jump to navigation

MONEY can’t buy HAPPINESS :) Desember 31, 2013

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
Tags:
2 comments

Banyak hal yang tidak dapat dibeli dengan uang..

Suami yang shalih..anak-anak yang shalih dan shalihah..semuanya itu..tidak dapat dibeli dengan uang #MONEYcantbuyHAPPINESS

Suami yang senantiasa menasehati istrinya dengan lemah lembut ketika berbuat salah.. tidak dapat dibeli dg uang #MONEYcantbuyHAPPINESS

Suami yang tiap sholat lima waktu..selalu sholat berjamaah di masjid..tidak dapat dibeli dengan uang #MONEYcantbuyHAPPINESS

Suami yg perhatian dg kondisi istrinya yg kelelahan tlah mnjaga rumah dan anak2nya seharian,tidak dpt dibeli dgn uang #MONEYcantbuyHAPPINESS

seorang suami yg perhatian bkn hnya kpd orang tuanya sendiri tapi jg memuliakan mertuanya.tdk dpt dibeli dengan uang #MONEYcantbuyHAPPINESS

Suami yg adil.. ia memuliakan ibunya tapi tidak “menyingkirkan” istrinya bgitu saja.. tidak dapat dibeli dengan uang #MONEYcantbuyHAPPINESS

Suami shalih yang cinta thpd istri dan mencukupkan diri dg “hanya” seorang istri..tidak dapat dibeli dg uang #MONEYcantbuyHAPPINESS

tweets by @afraafifah

[11 September 2012]

Iklan

Bidadari Suami Desember 31, 2013

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
Tags:
add a comment

salahkah bila,

seorang suami yang sangat mencintai istrinya,

ingin agar sang istri menjadi bidadarinya di dunia dan di akhirat…?

~*Afra Afifah*~

[17 Desember 2012]

Mimpiku… Desember 31, 2013

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
Tags:
1 comment so far

gunung gede

masih kuat impianku…sejak dulu..

ingin mendaki gunung itu, bersamamu…

melihat indahnya alam indonesia,

dari atas awan.

~*Afra Afifah*~

[12 Desember 2012]

pict from here

je t’aime Desember 31, 2013

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
Tags:
add a comment

rindu dan dirimu,

adalah inspirasi puisiku…

je t’aime..

~*Afra Afifah*~

[4 juni 2013]

My Days Desember 31, 2013

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , , ,
3 comments

momi

Belum ada setahun bisnis mainan ini saya jalankan (mulai februari 2013) , tapi masyaallah walhamdulillah..perkembangannya cukup bagus..saya yakin bisnis ini sangat prospek kedepannya –insyaallah-. Semakin kemari, saya makin kewalahan ngurusin “semua” sendirian. Ngurus suami, anak-anak, rumah, dan bisnis, tanpa asisten rumah tangga. Tentu saja orang yang paling sering membantu adalah suami saya sendiri.. alhamdulillah sangat bersyukur punya suami yang mudah bila dimintai tolong dalam banyak hal..mulai dari membantu pekerjaan rumah..urusan anak, bisnis, dll. Aa memang partner sejati dalam banyak hal 🙂

Cape? Tentu saja. Tapi benar-benar saya enjoy dan menikmatinya. Kecuali packing, ah ya…saya tidak suka packing barang..rasanya setelah jam 3 sore itu udah cape..pengennya santai-santai sejenak..bacain buku untuk anak-anak..ngliatin anak-anak main.. belajar sama anak-anak..

Gimana dan dimana mencari karyawan..itu yang masih kami pikirkan.. bukan asisten rumah tangga sebenernya yang saya butuhkan..lebih ke asisten bisnis..membantu saya promosi barang..ngurus twitter..instagram..dan terutama ya packing barang hehe..

Karena kalau sudah banyak orderan dan banyak yang tanya..bisa-bisa bahkan sekedar promosi pun tidak sempat, saya berusaha membalas semua pertanyaan dengan cepat semampu saya. Tapi lagi-lagi, apa daya..smua masih dikerjakan sendiri.

Anak-anak juga kan sering “gak ketebak” tingkah dan polahnya..kadang anteng.. (keseringan sih ngga 😛 ) anteng klo udah pada baca buku, main lego, blok kayu, dll. Tapi juga sering berantem disaat yang sama,,berebutan lah.. yang satu gak sengaja nyenggol mainan yg lain jadi hasil karyanya jatuh-lah, hancur berantakan, dan akhirnya yang satunya marah. Berantem deh. Atau lari-larian. Numpahin makanan yang mereka makan dan minuman di lantai (ini mah biasa, bersyukur udah beli alat pel serba guna) jadi tugas rumah tangga makin berasa ringan. Alhamdulillah.. Thank You Allah..Thank You Aa 😀

Gimanapun aktifitas dalam satu hari kalau telat bangun sedikit, bisa bikin geje, bête , ga semangat, sensi, dll..parah deh -_- makanya mesti buat jadwal harian, meski ga melulu mesti sama percis jadwal, tapi setidaknya kita punya ”aturan main” secara umum. Ada tuntunan secara tertulis.

Paling seneng kalau bangun pagi bisa tepat waktu, jam 3 kurang. Jam 3 kurang?? Iya, jam 3 dini hari. Kalau bangun jam 4 aja udah cukup hectic, bergegas sana sini, shalat, beres-beres rumah, masak sarapan+makan siang+bekal kantornya aa. Dan apalagi klo Khalid Khansa udah bangun,, huewwwwww.. “r.u.s.u.h” karena lagi sibuk masak di dapur, dll. Trus bocah-bocah kan gitu kebiasaan bangun tidur karena “nyawanya belum ngumpul”. Rewel. Minta ini itu, dikabulin, trus eh ga mau. Intinya: geje 😛

Karena itu sebisa mungkin saya dan aa membereskan banyak hal di pagi hari sebelum anak-anak bangun, dan tentu saja sebelum aa berangkat ke kantor. Kami memang sebuah Team. Ya, team kecil. 😀 tapi sangat berasa manfaatnya bila kami sama-sama bersinergi memulai hari.

Namun tentu saja tidak melulu hari berjalan dengan lancar dan “sempura” seperti itu. Tapi setidaknya kami berusaha. Ya, berusaha terus dari hari kehari.. Mengejar mimpi-mimpi kami..

Semoga Allah merindhoi..insyaallah ^^

~*Afra Afifah*~

Pagi hari sehabis hujan, dipenghujung tahun 2013

Tanah Baru, Depok