jump to navigation

Berkunjung ke Radio RODJA November 10, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
11 comments

Teman-teman apakah sudah tau, atau pernah dengar radio rodja..? Mungkin masih banyak yang belum tau, atau bahkan, jangan-jangan sudah mendengarnya setiap hari? Alhamdulillah kalau gt hehe.. Saya -Alhamdulillah –sudah lama tau soal Radio yang satu ini. Tepatnya waktu saya masih jadi mahasiswa n belum nikah. Dulu saya kesulitan sekali mendengarkan secara live radio ini, selain sinyalnya ga terjangkau dengan baik (ada suara tapi bunyi kresek2),  di rumah ortu saya waktu masih di Pejompongan dulu, mendengarkan via internet waktu itu juga masih susah karena masih pake alamat khusus untuk streamingnya.. Tapi Alhamdulillah sekarang radio rodja sudah banyak yang mendengarkannya..dan juga bisa didengar  via BB dan iPad :)

Pertama kali mendengar nama radio ini emang agak aneh sih.. ko namanya “rodja” ya :P dulu jujur saja, saya mikirnya nama ini kurang “populer” hehe.. Tapi setelah tahu kepanjangannya apalagi ada arti dlm bahasa arab, saya merasa nama itu sangatlah bagus masyaallah ^^

RODJA singkatan dari RadiO Dakwah Ahlussunnah WalJAmaah .  Mungkin, (mungkin) lho, diambil dr bahasa arab juga. Ada Khauf dan..? Roja : ) Wallahu a’lam ini Cuma dari pmikiran saya aja : )

khalid lari-lari ^^

masjid al-barkah

lantai 2. khusus akhwat

lantai 2. khusus akhwat

lantai 2. khusus akhwat

tempat wudhu dan wc yg bersih : )

mimbar

Tepatnya baru 2x saya berkunjung ke Radio Rodja, dulu sekali, waktu suami ngajak saya main kesana..cukup jauh dari depok memang.. waktu itu Masjid Al-Barkah masih dalam tahap pembangunan dan kami hanya melihat dari luar.. nda mampir masuk-masuk ke dalam. Kali kedua, waktu sepulang dari Garut, September kemarin, bersama keluarga suami, mamah dan bapa mertua serta adik2 ipar : ) sekalian mengantar adik ipar saya yang nge-kost dekat sana. Alhamdulillah dia sedang mendalami dien dengan dibimbing oleh asatidz yang juga biasa siaran di radio rodja. Besar harapan saya dan suami, mudah-mudahan adik kami bisa menjadi da’i yang bermanfaat untuk agama dan umat ini. Aamiin

Belajar Dari Garut: Garut, GO GREEN~! :) Oktober 16, 2011

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini, Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
16 comments

Selalu saja ada hal menarik yang menyenangkan untuk diceritakan, tentang kota kelahiran suami saya, di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Mulai dari sambal Garut khas buatan mertua, udaranya yang sejuk, tempat-tempat wisatanya, keramahtamahan penduduknya, alamnya yang indah, sampai mengenai bagaimana kami menghabiskan waktu liburan kami disana dan perjalanan mudik itu sendiri.

[halaman rumah mertua yang asri dan hijau, bebas dari sampah ^^]

[situ bagendit, salah satu tempat wisata di Garut]

Perjalanan mudik pun akan jauh lebih menyenangkan, bila kita dapat memberikan manfaat untuk Bumi kita tercinta! Loh..? Memangnya ada kaitannya..? Tentu saja ada, banyak malah! : ) Misalnya mudik dengan menggunakan bus, sebagai salah satu alat transportasi umum. Kenapa kami menggunakan bus..? karena selain nyaman dan ongkos perjalanannya murah, naik kendaraan umum seperti bus juga dapat membantu mengurangi polusi udara : ). Coba bayangkan, jika setiap keluarga mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi? Jalanan akan semakin macet, polusi udara pun akan semakin tinggi akibat dari banyaknya asap kendaraan. Selain naik kendaraan umum, memilih waktu yang tepat untuk mudik juga dapat membantu bumi kita lho! Karena itu, saya, suami dan anak-anak biasa memilih mudik ketika malam hari, waktu subuh, atau jika bertepatan dengan libur lebaran, kita harus pintar memilih hari kapan kita mudik ke kampung halaman, agar terhindar dari kemacetan luar biasa akibat padatnya arus kendaraan, yang pada akhirnya akan merugikan bumi dan diri kita sendiri.

[tol cipularang di pagi hari, arus kendaraan lancar jaya! ]

Meski sering berhasil mudik dengan lancar tanpa terkena kemacetan yang berarti, kami toh pernah juga merasakan kemacetan luar biasa saat mudik lebaran. Padahal sebelumnya, kami sudah memperkirakan waktu yang tepat untuk mudik ke Garut. Yaitu hari dimana sudah melewati puncak arus mudik, sehingga tidak terjebak macet dijalan. Rupanya, manusia punya rencana tapi Allah berkehendak lain. Kami terjebak kemacetan yang luar biasa..! Sungguh, saat itu baru kali pertama buat saya dan keluarga merasakan macetnya mudik lebaran. Perjalanan Jakarta-Garut yang biasa ditempuh 3,5 sampai 4 jam dengan menggunakan bus, saat itu kami tempuh dengan 9 jam! Tubuh pun menjadi sangat lelah, pikiran suntuk karena bosan, pemborosan bensin, dan polusi udara menjadi tinggi! Itulah akibatnya jika salah perhitungan memilih waktu mudik.

[di dalam bus, saat menunggu antrian di pintu tol]

[terjebak kemacetan luar biasa di Nagrek]

Akan tetapi, Alhamdulillah… letih yang kami rasakan dalam perjalanan, terbayar sudah dengan senyum orang tua dan keluarga di Garut yang berbahagia menyambut kedatangan kami, serta istirahat yang cukup dan makan masakan mertua tentunya! hehehe…Masakan khas sunda buatan mertua memang selalu membuat rindu di hati : )

[makanan buatan mertua, Enak Banget~! :mrgreen: ]

[bahan-bahan sambel Garut]

Nasi, ikan goreng, lalapan, kentang goreng , dan sayur sop serta ditambah dengan sambal garutnya yang nikmat, membuat makan sepiring nasi pun belum cukup! Dan asiknya lagi, sebagian bahan masakan ibu mertua, di ambil dari kebun dan kolam sendiri. Mau makan ikan tinggal ambil di balong (kolam) ikan yang letaknya di depan, di samping dan di belakang rumah mertua. Mau nyambel, cabe rawitnya pun tinggal dipetik dari tanaman cabe yang ditanam mertua. Mau es kelapa, tinggal panjat pohonnya dan petik deh! Yap, semudah itu! Alhamdulillah…

[balong (kolam) di depan rumah mertua, tampak juga pohon kelapa dari kejauhan]

[tanaman cabe rawit di kebun rumah mertua]

Ketika tahu kami sudah sampai di Garut, keesokan harinya emak (panggilan untuk neneknya suami) biasanya senantiasa mendatangi kami dari rumahnya yang tak jauh dari rumah mertua. Emak memang sudah lanjut usia, dan tenaganya pun tentu saja sudah tidak seperti waktu muda dulu. Tapi Emak tetap rajin berjalan kaki dari rumahnya untuk bertemu kami, para cucu dan cicitnya. Padahal, bisa saja Emak menyuruh salah satu anaknya untuk mengantar jemputnya dengan motor untuk mencapai rumah mertua. Namun Emak tidak melakukan itu, meski harus dengan bantuan tongkat untuk membantunya berjalan. Ah…Emak memang sungguh luar biasa! Dan mungkin tanpa Emak sadari, tindakannya untuk sering berjalan kaki itu ternyata sangat bermanfaat bagi Bumi dan diri Emak sendiri. Emak jadi lebih terlihat sehat dan segar dibanding orangtua lain seusia Emak, dan Emak juga telah membantu mengurangi polusi udara dengan berjalan kaki. Ternyata, tidak hanya Emak yang rajin berjalan kaki, sering kali saya lihat warga Desa juga rajin berjalan kaki ketika pulang dari sawah, sekolah, atau tempat lainnya.  Aktifitas yang sangat patut dicontoh ya! : )

[Emak dataaaanggg ^^]

[warga desa yang rajin berjalan kaki : ) ]

Emak datang, para cicit pun riang : ) Anak-anak saya senang sekali bermain dengan Emak dan para Mamang (paman) kecilnya yang masih usia SD.

[main sama Emak]

[khalid (anak sulung saya) bermain kelapa dengan para mamang kecilnya ^^]

Setelah asik bermain dengan Emak dan Mamang, Khansa (anak kedua saya) pun tertidur. Karena Khansa tidur siang, maka tak lupa saya matikan lampu untuk menghemat penggunaan listrik.

[Khansa lagi bobo siang]

[rumah mertua]

Alhamdulillah di setiap kamar rumah mertua saya terdapat jendela, maka otomatis  sirkulasi udara dalam kamar pun baik. Jadi, tidak perlu lagi AC di dalam ruangan, yang bisa mengakibatkan semakin panasnya Bumi yang kita huni ini.

Idul Fitri yang dinantikan pun tiba. Kami dan keluarga besar berkumpul di rumah Emak untuk bersilaturahim dan makan-makan! Senangnya! : )

[makan-makan di rumah Emak]

Dan saat-saat yang dinanti anak-anak tentu saja saat kakek dan nenek membagikan “THR” hehehe. Nenek membagikan langsung uangnya kepada para cucunya, tidak perlu repot-repot lagi menggunakan amplop. Tentu saja tindakan nenek juga bermanfaat bagi bumi sebagai upaya penghematan penggunaan kertas! Nenek memang cerdas!

[Nenek bagi-bagi "THR" hehehe]

Wah, ternyata banyak hal mudah yang dapat kita lakukan yang bisa bermanfaat bagi bumi kita yah! Karena itu, Ayo!! sudah saatnya kita bertindak bagi bumi, yang sudah banyak memberi, untuk masa depan kita dan generasi mendatang! Hidup GO GREEN! :mrgreen:

~*Afra Afifah*~

[Depok, 17 Oktober 2011]

Ragunan…di Penghujung Ramadhan Oktober 3, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
3 comments

Tidak ada rencana sebelumnya, kalau di penghujung ramadhan kemarin, saya dan Aa akan pergi berdua ke ragunan. Bermula dari ketika di pagi saya yang sudah beberapa hari menginap di rumah orang tua saya di kampung kandang, tiba-tiba ingin mengajak Khalid dan Khansa jalan-jalan dengan sepeda motor berkeliling dengan adik saya, tapi belum sampai 10 menit di ajak jalan-jalan, anak-anak sudah tertidur pulas. Maka saya urungkan niat untuk berkeliling lebih jauh. Segera saya pulang setelah tahu anak-anak sudah tertidur pulas. Sesampainya di rumah ortu saya yang letaknya tidak jauh dari ragunan. Kebetulan suami sedang berada disana juga, lalu dengan santainya saya ajak suami untuk jalan-jalan berdua ke ragunan dan anak-anak saya titipkan sebentar ke adik-adik saya yang jumlahnya ada lima orang itu hehehe.

Ternyata jalan-jalan ke Ragunan di pagi hari pada bulan Ramadhan adalah ide yang sangat bagus. Ragunan terlihat sepi sekali. Dan berkeliling lah saya dan suami dengan menggunakan sepeda yang kami sewa sebelumnya…

Sungguh bahagia :) Alhamdulillah…

~*Afra Afifah*~

[Menjelang Maghrib, Depok, 3 Oktober 2011]

Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat September 28, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: , ,
add a comment

“Kapan ya kita bisa kesini lagi..?” tanyaku…

“Insyaallah nanti kita kesini lagi bareng anak-anak kita ya sayang…” jawabnya…

romantis ya?:P hahaha maklum, percakapan tersebut terjadi ga lama setelah menikah..

masih jadi pasangan suami istri newbie ceritanya *lah ko newbie??* #tepokjidat

Ya, dulu, tak lama setelah menikah, suami saya mengajak saya pulang ke kampung halamannya di Limbangan, Garut, Jawa Barat. Kota dimana dia dilahirkan, dan menghabiskan masa kecilnya sampai tingkat SMP, karena setelahnya, ia “merantau” ke Bandung setelah di terima di SMA Negeri  3 Bandung, (yang katanya) SMA Favorit gitu deh :P

Salah satu tempat yang saat itu kami kunjungi adalah Situ Bagendit. Sebenarnya saat itu tidak ada rencana untuk kesana. Tapi, dalam perjalanan pulang (ke rumah mertua saya) setelah puas keliling berjalan-jalan di Garut, saya melihat dari kejauhan ada sebuah danau yang cukup indah. Karena mertua saya baik hati, tak lama kemudian mampir lah kami sebentar disana. Hanya sebentar karena saat itu hari sudah menjelang senja. Dan…terciptalah percakapan seperti di awal tulisan saya ini *LOL*

Namun jawaban aa ketika itu, memang menjadi kenyataan pada akhirnya, Alhamdulillah. Karena kini, menjelang 3 tahun usia pernikahan kami, untuk kali kedua kami ke Situ Bagendit, dan membawa anak kedua kami, Khansa Kazhima. Kakaknya, Khalid Khairy belum bisa diajak karena baru sembuh dari sakit.

Situ Bagendit merupakan salah satu objek wisata di Garut dari banyaknya pilihan wisata di kota Intan tersebut. Harga tiketnya pun murah meriah. Namun sayang, objek wisata tersebut kurang dirawat. Padahal, jika dirawat dengan baik, saya percaya Situ Bagendit akan menjadi Objek Wisata favorit pilihan keluarga (*halah apa pula ini bahasanya :P )

Mudah-mudahan kunjungan kami berikutnya bisa mengajak Khalid serta :)   insyaallah…

~*Afra Afifah*~

[Beji Timur, Depok, 28 September 2011]

My Hijab Story September 26, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
6 comments
(pict by google)

Saya mengenakan jilbab sejak hari kelulusan SD :) Alhamdulillah…dari saya dan adik-adik masih kecil-kecil kami memang sudah dibiasakan orangtua untuk memakai busana muslimah jika keluar rumah…Jadi koleksi baju kami memang kebanyakan yang menutup aurat dan memakai jilbab keluar rumah pun bukan hal aneh lagi bagi kami. Orang tua saya juga memang “mewajibkan” saya dan adik-adik yang perempuan untuk mengenakan jilbab dari SMP klas 1.

Kenapa mewajibkan? Karena berjilbab memang wajib :)

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Ahzab ayat 59]

Alhamdulillah kami dikaruniai orangtua yang paham mengenai wajibnya menutup aurat bagi perempuan muslim. Selain sudah terbiasa memakai jilbab sejak kecil, Ibu saya pun mengenakan jilbab (ada contoh Real-nya), dan  kami juga telah paham akan wajibnya mengenakan jilbab, jadi sebenarnya memakai jilbab itu bukan paksaan dari ortu..namun karena memang keinginan sendiri  juga :)

Sampai sekarang pun saya masih ingat permintaan khusus saya kepada kepala sekolah SDN Bendungan Hilir 03 Pagi (SD saya dulu) ketika saya masih duduk di kelas 5 SD. Yaitu permintaan untuk diizinkan mengenakan jilbab :)   Alhamdulillah bliau mngizinkan meski di satu sekolah memang belum ada anak perempuan yang mengenakan jilbab. Tapi nyatanya, anak kecil tetaplah anak kecil hehe.. meski sudah diizinkan oleh kepala sekolah, dan ortu mendukung…ternyata saya dulu masih merasa malu jika saya sendiri yang mengenakan jilbab :D dan saya merasa sayang dengan baju seragam saya karena sebentar lagi akan lulus.. hehe (ngeles.com) Maka resmilah setelah dinyatakan Lulus SD saya memakai jilbab. Saya juga masih ingat pakaian yang pertama kali saya pakai saat itu, yaitu celana jeans biru, baju panjang rajutan sepinggang berwarna abu-abu dan jilbab kaos berwarna putih pendek menutup dada. Hehe..

Rasanya memakai jilbab pertama kali di depan teman-teman MALUNYA bukan main. Dan, yah…”ejekan” teman-teman ke saya saat itu adalah :”ehhh, ada bu hajii” “bu haji..bu haji..” Bagi saya itu menyebalkan, setelahnya ya tentu saja saya mengadu ke mama, lalu mama bilang”aminkan saja” aha benar juga!:D

Yah begitulah, untuk memakai jilbab memang butuh kesiapan mental^^ Alhamdulillah.. sejak SMA, saya selalu memakai rok ke luar rumah (bukan celana jeans lagi) Padahal saya ini termasuk anak yang “tomboy” dan pernah berfikir “apa jadinya kalo gue tiap hari mesti pake rok??” “ribet dong ngapa2in??” well, ternyata setelah dijalani.. smua mudah dan dimudahkan…alhamdulillah.. Jilbab yang saya kenakan pun semenjak SMA tidak hanya menutup dada, tapi juga menutup –maaf- pantat.. Dan semenjak kuliah..saya lebih suka mengenakan gamis, sampai sekarang..semua memang melalui proses.. Alhamdulillah…^^

Bgitulah kisah saya, bagaimana kisahmu…? :mrgreen:

~*Afra Afifah*~

[Depok, 26 September 2011]

Buka Bersama Warga Griya Rahmani 1 Agustus 22, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
4 comments

17 Ramadhan kmarin, atau bertepatan dengan 17 Agustus 2011 Masehi. Saya, suami beserta Khalid Khansa ikut acara buka bersama warga Griya Rahmani 1 Beji, Depok. Ini kali kedua bagi saya, suami dan Khalid menghadiri bukber tsb and this is the first time bukber bagi ade Khansa :D . Alhamdulillah.

Tema baju yang kami pakai kemarin adalah UNGU :D , jadi deh kluarga ungu :P . Bukber kali ini tentu saja berbeda dari tahun kmarin, slain udah ada ade Khansa dan tidak ada pembantu yang nginep., makanan yang kami santap pun berbedzha (pastinya :P ) . Tahun kemarin makan-makan secara prasmanan, kali ini pake nasi box :D . Kasian juga Ibu-ibu disini kalau prasmanan, beres-beresnya, nyuci piringnya, hehe. Alhamdulillah. Khalid dapat paket McD ayam goreng, dan untuk orang tua dapet paket Ayam Laos.

khalid clingak clinguk siap-siap kabur -_-”

Saya dan anak-anak ga bisa lama-lama disana, karena Khalid yang maunya kabur-kaburan terus, ga mau diem duduk manis ditempat, ade Khansa juga begitu, maunya di gendong. Hoaah @_@ jadi setelah adzan maghrib saya pulang deh :P (SMP -Sampai-Makan-Pulang- banget yak haha) yah apa daya, memang bgitulah kalau anak-anak sedang lagi aktif-aktifnya :)

berhasil kabur dan digendong ayah kembali -_-”

Tahun depan…, bisa buka puasa di sini lagi ga yah..? Wallahu a’lam :)

My Blog…My History… Agustus 14, 2011

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
1 comment so far

Love(s) From Lombok Juli 28, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
4 comments

Ketika membuka foto-foto hasil jepretan dirinya saat di Lombok, saya cukup terkaget dan, emm tersipu2 :p melihat tulisannya di atas pasir pantai pulau Gili Trawangan^^ Ternyata, bisa romantis juga si Aa :D

Perjalanan (dalam rangka kerjaan) suami ke Lombok dan Sumbawa adalah yang terlama, terkejut juga, bisa sampai 10 hari disana, biasanya hanya 3-4 hari di luar kota. Ternyata memang ada urusan kantor yang harus diselesaikan. Sambil kerja, sambil jalan-jalan. Atau jalan-jalan sambil kerja? :P :P :P Foto-foto hasil jepretannya ini suami ambil ketika ia seharian berkeliling pulau Gili Trawangan dengan sepeda, dan hasilnya? Pulang-pulang kulitnya jadi lebih gelap..tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk *LOL*

Hmm..kapan ya bisa kesana..? :D Someday, insyaAllah..aamiin.. :)

Ke Taman Menteng~!:) Juli 25, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags: ,
2 comments

Sama halnya dengan postingan saya yang berjudul “ke taman topi, bogor” , sebenarnya kami ke taman menteng sudah lama, waktu Khalid masih berumur 3 bulan, tapi baru sempat di posting sekarang, karena dulu masih sibuk dengan kuliah n skripsweettt :P .Tapi giliran ingin posting, file ke taman menteng ini tidak ditemukan, baru beberapa hari yang lalu saya temukan (finally) dan ternyata filenya ada di hardisk external *tepokjidat*

ok, here we go.. :D

i feel like “emak2″ when i use “gendongan” >_<

patung ini sudah dipindahkan ke SD “Obama” :D

khalid masih sekecil ini :)

Ketika Ujian Datang… Juli 21, 2011

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
Tags:
7 comments

Mata boleh menangis, hati boleh bersedih, tetapi kita tidak berkata-kata kecuali hanya (dengan perkataan)

yang diridhai oleh Rabb kita.”

(HR. al-Bukhari: 5/57)

Hidup penuh dengan ujian, kita semua tau itu… Salah satunya adalah ujian diberi sakit oleh Allah Subhanahuwata’ala… Keluarga kami pun mengalaminya…

Awalnya hari ahad tanggal 3 Juli yang lalu, ketika ingin pulang dari rumah ortu saya di Jagakarsa ke rumah kami di Beji, Depok. Di perjalanan, qadarullah motor yang kami kendarai oleng di tengah jalan akibat adanya oli yang tumpah di sepanjang jalan. Pengendara motor di depan kami terjatuh, dan untuk menghindari mereka, suami saya otomatis mengerem motor, tapi memang begitulah takdirnya, karena nge-rem mendadak dan tumpahan oli yang banyak itu juga sudah mengenai motor kami, otomatis kami tak bisa mengelak dan jatuhlah kami berempat. Saya, suami dan anak-anak. Alhamdulillah saya dan anak-anak tidak luka sedikit pun (badan saya hanya sakit dan memar-memar karena menahan anak saya Khalid dan Khansa biar tidak terluka terkena motor ataupun aspal). Tapi suami saya terluka, kedua kakinya berdarah karena beliau hanya mengenakan sandal. Tak lama dari kecelakaan, saya dan suami memutuskan untuk langsung pergi ke tukang urut yang kebetulan letaknya tidak jauh dari TKP. Khalid dan Khansa di urut terlebih dahulu, barulah saya yang dilanjutkan suami saya (memanggil tukang urut laki-laki).

Setelah di urut, suami langsung di antar ke RS Mitra Keluarga Depok oleh ayah saya untuk disuntik tetanus. Karena khawatir lukanya yang terbuka dan kena oli tsb infeksi.  Badan saya sakit-sakit, malamnya Khalid demam, sampai tujuh hari lebih demamnya tidak turun-turun, dan dihari keempat saya membawanya ke RS Mitra, dari hasil lab (meskipun sampai sekarang saya masih meragukan), hasil positif terkena typhus. Di hari keempat demamnya, Khalid mulai sakit mata.

Karena kakinya sakit dan kedua kakinya bengkak, suami jadi susah berjalan dan shalat. Bliau pun terpaksa tidak bisa ke kantor selama seminggu. Di hari ketujuh, ade Khansa demam, masyaAllah. Lewat tujuh hari, kondisi Khalid mulai ada perubahan, Alhamdulillah meski makan masi sangat susah akhirnya dipaksa untuk minum 4sendok sari kurma dalam sehari. Tapi kondisi matanya semakin memburuk, mata kirinya selain merah sekali, juga bengkak. Tak tega melihatnya…

Sementara kondisi suami, Khalid dan Khansa makin membaik, sebaliknya, kondisi saya drop. Saya demam sekitar 2 hari lebih, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk tinggal sementara di rumah ortu saya, karena kondisi saya yang demikian sementara Khalid masih sakit, khawatir Khalid tidak terurus. Makin hari kondisi saya kembali pulih, namun ternyata..ujian belum selesai, Khansa kembali demam, sekitar 4 hari, dia pun terserang sakit mata, seperti saya dan suami (yang mungkin tertular Khalid).

Alhamdulillah’alakullihal…akhirnya, sekarang kondisi kesehatan saya, suami dan anak-anak semakin membaik…Semoga Allah menggugurkan dosa-dosa kami atas sakit yang kami derita..aamiin..

Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (Qs. Muhammad: 31)

Tidaklah seorang muslim yang tertimpa suatu musibah lalu membaca sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah (yaitu), ‘Sesungguhnya kami milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada-Nya jualah kita akan dikembalikan. Ya Allah, berilah pahala pada musibah yang menimpaku dan berilah ganti yang lebih baik darinya’ melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya ganti yang lebih baik daripada yang sebelumnya.’ (HR. Musim, 4/475, at-Tirmidzi, 11/417, Ahmad, 33/82)

 

Sungguh mengherankan perkara (urusan) orang muslim, semua perkara (urusan)nya baik dan hal itu tidaklah terjadi kecuali pada diri seorang muslim. Apabila diberi kenikmatan ia bersyukur maka hal itu baik baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan ia bersabar maka hal itu pun baik baginya.” (HR. Muslim. 14/280)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 89 pengikut lainnya.