelah menikah..

masih jadi pasangan suami istri newbie ceritanya *lah ko newbie??* #tepokjidat

Ya, dulu, tak lama setelah menikah, suami saya mengajak saya pulang ke kampung halamannya di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Kota dimana dia dilahirkan, dan menghabiskan masa kecilnya sampai tingkat SMP, karena setelahnya, ia “merantau” ke Bandung setelah di terima di SMA Negeri  3 Bandung, (yang katanya) SMA Favorit gitu deh 😛

Salah satu tempat yang saat itu kami kunjungi adalah Situ Bagendit. Sebenarnya saat itu tidak ada rencana untuk kesana. Tapi, dalam perjalanan pulang (ke rumah mertua saya) setelah puas keliling berjalan-jalan di Garut, saya melihat dari kejauhan ada sebuah danau yang cukup indah. Karena mertua saya baik hati, tak lama kemudian mampir lah kami sebentar disana. Hanya sebentar karena saat itu hari sudah menjelang senja. Dan…terciptalah percakapan seperti di awal tulisan saya ini *LOL*

Namun jawaban aa ketika itu, memang menjadi kenyataan pada akhirnya, Alhamdulillah. Karena kini, menjelang 3 tahun usia pernikahan kami, untuk kali kedua kami ke Situ Bagendit, dan membawa anak kedua kami, Khansa Kazhima. Kakaknya, Khalid Khairy belum bisa diajak karena baru sembuh dari sakit.

Situ Bagendit merupakan salah satu objek wisata di Garut dari banyaknya pilihan wisata di kota Intan tersebut. Harga tiketnya pun murah meriah. Namun sayang, objek wisata tersebut kurang dirawat. Padahal, jika dirawat dengan baik, saya percaya Situ Bagendit akan menjadi Objek Wisata favorit pilihan keluarga (*halah apa pula ini bahasanya 😛 )

Mudah-mudahan kunjungan kami berikutnya bisa mengajak Khalid serta 🙂  insyaallah…

~*Afra Afifah*~

[Beji Timur, Depok, 28 September 2011]

Buka Bersama Warga Griya Rahmani 1 Agustus 22, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
5 comments

17 Ramadhan kmarin, atau bertepatan dengan 17 Agustus 2011 Masehi. Saya, suami beserta Khalid Khansa ikut acara buka bersama warga Griya Rahmani 1 Beji, Depok. Ini kali kedua bagi saya, suami dan Khalid menghadiri bukber tsb and this is the first time bukber bagi ade Khansa :D. Alhamdulillah.

Tema baju yang kami pakai kemarin adalah UNGU 😀 , jadi deh kluarga ungu 😛 . Bukber kali ini tentu saja berbeda dari tahun kmarin, slain udah ada ade Khansa dan tidak ada pembantu yang nginep., makanan yang kami santap pun berbedzha (pastinya 😛 ) . Tahun kemarin makan-makan secara prasmanan, kali ini pake nasi box 😀 . Kasian juga Ibu-ibu disini kalau prasmanan, beres-beresnya, nyuci piringnya, hehe. Alhamdulillah. Khalid dapat paket McD ayam goreng, dan untuk orang tua dapet paket Ayam Laos.

khalid clingak clinguk siap-siap kabur -_-“

Saya dan anak-anak ga bisa lama-lama disana, karena Khalid yang maunya kabur-kaburan terus, ga mau diem duduk manis ditempat, ade Khansa juga begitu, maunya di gendong. Hoaah @_@ jadi setelah adzan maghrib saya pulang deh 😛 (SMP -Sampai-Makan-Pulang- banget yak haha) yah apa daya, memang bgitulah kalau anak-anak sedang lagi aktif-aktifnya 🙂

berhasil kabur dan digendong ayah kembali -_-“

Tahun depan…, bisa buka puasa di sini lagi ga yah..? Wallahu a’lam 🙂

Ade Khansa LULUS IMD dan ASI Eksklusif~! :) Juli 14, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
7 comments

Alhamdulillah…

Bukanlah suatu perkara yang mudah bisa melewati proses IMD dan memberikan asi eksklusif tanpa paparan susu formula(sufor) sama sekali… tapi kini atas Izin Allah saya bisa melakukannya ke anak saya yang kedua…

Mudah-mudahan hal ini bisa saya terapkan kembali ke anak-anak saya yang selanjutnya..

ketiga, keempat, kelima… :mrgreen:  insyaallah

dan bisa menyapih mereka di usia 2 tahun 🙂

mengenai sertifikat ini saya mendapatkan info dari sahabat twitter saya @ummuumar18 (karena qadarullah belum jua ketemu di dunia nyata) dan dapat di download di situs AIMI 🙂

(lebih…)

Selamat Datang Khansa, Selamat Tinggal Sahira… Februari 23, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
15 comments

“loh koq, namanya diganti”

“eh,bukannya namanya sahira ya? Ko jadi khansa?”

Yah, bgitulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke saya dan suami. Memang, awalnya kami beri nama anak kedua kami, Sahira Shalihah. Sahira…ayahnya suka sekali dengan nama itu. Seperti pemberiaan nama kakaknya, Khalid. Pemberiaan nama kali ini pun, harus saya dulu yang pilah-pilih dari berbagai sumber, barulah kemudian giliran ayahnya anak-anak yang menentukan nama yang pas, tentunya, setelah ada kesepakatan dengan bundanya, yaitu saya. Maka, disepakatilah nama anak kedua kami Sahira Shalihah. Namun, berjalan beberapa hari kemudian. Layaknya nama baru, banyak teman-teman dan keluarga bertanya kepada kami, apakah artinya? Kami pun menjawab: Sahira “memikat hati” Tapi, alhamdulillah kami dikelilingi oleh sahabat dan teman-teman yang baik dan mengerti dien serta bahasa arab. Sempat terjadi perbincangan mengenai asal usul nama”sahira” di antara teman-teman kami, yang nama tersebut ternyata serumpun dengan “penyihir”, “sihir” dan sejenisnya. Astagfirullah.

Jujur aja, sediiiihhh bangeeett rasanya mengganti nama anak kami, karena sudah memanggil-manggil dia dengan panggilan “sahira”, tiba-tiba diganti rasanya seperti ada yang hilang 😥 sampai akhirnya saya baca kalimat terakhir dalam tulisan ini, yang berbunyi :

“Names carry meanings, as it is said, and everyone is influenced by his name.

So we are required to choose good names that have meanings.

And Allaah knows best.”

Padahal awalnya, saya sudah baca berkali-kali fatwa tersebut, dan tetap “ngotot” untuk tidak merubah seluruhnya nama anak kedua kami, paling tidak, tadinya sahira, dirubah menjadi shahira shaliha, tapi entah kenapa..akhirnya mata saya tertuju pada tiga baris terakhir tulisan tersebut, dan bismillah…saya punya kekuatan untuk mengganti nama anak kami yang harus segera diganti karena saat itu tepat hari aqiqahannya.

Alhamdulillah, nama baru pun kami berikan, yang memang, sebelum nama sahira shalihah ditetapkan, nama Khansa Kazhima sudah menjadi calon kuat nama adiknya Khalid : ) Khansa diambil dari nama Sahabiyah, Alkhansa binti Amru, ibu para Syuhada, bisa juga arti sebenarnya “wanita yang berhidung mancung” dan Kazhima, dari “kazhimah” yang artinya, orang yang mampu menahan amarah.

Dan kini, kami sudah terbiasa dengan nama Khansa, yang awalnya, aneh sekali memanggilnya dengan Khansa, padahal sebelumnya Sahira :’). Sekarang, jadi asing dengan nama Sahira ^^

Selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Dan hikmah yang bisa diambil dari yang kami alami adalah:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

(Al-Baqarah: 216)

My Graduation Day~! :) Februari 8, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
16 comments

Setelah melewati masalah birokrasi kampus yang berbelit-belit…Akhirnyaaa, saya bisa lulus kuliah juga :mrgreen: Alhamdulillah…Sebenarnya, saya sudah lulus terhitung 25 juni 2010 tahun lalu, tapi karena saya mengumpulkan revisi skripsi blakangan, wisudanya pun baru terlaksana hari sabtu, 5 februari 2011 kemarin 🙂 alhamdulillah’alakullihal 🙂

Eh, tapi bukannya wisuda S1, saya malah “udah wisuda tingkat master, alias S2” hahaha ga dink :p hal ini gara-gara saya yang baru membuka seragam wisuda dari rektorat pas di hari H wisuda. Ketika melihatnya, loh koq, ini stripnya ada 2? hahaha well, anggap aja itu seragam khusus buat anak S1 yang udah punya 2 anak, kata suami 😛

Alhamdulillah bisa lulus tepat waktu dan telah dikaruniai suami dan anak-anak tercinta… 😥


Our Little Princess is Here~!:) Januari 18, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
12 comments