jump to navigation

Pertama Agustus 31, 2009

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
16 comments

5734_1193569317604_1179560218_30586664_6666512_n

InsyaAllah, jika sudah lahir ke dunia, buah hati saya nanti adalah anak pertama di keluarga AnSofy.

Dilahirkan oleh seorang Bunda (saya) yang merupakan anak pertama dari enam bersaudara, yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga yang penuh kasih sayang, yaitu sang Ayah, yang juga adalah anak pertama dari tiga bersaudara.

Anak pertama saya nanti, juga akan menjadi cicit pertama di keluarga besar Abdul Razak (kakek saya)  dan keluarga besar suami saya.

Putra pertama saya pun akan menjadi cucu pertama di keluarga Darmen Adios (ayah saya) dan keluarga Makmur Furqon (mertua saya).

Semoga jika sudah besar nanti, putra pertama saya bisa menjadi pejuang Al-Haq yang pertama kali ber-Amar ma’ruf nahi munkar di lingkungan sekitarnya…

Aamiin ya Rabbal’alamiin…

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 31 Agustus 2009]

-ditulis pada hari pertama kuliah semester 7, komunikasi ui-

Iklan

Tuliskan Saja~! Agustus 31, 2009

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
5 comments

Writing_by_insidedave

Saya memang bukan seorang penulis buku terkenal, boro-boro menjadi “penulis buku terkenal”, menjadi “penulis buku” saja belum*. Menulis bagi saya adalah sama saja dengan meninggalkan jejak-jejak sejarah. Karena setiap apa yang saya tulis, bisa dibaca, dicetak, disimpan, dan yang paling penting adalah membuktikan bahwa saya pernah hidup di dunia ini.

Sering kali ide untuk menulis, apapun itu, baik itu puisi, ide, pengalaman hidup, dll. Tiba-tiba muncul begitu saja, namun juga bisa lenyap, dalam hitungan detik. Maka dari itu, saya pribadi sering menuliskan puisi-puisi saya di Hp. Jika tiba-tiba sesuatu yang bernama inspirasi itu datang.

Ya! Dan ternyata memang sebaiknya begitu. Jangan di tunda-tunda! (kalau ada waktu luang sih :mrgreen: ), jika tidak, maka seperti yang saya ketik tadi, ide itu bisa lenyap begitu saja. Jangan takut untuk salah menulis, isi yang tidak karuan, ataupun berapa banyak yang akan ditulis. Tuangkan saja semua ide yang ada di pikirian kedalam tulisan. Tulis, dan tulis saja! Toh, saya yakin, para penulis besar dan buku-buku mereka telah beredar dimana-dimana, sebagian besar mereka belajar dari 0, di tolak di berbagai penerbit buku, Koran, maupun majalah. Memang tidak ada yang instan di dunia ini. Berlatih dan berlatihlah terus. Semoga suatu saat nanti, dengan tulisan, kita bisa mengubah dunia. 🙂

(*semoga suatu saat nanti saya bisa menulis sebuah buku)

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 31 Agustus 2009]