jump to navigation

Enaknya Nikah Muda~!:) Januari 6, 2011

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
Tags:
33 comments

Banyak teman-teman yang bertanya ke saya, “gimana fra, nikah enak gak?” Dan selalu saya jawab, “yaa smua tergantung dengan siapa kamu menikah” 🙂 nah lhoo 😀 Yup, saya menjawab sejujur-jujurnya koq 😉 maka dari itu, jangan sampe deh salah pilih pasangan 😉  karena tentunya kita mau menikah sekali saja seumur hidup kan? Sampai ajal menjemput, insyaAllah. Pilih baik-baik, seleksi baik-baik siapa yang akan menjadi pasangan hidupmu nanti. Seseorang yang akan menemanimu, di dunia dan akhirat nanti, insyaAllah…

Karena Alhamdulillah saya menikah muda, dan memang karena ingin menikah muda, hehe. Maka saya ingin berbagi rasa nih, enaknya nikah muda 😉 (aihhh) 😛 :

  • Saya sudah menyempurnakan setengah Dien saya, sedari muda. Alhamdulillah. Dulu saya berfikir, gimana ya..kalau Allah sudah ‘memanggil’ saya, tapi setengah dari agama pun belum saya raih..? Tentu saya takut, sedih dan malu kepada-Nya jika hal itu terjadi..meski takdir stiap manusia sudah di tentukan oleh-Nya. Tapi, manusia diwajibkan untuk berusaha, maka dari itu, saya harus berusaha menggenapkan setengah agama saya, sedini mungkin.

  • Mendapat sahabat yang paling setia, pembimbing, dan juga penghibur di kala sedih, penyemangat di kala semangat sedang surut, dan pengingat di kala berbuat lalai dan salah. Itulah suami. Tentu saja suami yang shalih.

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71)


  • Jarak umur antara kita dan anak-anak kita tidak terlampau jauh. Itu juga yang menjadi alasan saya untuk menikah muda, selain jarak umur yang tidak terlampau jauh, merawat anak dan mendidik anak di kala muda adalah waktu yang terbaik. Karena dari segi fisik, tenaga dan pikiran, masih “fresh”.

Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

  • Prioritas hidup sudah dibangun sejak dini. Mungkin, kalau saat ini saya belum menikah, setelah lulus kuliah saya akan kebingungan, antara kerja dan menikah. Jika jodoh belum kunjung datang, maka bisa jadi saya terpaksa untuk bekerja di perkantoran. Menjadi karyawan swasta atau pemerintah, yang harus pergi pagi, dan pulang di petang hari. Sungguh suatu pekerjaan yang paling tidak saya inginkan. Tapi, jika belum menikah, bisa saja pekerjaan tersebut terpaksa saya pilih, mengingat status saya yang anak sulung dari 6 bersaudara. Adik saya banyak dan saya merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk membantu mereka. Sekarang, karena sudah menikah sebelum lulus kuliah, saya bisa membangun prioritas dan rencana kehidupan saya kedepannya. Karena saya menyenangi bisnis, saya bisa memulai bisnis sedini mungkin. Tidak ada bisnis yang instant, smua mesti dibangun dari bawah, dari nol. Mengalami jatuh dan bangun. Dan itu yang sudah saya bangun dari sekarang. Faktor adanya anak pun membuat saya lebih memikirkan jika ingin jajan, atau belanja barang ini dan itu. Jika masih single? Bisa saja uang tersebut sering saya hamburkan untuk jajan, ke salon, dsb. Karena belum ada tanggungan, dan sesuatu yang harus dipikirkan. Selain adik-adik tentunya.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

  • Jika ingin pergi ke luar kota, dan tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. Kebetulan saya orang yang suka jalan-jalan hehe, Alhamdulillah kini bisa ditemani oleh suami.
  • Seseorang yang saya cintai dan mencintai saya, ada di dekat saya. Saya halal untuknya dan dia pun halal untuk saya. Tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk menelfon karena rindu, tidak perlu sembunyi-sembunyi karena ingin berduaan, tidak perlu malu bila ingin bergandengan tangan. Dan tentunya, tidak perlu takut dosa karena berpacaran, karena smuanya sudah halal dan berbuah pahala. Alhamdulillah.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad)

dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

  • Hati saya tentram karena sudah menemukan qowwam bagi saya dan anak-anak saya.

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

(Qs. Ar. Ruum (30) : 21)


  • Saya bisa mudik lebaran ke luar kota, yeay!! Hehehe. Karena ibu saya orang betawi (yang tentunya mayoritas tinggal di jakarta, dan ayah saya orang minang yang-kebetulan- juga sbagian besar kluarga sudah pada hijrah ke Jakarta. Maka saya sering bosan di kala lebaran tiba, hehe. Ingin sekali rasanya merasakan mudik ke kampung halaman, di luar kota. Tidak mesti jauh-jauh, dari dulu keingingan saya memang kampung di Jawa Barat saja. Alhamdulillah kampung itu tidak terlalu jauh, hanya butuh kurang lebih 4 jam untuk kesana, Garut namanya :mrgreen:
  • Dengan menikah muda, saya belajar sedari dini menyelesaikan masalah-masalah yang saya hadapi bersama suami dan keluarga. Dan proses itu, membuat saya untuk semakin belajar dewasa, Alhamdulillah

Dan masiiihh banyak lagi enaknya nikah muda :mrgreen: Eits, tentu saja nikah muda ada ngga enaknya juga lhoo. Yah namanya juga hidup. Mau status kita sebagai anak, ketika jadi istri, jadi orang tua, smua, pasti ada engga dan enaknya toh. Orang kaya di uji Allah, orang miskin di uji Allah. Orang baik di uji Allah, orang jahat pun di uji oleh Allah. Sungguh Allah Maha Adil, tinggal bagaimana kita menyikapinya bukan? 🙂

Tapi, sekali lagi.. jangan asal nikah muda lho yaa 😉 persiapkan diri baik-baik, pilih pasangan yang terbaik, seleksi baik-baik, karena faktor-faktor tersebut juga bisa menentukan kebahagiannmu ketika menjalani pernikahan sedari muda 🙂 Wallahu a’lam bish-shawab

~*Afra Afifah*~

Jagakarsa, 7 Januari 2011

[kapan ya kontraksinya? 😀 ]