Chatting Sama Dosen Agustus 23, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.18 comments

Kebetulan, baru saja saya menonton film horror
di channel 205, alias channel celestial. Status YM pun saya setting seperti biasanya, “ I’ am away from my computer. Just leave your message(s)…”.
Film pun usai, kemudian sesaat sebelum saya ingin mematikan computer. Ternyata saya mendapatkan pesan dari dosen saya, Mba Ken. Wah…jarang-jarang nih saya bisa chat dengan bu dosen saya. Nah, maka dari itu…karena jarang chat dengan bliau. Terlintas dipikiran saya untuk menyimpan “kenang-kenangan” dari Dosen saya ini.
Ini dia kenang-kenangannya : )
Nyasar~! Agustus 21, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.22 comments

Dudul banget deh kemarin tuh. Ibu sama anak sama ajah…hahaha. Kemarin siang, setelah pulang mengajar, mama memintaku untuk mengantar bliau ke SuDin, di daerah Tanah Abang. Karena orang yang akan ditemui mama sudah akan pulang jam 3 sore. Akhirnya, cepat-cepatlah kami kesana. Aku yang belum makan siang, rela untuk menunda kepentingan perut untuk sementara demi ibunda tercinta…hehe. Tapi aku sudah meminta untuk ditraktir mama makan diluar
, yang merupakan kegiatan “rutin” kalau aku dan mama pergi berdua saja.
Setelah urusan mama usai, segeralah kami untuk bergegas pulang dan mencari tempat makan yang asik buat di kunjungi. Karena Tanah Abang macet sekali, jadi mama menyuruhku untuk lewat jalan “alternative”. Dan ternyata benar, jalan itu memang jalan “alternative sekali”. Setelah keluar dari “jalan alternative” itu, tiba-tiba…loh? Loh? Koq ini di sarinah yah? Loh ma? Koq? Koq?. Benar-benar tidak seusai dengan yang kita harapkan. Tadinya, si mama berniat dengan lewat jalan alternative itu, akan tembus di dekat said naum. Gak taunya..haaaa…
-Dan kedudulan pun dimulai…-
Pas udah di lampu merah sarinah, “Ma, kemana nih ma?” “Afra gak tau jalan nih ma…”
(dudul banget, di Sarinah aja gak tau jalan, padahal masih di Jakarta pusat)
Mama : “mmm…kemana yah… mmm –dengan penuh kebingungan-“
GUBRAK……
Afra : “waaa…mah kemana nih..yoda lurus aja dulu ya….”
Mama :”yaudah…”
Setelah berjalan terus…
Loh…loh..ini koq malah nyasar ke tugu tani yah…?
Bingung mo ke arah mana, akhirnya terus lagi..
Lah..ma.. ini koq di gambir sih…? *makin gak jelas..nyasar semakin jauh*
Dan aku yang belum makan siang pun udah mulai kambuh lagi “keanehannya”…
Agak jengkel juga, karena siang itu panas sekali, belum makan siang pulak…eh di tambah bonusnya : nyasar!!
Jadi, aku malah ktawa-tawa aja di jalan…hahaha…abis dipikir-pikir lucu juga…dudul banget..orang Jakarta pusat tersesat di daerahnya sendiri…hahaha…
Semakin berjalan terus…semakin nyasar lah kami…
Muter-muter..loh mah? Koq ini di kwitang? *gubrakkkkss*
Coba jalan lagi….dan…haa…..akhirnya… kami nyasar ke tempat yang benar : Bunderan HI!!! Hahaha…
Nah..dari bunderan HI baru deh tau arah… (*padahal bunderan HI sama sarinah deket banget kan yak? Koq bisa nyasar ampe kwitang segala)….what a wonderful day!!!!
Sampai di Bendungan Hilir, daerah rumah kami. Aku langsung minta di beliin ayam KFC…sama Mama…huhuhu…
Pas nyampe rumah… Afra bilang ke papa kalau tadi nyasar sampai ke sini dan situ…
Papa bilang : “loh koq?? Bisa nyampe nyasar?? “
Afra : “iya pa, soalnya tadi mama nyuru bilang lewat situ..eh gak taunya nyasar ampe ke sarinah…ke gambir, ke tugu tani…n sampe ke kwitang pulak”
Papa : “lah? Koq jauh banget nyasarnya?”
Afra : “iyalah pa…kan afra gak tau jalan… udah gitu..mama bingung pulak…yahhh gitu deh akhirnya hehehe…”
Papa : “payah kalian …”
Afra : “hahaha….”
-kedudulan pun selesai-
Bukan Kakak Yang Romantis… Agustus 20, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.15 comments
![]()
Aku, bukanlah kakak yang romantis…
Maafin kakak ya…
![]()
Travel Warning~! Agustus 17, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.18 comments

Banyak hal yang membuat saya sangat antusias mendengarkan cerita-cerita kawan saya, Dina Karina Septiani-yang akrab dipanggil KaSep dikalangan teman-teman sejurusan-. Cerita ketika ia ber-arung jeram di sungai cisadane. Mendaki mandalawangi. Duduk di dermaga danau taman hidup gunung Argopuro… Ah…Sungguh, benar-benar indah dan menyenangkan…! Apalagi setelah melihat foto-foto perjalanannya. Subhanallah, indah sekali alam Indonesia kita ini : ) Berkali-kali, dia sering mengajak saya, Awis, dan Rousta. Untuk ber-arung jeram, atau naik gunung. Wah, tawaran yang “sangat menggiurkan”, tapi…sudah seharusnya saya mesti sabar menunggu. Belum saatnya : )
Dari awal masuk ke UI, Dina memang sudah bertekad agar bisa di terima di MAPALA UI. Sampai-sampai…dia berguyon : “Komunikasi itu UKM, Mapala itu Kuliah!!” Hehe…ada-ada aja tu anak. Yah…gak apa-apa juga sih Din, asal jangan jadi “MAPALA” aja ya? Alias, “Mahasiswa Paling Lama” hehehe…
Inget MAPALA UI, jadi inget sama puisi-puisinya Soe Hok Gie. Puisi yang pertama kali dikenalkan oleh Dina. Setelah membaca puisinya, saya pun jatuh cinta!. Hebat, pintar sekali ia bisa membuat puisi seindah itu. Puisi yang selalu menyatu dengan Alam Raya. Puisi yang ketika membacanya, membuat saya seolah-seolah berada di tempat itu. Salut buat Gie!




~*Pict By: Dina Karina Septiani [MAPALA-KOMUNIKASI UI'06 ]
Afra Afifah, Bukan Afifah Afra~! Agustus 15, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.30 comments

Nama saya Afra Afifah, memang, mirip sekali dengan cerpenis terkenal yang bernama Afifah Afra, yang merupakan nama pena dari Mba Yeni Mulati. Gawat, gara-gara kemiripan nama, saya jadi ikut-ikutan terkenal nih…hehehe…
Bahkan, sering kali saya ditanya tentang tips menulis yang baik *waduh…* nulis syair sih oke, tapi kalau nulis cerpen dan novel, engga deh…
Awalnya bermula ketika saya pertama kali membuat alamat email. Dengan alamat : afraafifah@telkom.net (entah masih aktif atau sudah kadaluarsa, karena sudah lama sekali gak saya buka). Saat itu, saya masih SMP. Saya pun kaget, banyak email yang masuk ke saya dan mengira saya ini sang penulis terkenal itu
*padahal masih anak SMP* dan sudah dipanggil “mba”. Belum lagi ketika SMA, kejadian yang masih saya ingat sampai sekarang. Waktu itu, saya bertugas menjual buku-buku di bazaar acara Rohis SMAN 78, nah..karena buku-buku yang dijual, banyak buku-bukunya Afifah Afra. Salah satu teman sekelas saya yang bernama Gunar mengira sayalah yang menulis buku itu. Kira-kira bgini ucapannya : “Fra, lo nulis buku ya? Gilaaa keren banget lo!”. “Eh? Eh..? Duh..bukan Gunar, bukan Afra yang nulis…bukan koq…afra belum nulis buku…” jawabku. Lalu apa reaksinya? DIA TETAP GAK PERCAYA saudara-saudara!. “Jangan bohong lu fra..! elo kan yang nulis tu buku!” “Loh? Eh? Yee masih gak percaya lagi..beneran..bukan Afra yang nulis” (cape deh)…
Serta masih banyak lagi kisah serupa dan sampai sekarang, yang membuat saya heran, kenapa masih ada juga yang mengira saya itu Afifah Afra?. Saya tegaskan disini ya, saya bukan Afifah Afra. Saya ini Afra Afifah. Alhamdulillah nama ini nama asli pemberian dari kedua orang tua saya. Bukan nama pena (koq nama pena ya? Stau saya yang ada, nama kun-yah…hehe). Afra ngikutin Mbak Yeni..? Loh…siapa yang ngikutin
Nama saya ini kan sudah saya sandang hampir 20 tahun lamanya. Jadi? Siapa duluan yang mempunyai nama ini hayo?
Ada juga kisah lucu-paling tidak mnurut saya-. Saat itu, ketika sedang menghadiri acara pesta pernikahan salah satu teman saya. Saya bertemu dengan seorang ibu yang sepertinya sedang hamil besar. Beliau duduk disamping saya. Lagi asiknya mengobrol, tiba-tiba Ibu itu bilang :”kalau anak saya nanti lahir, saya ingin memberikannya nama Afra Afifah”. “Haaaaaaaaaaaaahhhh?? Sontak saya kaget dan tertawa. Loh bu, nama saya juga Afra Afifah…, jawab saya. Ibu itu pun kaget kemudian tertawa.
Lantas, yang membuat saya semakin ingin menulis tentang nama saya ini adalah : barusan saya melihat, siapa-siapa saja yang mengunjungi Diary Hujan ini. Lalu ada sebuah URL yang membuat saya ingin meng-kliknya. Ketika saya buka URL tersebut, oh…ternyata blog FLP Sumatera Utara. Kemudian, saya melihat daftar link disana. Dibagian : “silahkan mengunjungi”. Disitu ada daftar penulis-penulis terkenal FLP, seperti Mba Helvy Tiana Rosa, Mba Asma Nadia, dan Afifah Afra. Tapiii, yang membuat saya terkejut adalah…ketika saya mengklik Url Afifah Afra itu. Loh itu kan alamat blog saya!!!. Wah…gawat nih gawat… bisa ikut-ikutan tenar nih saya… hehehe
Maaf ya bagi para “penggemar”nya Mba Yeni, bukan maksud saya untuk mengelabui anda-anda semua. Tapi apalah daya, Afra Afifah memang nama asli saya. Semoga pada gak salah lagi yaa… atau, smoga aja puisi-puisi saya ada yang berminat untuk dibukukan? (yaaaa kali aja ada penerbit yang mau menerbitkan huehehehe…). Atau do’akan saya saja, smoga suatu saat nanti bisa membuat buku yang bermanfaat buat ummat. Amiin… ![]()
Bandungku Sayang… Agustus 14, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.20 comments

Bandung. Entah kenapa kalau kota ini disebut membuat hatiku menjadi gak karuan. Sedih, senang, rindu, kecewa…campur aduk menjadi satu. Pertengahan juli lalu, tante saya menyuruh saya dan adik-adik untuk pergi jalan-jalan ke Bandung. Ya Allah… benar-benar ini cobaan bagi saya.
ITB
Ya, Benar-benar cobaan. Di satu sisi, dari dulu, saya memang ingin sekali ke Bandung dengan naik kereta atau kendaraan umum, serta bisa mengunjungi tempat-tempat yang dari dulu ingin saya kunjungi. Sambil berwisata kuliner, mngunjungi sahabat-sahabat saya yang kuliah di Bandung dan Jatinangor. Dan kesemuanya itu sudah akan difasilitasi oleh tante saya yang baik hati. Dari ongkos transport, uang menginap, uang makan, jalan-jalan, sampai uang belanja. Tapi disisi lain, saya tidak bisa. Tidak bisa saya melakukan itu smua meski rasanya ingin sekali. Ya, ingin sekali…. Takut pergi tanpa ortu menyertai..? Engga! Gak sama sekali… Kalau mau, saya juga ingin pergi mengunjungi kampung halaman sahabat saya, rousta, di Madiun. Atau pergi bersama Awis ke Jogja. Tapi saya tidak bisa. Bagi saya ujian ini cukup berat. Dunia memang ladang ujian dan cobaan ya, Bahkan dengan kesenangan pun kita di uji. Tepat sekali! Kali ini saya diuji dengan kesenangan yang selama ini saya inginkan
Kampung Daun
Hari itu, sempat terjadi “tragedy”. Karena “gara-gara” saya, rencana ke Bandung dibatalkan. Karena kalau saya tidak ikut, otomatis adik-adik saya juga tidak bisa ikut, karena mereka tidak punya kawan di Bandung. Dan smuanya pun menyalahkan saya. Bodoh, atau apalah..terserah.. orang lain mau bilang apa, saya hanya ingin meyakini apa yang seharusnya saya yakini. Saya lemah atau apalah..juga terserah, karena memang sulit bagi saya. Untuk memutuskan pergi atau tidak. Sulit karena saya harus melepas keinginan yang saya impikan selama ini. Apalagi, disaat-saat seperti itu, saya malah melihat acara-acara di tv yang menyiarkan acara liburan di Bandung.
Ketika itu, saya merasa gak ada seorang pun yang bisa mengerti saya. Namun tak mengapa, karena ada yang lebih penting dari itu smua, sesungguhnya DIA tau apa yang saya rasakan, ya, hanya Allah yang paling tau. Biarlah Allah sebagai hakim yang seadil-adilnya. Dan suatu saat nanti, dengan izin-Nya, saya akan ke Bandung, dengan perasaan senang, bukan dengan perasaan bersalah! InsyaAllah. Allah Maha Mengetahui yang terbaik fra… Smangat lagi!!!
” boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu
dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahuinya “
[ Al-Baqarah : 216 ]
Kawah Putih, Bandung Selatan
Serial Liburan (2) : Ke Villa Sejahtera dan Curug Cilember Agustus 14, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.17 comments

Awal Juli, keluarga besar Abdul Razak (kakek) pergi untuk mengisi liburan di Villa Sejahtera, Cilember, Jawa Barat. Hanya dua hari satu malam memang, tapi saya sangat puas bisa berlibur lagi di Vila ini. Apalagi bersama orang-orang tercinta. Saya yang ditugasi menjadi Sie. Acara pun segera menyusun rencana, kegiatan apa saja yang ingin kami lakukan disana.
Pagi hari kami sekeluarga besar berangkat dari Jakarta, dan alhamdulillah sampai di Villa sekitar pukul 11 siang. Setelah menempati kamar kami masing-masing, acara santai pun dimulai. Para ayah sibuk mengobrol sambil menonton tv di ruang tengah. Kaum ibu sibuk menyiapkan makan siang. Dan Anak-anak bermain di halaman.
Adzan dzuhur berkumandang, kami bergegas untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Setelah itu makan siang (juga berjamaah) hehe. Sehabis makan, acara santai lagi. Dua adik laki-lakiku, Hisyam dan Rayyan bermain layangan bersama Qosam, Ghifary, Zidan dan Ali. Adik-adik perempuanku ada yang bermain badminton dan bermain ayunan. Sedangkan aku, juga ikut bermain badminton, dengan lawan yang seimbang yaitu Cing Aman
. Setelah permainan badminton yang cukup melelahkan (karena saya menggunakan gamis), jadi agak ribet kalau mau bergerak cepat. Dan akhirnya, Cing Aman berhasil mengalahkanku dengan skor yang tidak berbeda jauh : 15-13. Ya, baiklah… kali ini saya rela memberikan kemenangan untuknya
Puas bermain di Villa, saya pun mengerahkan massa
untuk pergi ke curug (air terjun) cilember. Cukup menegangkan juga perjalanan ke sana, karena jalan menuju kesana harus melewati jalanan yang cukup curam. Akhirnya kami pun sampai di Tempat Wisata Curug Cilember. Kedatanganku ke curug cilember adalah untuk yang ke-4 kalinya.Tapi bagi keluargaku, ini baru yang pertama.

Kami menempuh perjalanan ke curug dengan berjalan kaki, setelah sampai di pintu gerbang tempat wisata air terjun ini. Lagi asik-asiknya berjalan kaki sambil menikmati udara yang sejuk dan pemandangan hutan yang indah, tiba-tiba saya melihat sosok yang tak asing bagi saya. Wanita itu berjalan dengan sedikit berlari menuju tempat makan yang memang ada di lokasi wisata curug. Saya tidak berani menegur wanita itu, khawatir salah orang, meski saya yakin sekali, saya mengenal bliau, dari foto-foto yang pernah saya lihat sebelumnya.
Meski tertinggal keluargaku yang sudah berjalan jauh di depan menuju lokasi air terjun, saya malah menghentikan langkah dah langsung berusaha menghubungi sahabatku tercinta, mas fajar, alias mbak awis
Seperti biasa, jika ada hal yang membuat saya sangat antusias, reaksi saya pun sepertinya agak berlebihan
Telfon pun di angkat, dengan suara yang tak asing lagi bagi saya, :”Assalamu’alaikum” katanya. “Wa’alaikumussalam” jawab saya. Setelah itu saya pun langsung –agak sedikit heboh- menanyakan keberadaanya sekarang :”Wissssss, kamu lagi ada di curug cilember yahhhhhh????”. “Hah??? Koq tau???”, jawabnya. “Tadi aku liat mamamu wis…waaaaaaaaaa senangggggg”. “Kamu dimana??” tanyaku. “Di tenda…deket air terjun” jawab Awis. “Kamu dimana Af?” Tanya awis. “Dibawah, deket taman kupu-kupu, tunggu ya…kita ketemu di curug ok!!” jawabku lagi. Yah, kurang lebih begitu isi percakapan kami.
Di air terjun, saya melihat banyak orang ramai disana. Oh ternyata ada pemotretan pre-wedding. Di liat-liat, keren juga back-groundnya (air terjun), tapi yah.. gak mungkin lah foto pre-wedding
. YANG-BENER-AJA

Sahabatku yang satu itu pun muncul, wah…hatiku senang bukan kepalang (dilarang GR buat mas fajar bu awis). Kami pun berbincang-bincang dan agak sedih setelah mengingat sahabat kami Dian Rousta yang tidak bersama kami saat itu. Maaf ya Rous, smoga suatu saat nanti kita bisa pergi bersama-sama lagi ya.
Hari sudah semakin sore, waktu pulang pun tiba. Di Masjid kecil di lokasi wisata curug cilember, aku kembali bertemu Awis, dan kini bersama adiknya, Asa. Kemudian saya berpamitan dengannya, dari kejauhan, saya melihat Mamanya awis melambaikan tangan ke arah saya. Ramah sekali. Smoga suatu saat kita bisa bertemu lagi ya tante…
Kami kembali bersiap-siap untuk kembali ke vila, sedangkan awis dan keluarga, kembali ke tenda. Ya, dia memang camping di sekitar lokasi curug. Menyenangkan sekali ya.
Malam hari pun tiba, setelah shalat berjamaah dan makan malam. Acara keluarga dimulai. Ah…hangat sekali suasananya. Meski udara saat itu begitu dingin menusuk tulang. Dari anak-anak sampai para ayah pun berbicara tentang liburan kali ini. Oya, setelah itu juga ada acara tukar kado. Lucunya, ada dua orang yang tidak beruntung kali ini, yaitu dua adik sepupu saya : Afif dan Qosam. Afif yang kini duduk di tingkat 2 pesantren Al-Kahfi, mendapat hadiah tempat pensil berwarna pink dengan motif “love”. Sedangkan Qosam, mendapat tas cantik, yang juga berwarna pink. Sontak sluruh kluarga tertawa setelah mereka membuka kado yang mereka dapat. Ah..saya benar-benar merindukan suasana seperti saat itu…
Malam kian ralut, kami pun tidur, karena keesokan harinya setelah shalat subuh berjamaah, kami berencana untuk menikmati pemandangan puncak dari Masjid At-Ta’awun. Shubuh pun tiba, setelah shalat berjamaah. Kami pergi ke Masjid At-Ta’awun. Subhanallah, udara pagi hari di daerah puncak begitu sejuk dan dingin sekali. Apalagi, saya duduk di pinggir jendela mobil, dan kaca jendela mobil saya buka. MasyaAllah dingin sekali. Tapi saya senang : )
Selepas dari Masjid At-Ta’awun, kami menuju ke lokasi wisata lain, yaitu Gunung Mas. Disana ada pabrik pembuatan teh dan wisata berkuda. Kemudian, kami kembali menuju Vila lalu berenang bersama.
Setelah itu, siap-siap pulang dan kembali ke Jakarta dengan membawa kenangan indah, liburan bersama keluarga. Alhamdulillah….

Ia Pun Lahir Ke Dunia… Agustus 10, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.23 comments

Alhamdulillah…
Seorang anggota baru keluarga besar Abdul Razak pun lahir ke dunia…
Bayi laki-laki : )
Bernama : Muhammad Ibni Adzani
Barakallahufiikum untuk Cing Ahmad dan Cing Yani : )
Duh, gak sabar pengen liat dede’ bayinya nih ^_^
Cing Ahmad!!! Engkau sudah jadi ayah sekarang!!! : )
sekali lagi… Congratulations~!
Alhamdulillah… ^_^
[ Jakarta, 10 Agustus Pukul 21.30 WIB ]
-setelah seseorang yang baru jadi ayah, mengabari kami disini
-
![]()
Ssssttt…liat dede’ bayinya yuk : )
Serial Liburan (1) : Ke Pantai Carnaval Agustus 9, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.6 comments
Liburan hampir usai. Hari-hari kuliah pun siap menyambut saya dan teman-teman kampus. Tugas-tugas, bikin paper, presentasi, test kecil, uts, uas… akan kembali menyapa keseharian kami…
Tapi sebelum saat itu tiba, saya dengan senang hati akan menuliskan hari-hari liburan saya yang bermula pada awal juni dan berakhir pada tanggal 1 september nanti.
Awal Juni 2008, dua orang adik sepupu saya datang dari Bandung, yang pertama bernama Sarah ( Komputer UPI angkatan 2007), dan yang kedua adalah Ayu, ( FSRD ITB 2007). Maksud kedatangan mereka ke Jakarta adalah, karena Sarah ingin mengikuti UMB UI, dan saya pun bertugas untuk mengantarkan Sarah ke kampus ketika hari-hari ujian berlangsung.
Sehari sebelum Sarah dan Ayu pulang ke Bandung, Tante kami yang baik hati, Ries Woodhouse. Menyuruh kami untuk pergi jalan-jalan. Baiknya tante kami, bahkan jalan-jalan pun pake disuruh segala : ) Alhamdulillah…
Setelah berbincang dan memikirkan mau pergi kemana, akhirnya pilihan kami jatuh pada Pantai Carnaval Ancol, Jakarta Utara. Sekitar pukul 14.30 WIB kami pun berangkat dari rumah tante, di daerah cinere. Dengan diantar Mas Ali, supir kepercayaannya tante, dan di”bekali” uang jajan yang bagi kami, lebih dari cukup; saya, beserta tiga sepupu saya yang sudah lama tidak bertemu, pergi dengan hati riang.
Tiba di pantai carnaval, hal pertama yang kami lakukan adalah foto-foto : ) Ya, foto-foto pemandangan pantai di sore hari yang sangat indah. Siluet senja pun menyapa kami. Dan tidak mau kalah deburan ombak pantai yang terletak di Jakarta Utara ini juga seolah-olah menyambut kehadiran kami…

Tak lama kami berfoto-foto, seorang laki-laki ramah menghampiri kami dan menawarkan kepada kami untuk menikmati pemandangan pantai dari tengah laut. Ya, dia adalah seorang penjual jasa wisata perahu pantai. Setelah tawar menawar terjadi diantara laki-laki itu dan kami, akhirnya kami pun tertarik untuk menggunakan jasa wisata perahu pantai. Selang beberapa lama kami berada di perahu, tapi perahu tak kunjung berangkat. Rupanya, abang penjual jasa perahu itu sedang mencari wisatawan lain untuk ikut menaiki perahunya. Cukup lama kami menunggu, akhirnya kebosanan pun menghampiri kami. Namun ternyata abang penjual perahu ini cukup cerdas, ia tawarkan kepada kami jajanan somay, sambil menunggu penumpang yang lain. Kami pun mengiyakan. Empat piring somay pun datang beserta beberapa botol air mineral. Ternyata sungguh nikmat menyantap somay diatas perahu yang bergoyang-goyang karena deburan ombak. Angin sore pun membelai lembut wajah-wajah kami. Penumpang lain pun datang, dan kami pun siap berangkat.

Di perahu, sang “abang perahu” memperlihatkan kepada kami seekor ubur-ubur yang berhasil ia tangkap. Kami antusias sekali. Karena belum pernah melihatnya langsung. Si “abang perahu” pun dengan suka rela akan menangkap ubur-ubur lagi untuk kami bawa pulang.
MasyaAllah, menikmati siluet senja di tengah laut sungguh mengasyikkan. Tak mau hanya duduk diam saja diperahu. Saya pun mengikuti aksi sepupu saya Lisa yang berdiri di depan perahu, sambil memegang erat tiang layar perahu yang kami naiki. Dan memang benar, berdiri lebih mengasyikkan, meski resikonya juga lebih besar, apalagi saya belum bisa berenang : )
Setelah puas berperahu ria, kami pun jalan-jalan di sepanjang pantai, dan duduk-duduk di tepi pantai, sambil melihat ke arah laut yang seperti tak ada ujung. Tak berapa lama, adzan maghrib pun memanggil kami untuk segera shalat. Kami pun bergegas untuk berjalan ke arah mushola pantai carnaval. Seusai shalat, kami berniat untuk segera pulang, karena hari sudah mulai gelap. Ditengah perjalanan pulang, kami melewati restaurant fast foof A&W, saya pun usul ke tiga sepupu saya untuk membeli ice cream, makanan favorite saya. Dengan senang hati dan tanpa ragu, mereka menyetujui usulan saya… hehe
Ice cream pun habis, kami pun melanjutkan perjalanan lagi ke tempat parkir mobil, yang sudah ditunggui mas Ali dari awal datang. Ya, mas Ali memang maunya nunggu. Gak mau ikut… (*baguslah…hehe..)
Sepanjang pantai menuju tempat parkir… haduuuhh… bikin kami gerah… atau cuma saya ya..? Pasangan muda-mudi banyak sekali yang berjejer duduk berduaan dengan mesranya di sepanjang pinggir pantai. Saya bete, kalau mereka belum nikah. Ya sudahlah…

Hmmm, tapi boleh juga tuh bagi yang udah nikah pergi kesana waktu malam minggu..hehehe…
Liburan di bulan Juni pun, selesai~!
Cincin Dari Fajar… Agustus 7, 2008
Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.24 comments

Indah kan cincin itu…? : ) Sedari dulu, saya memang sangat menginginkannya… karena design-nya begitu sederhana, namun sangat cantik dilihat… dan Alhamdulillah… sekarang saya sudah memilikinya…dan sering saya pakai : ) meski sebenarnya, dari kecil saya tidak terbiasa memakai perhiasan, seperti anting, gelang, dan cincin, apalagi kalung.
Tapi sekarang saya sudah memilikinya, meski bukan cincin platina [seperti yang saya inginkan–kalau platina biarlah sebagai “pemberian yang penuh kerelaan” nantinya- *ngerti gak maksud saya?* hehe.. ] melainkan cincin perak asli Kotagede, Yogyakarta. Hadiah dari Fajar… Yang membuat saya senang sekali adalah, ternyata Fajar tau apa yang saya inginkan. Dia memberikan hadiah cincin itu dengan design yang sama [mirip sekali] dengan cincin seperti pada gambar di atas.
Alhamdulillah…saya senang sekali… : )




























