jump to navigation

Sebuah Tanya April 6, 2008

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
trackback

Akhirnya… semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa…

pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui…

Apakah kau masih berbicara selembut dahulu…

memintaku minum susu dan tidur yang lelap?

sambil membenarkan letak leher kemejaku.

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi…

kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram

meresapi belaian angin yang menjadi dingin…

Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu…?

ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,

lebih dekat.

Lampu-lampu berkedipan di Jakarta yang sepi…

kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya

kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara…

ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita

Apakah kau masih akan berkata

kudengar derap jantungmu…

kita begitu berbeda dalam semua…,

kecuali dalam cinta

Haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi muram…

wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara

dalam bahasa yang tidak kita mengerti

seperti kabut pagi itu…

Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan

dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru…

~*Soe Hok Gie*~

[Selasa, 1 April 1969]

Komentar»

1. ciramudya - April 6, 2008

afra….,,,
gambarnya kok okeh-okeh sih??

halo ka cira ^_^
hihi..iya nih alhamdulillah bisa dapet gambar-gambar yang indah di internet🙂
coba aja buka http://www.photobucket.com😉

2. Rizki on benbego - April 7, 2008

mantab bener. betapa agungnya ciptaan tuhan.

alhamdulillah

3. RaiN - April 8, 2008

yang sering hujan ga cuma jakarta lho, jogja juga akhir-akhir ini masih sering hujan kok… wupz,,, ga nyambung yah? hikz.. maaf, ywd anggap aja sebagai laporan cuaca ^_^

hehehe..terimakasih laporan cuacanya😛

4. Zulmasri - April 9, 2008

Membacå catatan harian Soe mengasikkan. Melihat film Gie, juga mantap. Mendengar nada-nada indah puisinya membuat diri melayang. Sayang, Gie terlalu cepat dipanggil-Nya.

^_^

5. septidewi - Mei 6, 2010

abdurahman faiz ku kagum dngan’a karna dya sdh pandai membuat puisi smpai-smpai menyentuh hati presiden sby sehingga m’ndapatkan biaya sisiwa sampai k’perguruan tinggi

iyah, kecil2 jagoan ya😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: