jump to navigation

Untitled April 11, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
trackback

Langit mendadak runduk kelabu
Disini kita tak sempat lagi bicara tentang sepi
Dan membenahi jejak mimpi selama ini
“Hidup tak perlu ditangisi,” katamu

Untuk memulai hidup ini dibutuhkan keberanian
Namun tak usah berlebihan
Karena gerimis luruh pun menyimpan kemungkinan

Sungai yang angkuh tengadah di permainkan musim
Menjebak hidup kita dari gelombang tak terduga
“Hidup harus lebih dari sekadarnya”

Budi Laksmono (1959-1986)

Komentar»

1. windriati suryandari - Agustus 20, 2011

Salam sejahtera dan salam kenal

Saya tertegun membaca “Hidup harus lebih dari sekedarnya” karena saya tahu itu salah satu karya Budi Laksmono atau yang biasa dipanggil Belek.

Saya alumni Kessos UI angkatan ’79 dan ketika musibah sungai Alas aceh tejadi saya dan Budi memasuki tahun ke 7….kami bersama merancangkan masa depan. Tapi Tuhan punya rencana lain.

Terimakasih teman….teruslah berkarya…Tuhan memberkati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: