jump to navigation

Ketika Jari-Jari Bunga Terbuka Agustus 28, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
trackback

Ketika jari-jari bunga terbuka

Mendadak terasa:

betapa sengit cinta kita

Cahaya bagai kabut, kabut cahaya; di langit…

Menyisih awan hari ini; di bumi

Meriap sepi yang purba;

Ketika kemarau, terasa ke bulu-bulu Mata,

Suatu pagi

Di sayap kupu-kupu, di sayap warna…

Swara burung di ranting-ranting cuaca,

Bulu-bulu cahaya:

betapa parah cinta kita

Mabuk berjalan, di antara jerit

Bunga-bunga rekah…

~Sapardi Djoko Damono*~

Komentar»

1. l5155st™ - Agustus 29, 2008

Kupu nan indah …

iya, subhanallah..

2. ghaniarasyid™ - September 6, 2008

mengingatkan saya untuk…

segara menikah, biar ndak mengalami hal-hal kayak dulu yang berkaitan dengan romance😦

sok atuh…dtunggu undangannya ya akh ghani.. : )

3. Fazal - September 14, 2008

very beautiful, acually I liked your entire blog,

4. lia - April 17, 2010

sajak seni karya yang seni ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,seni yang x dpt kita lakarkan,hanya dapat dibaca dgn perasaan kita………………….

^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: