jump to navigation

Gerimis Kecil Di Jalan Jakarta, Malang Oktober 8, 2010

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
trackback

seperti engkau berbicara di ujung jalan…
(waktu dingin, sepi gerimis tiba-tiba
seperti engkau memanggil-manggil di kelokan itu
untuk kembali berduka)

untuk kembali kepada rindu…
panjang dan cemas…
seperti engkau yang memberi tanda tanpa lampu-lampu
supaya menyahut, Mu…

~*Sapardi Djoko Damono*~

[1968]


Komentar»

1. agoezi - Oktober 8, 2010

Gerimis itu seperti air mataq..

: )

2. hani - Oktober 8, 2010

Gerimis itu tetap ada dalam hatiku…
Walau sinar mentari telah menyinari hati..

: )

3. belajar bisnis internet - Oktober 8, 2010

kata orang disaat gerimislah doa kita didengar oleh-Nya.

mungkin maksudnya, disaat turun hujan adlh waktu2 yg mustajab untk berdoa ya ^^

4. Diya - Januari 30, 2011

jalan jakarta: melukiskan kisah indah, haru, sedih, dan merindu di kala itu

: )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: