jump to navigation

Bandungku Sayang… Agustus 14, 2008

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
21 comments

Bandung. Entah kenapa kalau kota ini disebut membuat hatiku menjadi gak karuan. Sedih, senang, rindu, kecewa…campur aduk menjadi satu. Pertengahan juli lalu, tante saya menyuruh saya dan adik-adik untuk pergi jalan-jalan ke Bandung. Ya Allah… benar-benar ini cobaan bagi saya.

ITB

Ya, Benar-benar cobaan. Di satu sisi, dari dulu, saya memang ingin sekali ke Bandung dengan naik kereta atau kendaraan umum, serta bisa mengunjungi tempat-tempat yang dari dulu ingin saya kunjungi. Sambil berwisata kuliner, mngunjungi sahabat-sahabat saya yang kuliah di Bandung dan Jatinangor. Dan kesemuanya itu sudah akan difasilitasi oleh tante saya yang baik hati. Dari ongkos transport, uang menginap, uang makan, jalan-jalan, sampai uang belanja. Tapi disisi lain, saya tidak bisa. Tidak bisa saya melakukan itu smua meski rasanya ingin sekali. Ya, ingin sekali…. Takut pergi tanpa ortu menyertai..? Engga! Gak sama sekali… Kalau mau, saya juga ingin pergi mengunjungi kampung halaman sahabat saya, rousta, di Madiun. Atau pergi bersama Awis ke Jogja. Tapi saya tidak bisa. Bagi saya ujian ini cukup berat. Dunia memang ladang ujian dan cobaan ya, Bahkan dengan kesenangan pun kita di uji. Tepat sekali! Kali ini saya diuji dengan kesenangan yang selama ini saya inginkan 😦

Kampung Daun

 

Hari itu, sempat terjadi “tragedy”. Karena “gara-gara” saya, rencana ke Bandung dibatalkan. Karena kalau saya tidak ikut, otomatis adik-adik saya juga tidak bisa ikut, karena mereka tidak punya kawan di Bandung. Dan smuanya pun menyalahkan saya. Bodoh, atau apalah..terserah.. orang lain mau bilang apa, saya hanya ingin meyakini apa yang seharusnya saya yakini. Saya lemah atau apalah..juga terserah, karena memang sulit bagi saya. Untuk memutuskan pergi atau tidak. Sulit karena saya harus melepas keinginan yang saya impikan selama ini. Apalagi, disaat-saat seperti itu, saya malah melihat acara-acara di tv yang menyiarkan acara liburan di Bandung. 😥 😥 😥 Ketika itu, saya merasa gak ada seorang pun yang bisa mengerti saya. Namun tak mengapa, karena ada yang lebih penting dari itu smua, sesungguhnya DIA tau apa yang saya rasakan, ya, hanya Allah yang paling tau. Biarlah Allah sebagai hakim yang seadil-adilnya. Dan suatu saat nanti, dengan izin-Nya, saya akan ke Bandung, dengan perasaan senang, bukan dengan perasaan bersalah! InsyaAllah. Allah Maha Mengetahui yang terbaik fra… Smangat lagi!!!

 

” boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu

dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.

Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahuinya “

[ Al-Baqarah : 216 ]

 

Kawah Putih, Bandung Selatan

Serial Liburan (2) : Ke Villa Sejahtera dan Curug Cilember Agustus 14, 2008

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
21 comments

 

 

Awal Juli, keluarga besar Abdul Razak (kakek) pergi untuk mengisi liburan di Villa Sejahtera, Cilember, Jawa Barat. Hanya dua hari satu malam memang, tapi saya sangat puas bisa berlibur lagi di Vila ini. Apalagi bersama orang-orang tercinta. Saya yang ditugasi menjadi Sie. Acara pun segera menyusun rencana, kegiatan apa saja yang ingin kami lakukan disana.

 

Pagi hari kami sekeluarga besar berangkat dari Jakarta, dan alhamdulillah sampai di Villa sekitar pukul 11 siang. Setelah menempati kamar kami masing-masing, acara santai pun dimulai. Para ayah sibuk mengobrol sambil menonton tv di ruang tengah. Kaum ibu sibuk menyiapkan makan siang. Dan Anak-anak bermain di halaman.

 

Adzan dzuhur berkumandang, kami bergegas untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Setelah itu makan siang (juga berjamaah) hehe. Sehabis makan, acara santai lagi. Dua adik laki-lakiku, Hisyam dan Rayyan bermain layangan bersama Qosam, Ghifary, Zidan dan Ali. Adik-adik perempuanku ada yang bermain badminton dan bermain ayunan. Sedangkan aku, juga ikut bermain badminton, dengan lawan yang seimbang yaitu Cing Aman 8) . Setelah permainan badminton yang cukup melelahkan (karena saya menggunakan gamis), jadi agak ribet kalau mau bergerak cepat. Dan akhirnya, Cing Aman berhasil mengalahkanku dengan skor yang tidak berbeda jauh : 15-13. Ya, baiklah… kali ini saya rela memberikan kemenangan untuknya 8)

 

Puas bermain di Villa, saya pun mengerahkan massa 😀 untuk pergi ke curug (air terjun) cilember. Cukup menegangkan juga perjalanan ke sana, karena jalan menuju kesana harus melewati jalanan yang cukup curam. Akhirnya kami pun sampai di Tempat Wisata Curug Cilember. Kedatanganku ke curug cilember adalah untuk yang ke-4 kalinya.Tapi bagi keluargaku, ini baru yang pertama.

 

 

Kami menempuh perjalanan ke curug dengan berjalan kaki, setelah sampai di pintu gerbang tempat wisata air terjun ini. Lagi asik-asiknya berjalan kaki sambil menikmati udara yang sejuk dan pemandangan hutan yang indah, tiba-tiba saya melihat sosok yang tak asing bagi saya. Wanita itu berjalan dengan sedikit berlari menuju tempat makan yang memang ada di lokasi wisata curug. Saya tidak berani menegur wanita itu, khawatir salah orang, meski saya yakin sekali, saya mengenal bliau, dari foto-foto yang pernah saya lihat sebelumnya.

 

Meski tertinggal keluargaku yang sudah berjalan jauh di depan menuju lokasi air terjun, saya malah menghentikan langkah dah langsung berusaha menghubungi sahabatku tercinta, mas fajar, alias mbak awis 😀 Seperti biasa, jika ada hal yang membuat saya sangat antusias, reaksi saya pun sepertinya agak berlebihan 😀 Telfon pun di angkat, dengan suara yang tak asing lagi bagi saya, :”Assalamu’alaikum” katanya. “Wa’alaikumussalam” jawab saya. Setelah itu saya pun langsung –agak sedikit heboh- menanyakan keberadaanya sekarang :”Wissssss, kamu lagi ada di curug cilember yahhhhhh????”. “Hah??? Koq tau???”, jawabnya. “Tadi aku liat mamamu wis…waaaaaaaaaa senangggggg”. “Kamu dimana??” tanyaku. “Di tenda…deket air terjun” jawab Awis. “Kamu dimana Af?” Tanya awis. “Dibawah, deket taman kupu-kupu, tunggu ya…kita ketemu di curug ok!!” jawabku lagi. Yah, kurang lebih begitu isi percakapan kami.

 

Di air terjun, saya melihat banyak orang ramai disana. Oh ternyata ada pemotretan pre-wedding. Di liat-liat, keren juga back-groundnya (air terjun), tapi yah.. gak mungkin lah foto pre-wedding 8) . YANG-BENER-AJA 🙄

 

Sahabatku yang satu itu pun muncul, wah…hatiku senang bukan kepalang (dilarang GR buat mas fajar bu awis). Kami pun berbincang-bincang dan agak sedih setelah mengingat sahabat kami Dian Rousta yang tidak bersama kami saat itu. Maaf ya Rous, smoga suatu saat nanti kita bisa pergi bersama-sama lagi ya.

 

Hari sudah semakin sore, waktu pulang pun tiba. Di Masjid kecil di lokasi wisata curug cilember, aku kembali bertemu Awis, dan kini bersama adiknya, Asa. Kemudian saya berpamitan dengannya, dari kejauhan, saya melihat Mamanya awis melambaikan tangan ke arah saya. Ramah sekali. Smoga suatu saat kita bisa bertemu lagi ya tante…

 

Kami kembali bersiap-siap untuk kembali ke vila, sedangkan awis dan keluarga, kembali ke tenda. Ya, dia memang camping di sekitar lokasi curug. Menyenangkan sekali ya.

 

Malam hari pun tiba, setelah shalat berjamaah dan makan malam. Acara keluarga dimulai. Ah…hangat sekali suasananya. Meski udara saat itu begitu dingin menusuk tulang. Dari anak-anak sampai para ayah pun berbicara tentang liburan kali ini. Oya, setelah itu juga ada acara tukar kado. Lucunya, ada dua orang yang tidak beruntung kali ini, yaitu dua adik sepupu saya : Afif dan Qosam. Afif yang kini duduk di tingkat 2 pesantren Al-Kahfi, mendapat hadiah tempat pensil berwarna pink dengan motif “love”. Sedangkan Qosam, mendapat tas cantik, yang juga berwarna pink. Sontak sluruh kluarga tertawa setelah mereka membuka kado yang mereka dapat. Ah..saya benar-benar merindukan suasana seperti saat itu…

 

Malam kian ralut, kami pun tidur, karena keesokan harinya setelah shalat subuh berjamaah, kami berencana untuk menikmati pemandangan puncak dari Masjid At-Ta’awun. Shubuh pun tiba, setelah shalat berjamaah. Kami pergi ke Masjid At-Ta’awun. Subhanallah, udara pagi hari di daerah puncak begitu sejuk dan dingin sekali. Apalagi, saya duduk di pinggir jendela mobil, dan kaca jendela mobil saya buka. MasyaAllah dingin sekali. Tapi saya senang : )

 

Selepas dari Masjid At-Ta’awun, kami menuju ke lokasi wisata lain, yaitu Gunung Mas. Disana ada pabrik pembuatan teh dan wisata berkuda. Kemudian, kami kembali menuju Vila lalu berenang bersama.

 

Setelah itu, siap-siap pulang dan kembali ke Jakarta dengan membawa kenangan indah, liburan bersama keluarga. Alhamdulillah….