Jangan BBM-an Kalau Lagi Ngaji Ya :p Mei 9, 2012
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: pernikahan
3 comments
Kronologi:
Suatu waktu ketika kajian sore hari, di Selasar kiri Masjid Ukhuwah Islamiah Universitas Indonesia:
A: “alhamdulillah seneng banget bisa ikut kajian lagi
“
.
~*Afra Afifah*~
Jagakarsa, 10 May 2012
Undangan Pernikahan~ :) April 30, 2012
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: pernikahan
3 comments
cover depan
.
ar-ruum 21
.
akad nikah
.
resepsi
.
al-furqaan: 74
.
peta lokasi
.
cover belakang
.
Inilah undangan pernikahan kami, silahkan di klik untuk memperbesar gambar. Beberapa teman suka menanyakan contoh format undangan pernikahan ke saya, dan karena filenya masih tersimpan dengan baik di email, maka dengan senang hati saya forwardkan kepada mereka. Karena hal tersebut, saya jadi mempunyai ide bagaimana jika di postingkan di blog saja?
Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi bagi teman-teman yang akan menikah…^^
Jarak antara lamaran dan pernikahan yang kurang lebih hanya satu bulan (november 2008 khitbah, desember 2008 menikah). Membuat saya harus bergerak cepat untuk mengurus pernikahan. Semua diurus sendiri bersama mama dan bantuan keluarga besar serta para sahabat, karena kami tidak memakai Wedding Organizer. Saya suka yang simple. Begitu pula suami. Maka dengan cepat dipilihlah model design undangan ini dengan hard cover. Karena tema pernikahan kami adalah ungu. Tentu saja undangannya dicetak berwarna ungu, tidak hijau, apalagi merah
Ide dan kata-kata dalam undangan kami, berasal dari kami berdua. Kalau saya mempunyai ide untuk memasukkan puisi pak Sapardi Djoko Damono dalam undangan, berikut surat al-furqaan ayat 74 (inginnya sih, Buhul Cinta karya Ust. Armen Halim Naro -rahimahullah-, tapi dulu saya maupun suami belum tau ada “buhul cinta”), jadilah puisi pak sapardi yang dimasukkan ke undangan karena saya pribadi suka sekali dengan puisi-puisi beliau. Sedangkan Aa, alias suami saya, bliau lah yang mengkonsep kata-kata dalam undangan berikut doa yang beliau buat di atas cetakan surat al-furqaan
.
Alhamdulillah : )
~*Afra Afifah*~
Akhir April 2012
[Griya Rahmani Ketika Hujan di Sore Menjelang Maghrib]
Khitbah~ April 23, 2012
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: pernikahan
3 comments

The Day Will Come… Ya Zawjati…
.
[November 2008]
Cinta April 8, 2012
Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.Tags: pernikahan
5 comments

karena cinta adalah kata kerja…ia harus dipupuk…dan dirawat…
dengan kecintaan kepada ALLAH…
.
dan aku bahagia, ketika aku dapat mencintai orang yang sama, berulang kali…
.
~*Afra Afifah*~
[Depok, hampir jam 4 pagi, 9 April 2012]
.
pict by: poectic islam
Ragunan…di Penghujung Ramadhan Oktober 3, 2011
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: catatan perjalanan, pernikahan
3 comments
Tidak ada rencana sebelumnya, kalau di penghujung ramadhan kemarin, saya dan Aa akan pergi berdua ke ragunan. Bermula dari ketika di pagi saya yang sudah beberapa hari menginap di rumah orang tua saya di kampung kandang, tiba-tiba ingin mengajak Khalid dan Khansa jalan-jalan dengan sepeda motor berkeliling dengan adik saya, tapi belum sampai 10 menit di ajak jalan-jalan, anak-anak sudah tertidur pulas. Maka saya urungkan niat untuk berkeliling lebih jauh. Segera saya pulang setelah tahu anak-anak sudah tertidur pulas. Sesampainya di rumah ortu saya yang letaknya tidak jauh dari ragunan. Kebetulan suami sedang berada disana juga, lalu dengan santainya saya ajak suami untuk jalan-jalan berdua ke ragunan dan anak-anak saya titipkan sebentar ke adik-adik saya yang jumlahnya ada lima orang itu hehehe.
Ternyata jalan-jalan ke Ragunan di pagi hari pada bulan Ramadhan adalah ide yang sangat bagus. Ragunan terlihat sepi sekali. Dan berkeliling lah saya dan suami dengan menggunakan sepeda yang kami sewa sebelumnya…









Sungguh bahagia
Alhamdulillah…
~*Afra Afifah*~
[Menjelang Maghrib, Depok, 3 Oktober 2011]
Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat September 28, 2011
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: catatan perjalanan, Khansa Kazhima, pernikahan
add a comment
“Kapan ya kita bisa kesini lagi..?” tanyaku…
“Insyaallah nanti kita kesini lagi bareng anak-anak kita ya sayang…” jawabnya…
romantis ya?:P hahaha maklum, percakapan tersebut terjadi ga lama setelah menikah..
masih jadi pasangan suami istri newbie ceritanya *lah ko newbie??* #tepokjidat
Ya, dulu, tak lama setelah menikah, suami saya mengajak saya pulang ke kampung halamannya di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Kota dimana dia dilahirkan, dan menghabiskan masa kecilnya sampai tingkat SMP, karena setelahnya, ia “merantau” ke Bandung setelah di terima di SMA Negeri 3 Bandung, (yang katanya) SMA Favorit gitu deh
Salah satu tempat yang saat itu kami kunjungi adalah Situ Bagendit. Sebenarnya saat itu tidak ada rencana untuk kesana. Tapi, dalam perjalanan pulang (ke rumah mertua saya) setelah puas keliling berjalan-jalan di Garut, saya melihat dari kejauhan ada sebuah danau yang cukup indah. Karena mertua saya baik hati, tak lama kemudian mampir lah kami sebentar disana. Hanya sebentar karena saat itu hari sudah menjelang senja. Dan…terciptalah percakapan seperti di awal tulisan saya ini *LOL*
Namun jawaban aa ketika itu, memang menjadi kenyataan pada akhirnya, Alhamdulillah. Karena kini, menjelang 3 tahun usia pernikahan kami, untuk kali kedua kami ke Situ Bagendit, dan membawa anak kedua kami, Khansa Kazhima. Kakaknya, Khalid Khairy belum bisa diajak karena baru sembuh dari sakit.




Situ Bagendit merupakan salah satu objek wisata di Garut dari banyaknya pilihan wisata di kota Intan tersebut. Harga tiketnya pun murah meriah. Namun sayang, objek wisata tersebut kurang dirawat. Padahal, jika dirawat dengan baik, saya percaya Situ Bagendit akan menjadi Objek Wisata favorit pilihan keluarga (*halah apa pula ini bahasanya
)
Mudah-mudahan kunjungan kami berikutnya bisa mengajak Khalid serta
insyaallah…
~*Afra Afifah*~
[Beji Timur, Depok, 28 September 2011]
Love(s) From Lombok Juli 28, 2011
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: catatan perjalanan, pernikahan
4 comments


Ketika membuka foto-foto hasil jepretan dirinya saat di Lombok, saya cukup terkaget dan, emm tersipu2 :p melihat tulisannya di atas pasir pantai pulau Gili Trawangan^^ Ternyata, bisa romantis juga si Aa


Perjalanan (dalam rangka kerjaan) suami ke Lombok dan Sumbawa adalah yang terlama, terkejut juga, bisa sampai 10 hari disana, biasanya hanya 3-4 hari di luar kota. Ternyata memang ada urusan kantor yang harus diselesaikan. Sambil kerja, sambil jalan-jalan. Atau jalan-jalan sambil kerja?
Foto-foto hasil jepretannya ini suami ambil ketika ia seharian berkeliling pulau Gili Trawangan dengan sepeda, dan hasilnya? Pulang-pulang kulitnya jadi lebih gelap..tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk *LOL*


Hmm..kapan ya bisa kesana..?
Someday, insyaAllah..aamiin..


Ketika Ujian Datang… Juli 21, 2011
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: pernikahan
7 comments

“Mata boleh menangis, hati boleh bersedih, tetapi kita tidak berkata-kata kecuali hanya (dengan perkataan)
yang diridhai oleh Rabb kita.”
(HR. al-Bukhari: 5/57)
Hidup penuh dengan ujian, kita semua tau itu… Salah satunya adalah ujian diberi sakit oleh Allah Subhanahuwata’ala… Keluarga kami pun mengalaminya…
Awalnya hari ahad tanggal 3 Juli yang lalu, ketika ingin pulang dari rumah ortu saya di Jagakarsa ke rumah kami di Beji, Depok. Di perjalanan, qadarullah motor yang kami kendarai oleng di tengah jalan akibat adanya oli yang tumpah di sepanjang jalan. Pengendara motor di depan kami terjatuh, dan untuk menghindari mereka, suami saya otomatis mengerem motor, tapi memang begitulah takdirnya, karena nge-rem mendadak dan tumpahan oli yang banyak itu juga sudah mengenai motor kami, otomatis kami tak bisa mengelak dan jatuhlah kami berempat. Saya, suami dan anak-anak. Alhamdulillah saya dan anak-anak tidak luka sedikit pun (badan saya hanya sakit dan memar-memar karena menahan anak saya Khalid dan Khansa biar tidak terluka terkena motor ataupun aspal). Tapi suami saya terluka, kedua kakinya berdarah karena beliau hanya mengenakan sandal. Tak lama dari kecelakaan, saya dan suami memutuskan untuk langsung pergi ke tukang urut yang kebetulan letaknya tidak jauh dari TKP. Khalid dan Khansa di urut terlebih dahulu, barulah saya yang dilanjutkan suami saya (memanggil tukang urut laki-laki).
Setelah di urut, suami langsung di antar ke RS Mitra Keluarga Depok oleh ayah saya untuk disuntik tetanus. Karena khawatir lukanya yang terbuka dan kena oli tsb infeksi. Badan saya sakit-sakit, malamnya Khalid demam, sampai tujuh hari lebih demamnya tidak turun-turun, dan dihari keempat saya membawanya ke RS Mitra, dari hasil lab (meskipun sampai sekarang saya masih meragukan), hasil positif terkena typhus. Di hari keempat demamnya, Khalid mulai sakit mata.
Karena kakinya sakit dan kedua kakinya bengkak, suami jadi susah berjalan dan shalat. Bliau pun terpaksa tidak bisa ke kantor selama seminggu. Di hari ketujuh, ade Khansa demam, masyaAllah. Lewat tujuh hari, kondisi Khalid mulai ada perubahan, Alhamdulillah meski makan masi sangat susah akhirnya dipaksa untuk minum 4sendok sari kurma dalam sehari. Tapi kondisi matanya semakin memburuk, mata kirinya selain merah sekali, juga bengkak. Tak tega melihatnya…
Sementara kondisi suami, Khalid dan Khansa makin membaik, sebaliknya, kondisi saya drop. Saya demam sekitar 2 hari lebih, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk tinggal sementara di rumah ortu saya, karena kondisi saya yang demikian sementara Khalid masih sakit, khawatir Khalid tidak terurus. Makin hari kondisi saya kembali pulih, namun ternyata..ujian belum selesai, Khansa kembali demam, sekitar 4 hari, dia pun terserang sakit mata, seperti saya dan suami (yang mungkin tertular Khalid).
Alhamdulillah’alakullihal…akhirnya, sekarang kondisi kesehatan saya, suami dan anak-anak semakin membaik…Semoga Allah menggugurkan dosa-dosa kami atas sakit yang kami derita..aamiin..
Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (Qs. Muhammad: 31)
“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa suatu musibah lalu membaca sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah (yaitu), ‘Sesungguhnya kami milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada-Nya jualah kita akan dikembalikan. Ya Allah, berilah pahala pada musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik darinya’ melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya ganti yang lebih baik daripada yang sebelumnya.’ (HR. Musim, 4/475, at-Tirmidzi, 11/417, Ahmad, 33/82)
“Sungguh mengherankan perkara (urusan) orang muslim, semua perkara (urusan)nya baik dan hal itu tidaklah terjadi kecuali pada diri seorang muslim. Apabila diberi kenikmatan ia bersyukur maka hal itu baik baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan ia bersabar maka hal itu pun baik baginya.” (HR. Muslim. 14/280)
My Graduation Day~! :) Februari 8, 2011
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: Khalid Khairy, Khansa Kazhima, pernikahan
16 comments
Setelah melewati masalah birokrasi kampus yang berbelit-belit…Akhirnyaaa, saya bisa lulus kuliah juga
Alhamdulillah…Sebenarnya, saya sudah lulus terhitung 25 juni 2010 tahun lalu, tapi karena saya mengumpulkan revisi skripsi blakangan, wisudanya pun baru terlaksana hari sabtu, 5 februari 2011 kemarin
alhamdulillah’alakullihal
Eh, tapi bukannya wisuda S1, saya malah “udah wisuda tingkat master, alias S2″ hahaha ga dink :p hal ini gara-gara saya yang baru membuka seragam wisuda dari rektorat pas di hari H wisuda. Ketika melihatnya, loh koq, ini stripnya ada 2? hahaha well, anggap aja itu seragam khusus buat anak S1 yang udah punya 2 anak, kata suami
Alhamdulillah bisa lulus tepat waktu dan telah dikaruniai suami dan anak-anak tercinta…
Ketika Cinta, Tak Terungkap Kata… Januari 31, 2011
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.Tags: pernikahan
12 comments
gifts from him…
~*28 Desember 2010*~











































