jump to navigation

Jika Cinta Bisa Memilih… Juni 19, 2008

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
21 comments

Subhanallah…saya tertegun setelah membaca tulisan Pak Irvan yang berjudul “Jika Orang Yang Jatuh Cinta Bisa Memilih”. Seolah-olah saya bisa ‘melihat’ sebuah rumah kuno yang berhawa dingin itu, beserta seorang kakek dan kisah yang tersembunyi di dalamnya. Sebuah kisah yang mengharukan, namun juga sangat disayangkan.

Seperti yang telah ditulis oleh Pak Irvan, dalam kisah tersebut dikisahkan tentang seorang kakek yang akrab dipanggil Eyang Gus. Konon, di masa mudanya Eyang Gus pernah jatuh cinta kepada seorang gadis dan menjalin hubungan cinta dengan gadis tersebut. Begitu cintanya Eyang kepada gadis itu hingga dia memutuskan untuk menikahinya. Sayang, niat itu tak kesampaian. Cintanya tak berakhir di pelaminan. Saking cintanya terhadap gadis itu, Eyang tak menjalin hubungan cinta dengan gadis lain lagi. Eyang tak pernah menikah seumur hidupnya.

Pak Irvan juga mengutip sebuah tulisan dari seorang Ulama besar, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, yang berbunyi : “jika orang yang jatuh cinta bisa memilih maka ia akan memilih untuk tidak jatuh cinta”. Ya, saya sangat setuju dengan hal itu. Jika saja orang yang jatuh cinta bisa memilih…

Namun ironis kisah Eyang Gus tersebut. Karena menurut saya, cinta itu tak harus memiliki. Jika kita sudah jatuh cinta kepada lawan jenis dan sudah berusaha untuk mendapatkannya, namun jika Allah berkata lain. Maka itulah yang terbaik untuk kita, insyaAllah. Saya selalu yakin akan hal itu. Lantas, mengapa harus hidup membujang seumurhidupnya..? Toh cinta masih bisa ada meski tak memiliki orang yang kita cinta. Dan cinta yang baru pun akan menyambut kita. Yakni, cinta kepada pasangan hidup yang telah ditentukan untuk kita.

Ah…jadi teringat puisi yang pertama kali saya posting diblog saya ini. Memang benar seperti apa kata penyair yang juga telah dituliskan oleh Pak Irvan dalam blognya : “Tak seorang pun di muka bumi yang lebih sengsara dari seorang yang dilanda cinta, meskipun ia mendapati cinta itu manis rasanya. Setiap saat engkau lihat ia selalu menangis, entah karena enggan berpisah atau karena rindu yang membara. Jika sang kekasih jauh, ia menangis karena rindu, jika dekat ia menangis karena takut berpisah.”

Hidup memang penuh misteri, termasuk juga cinta. Karena cinta, adalah bagian dari misteri kehidupan. Wallahu a’lam.

**Untuk lebih lengkapnya, silahkan membaca tulisan Pak Irvan disini**

~*Afra Afifah*~

[Kamar Inspirasi, 20 Juni 2008]