jump to navigation

Our Beloved Son : Khalid Khairy Oktober 10, 2009

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
38 comments

Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh

Alhamdulillah, telah lahir anak pertama kami

“KHALID KHAIRY”

10625_1258024288938_1179560218_30818187_4811783_n

pada ahad, 16 syawal 1430 H / 4 Oktober 09 pukul 23.00 WIB

dengan berat badan 3,4 kg – tinggi 52 cm dan dilahirkan secara normal

Jazaakumullaahu khoiir atas doa & bantuan keluarga juga kawan semua,

Semoga dede menjadi anak yg sholeh,
penuh manfaat & keberkahan tuk sebanyak-banyaknya manusia…

~*Afra & Sofyan*~

Happy Eid Mubarak~! September 24, 2009

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
6 comments

Afra dan  Sofyan beserta Calon Baby Mengucapkan :

~*Selamat Idul Fitri 1430 H*~


تقبل الله مناومنكم

Ayah Bunda September 16, 2009

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
19 comments

Swan_family_by_Linuska

MasyaAllah, sungguh masih tidak menyangka, sebentar lagi saya dan suami akan menjadi orang tua. Rasanya, hmm bingung saya bagaimana harus menuliskannya. Campur-campur. Alhamdulillah di umur 20, anak saya sebentar lagi (tinggal hitungan hari, insyaAllah) akan lahir. Sedangkan suami tercinta, di umurnya yang ke-25, insyaAllah akan mempunyai jagoan kecilnya. Subhanallah, sungguh tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, bahkan oleh sebuah puisi terindah sekalipun.

Seiring menunggu kehadiran buah hati, kami pun sudah memikirkan, panggilan apa yang akan di tujukan pada kami nantinya. Dari awal, suami saya ingin dipanggil “Abi”, padahal, saya ingin dipanggil “Bunda”. Abi-Bunda? Rasanya gak klop ya? Hehe.. akhirnya, saya pun mengalah dan nurut dengan suami…, dengan bersedia untuk dipanggil “Ummi”.

Hmmm…namun, seiring berjalannya waktu…entah mengapa, rasa ketidaknyamanan atau istilah kerennya “gak sreg” untuk dipanggil “Ummi” makin menjadi-jadi…meski saya pribadi senang, bila suami dipanggil Abi, tapi saya tidak sreg untuk dipanggil Ummi. Karena menurut saya, panggilan tersebut –maaf bagi yang tidak berkenan-, mrusak tata bahasa ^^. Kenapa merusak? Okelah, kalo anak kami yang memanggil ummi-abi, yang artinya ibuku dan ayahku. Tapi, orang lain tentunya juga akan memanggil ke saya dan suami, “ummi-abi”. Misalnya : “dede cakep, umminya kemana?” kalau diterjemahkanà”dede cakep, ibuku-nya kemana?”. Aiiih, itulah yang membuat saya gak sreg sampai sekarang, gak pas gitu kalau buat kita, orang Indonesia. Memang sih, panggilan “Ummi” sudah lazim di Indonesia yang maksudnya adalah“Ibu”, tapi mungkin karena saya orangnya agak-agak perfeksionis, tetap menganggap hal itu adalah suatu kesalahan :mrgreen: (*panggilan yang salah koq di “lazim-lazim”kan :mrgreen: ) –maaf bagi yang tidak sependapat ;) -

Alhamdulillah, dibulan-bulan terakhir menjelang melahirkan, suami tercinta akhirnya mengalah, dan bersedia untuk dipanggil “Ayah”, yang tadinya, suami merasa panggilan “ayah” berasa “tua” di telinganya..hihi.. padahal menurut saya sih engga :mrgreen: . Sekarang, suami malah senang memanggil-manggil dirinya dengan “ayah” ^_^

Dan kini, kami pun siap menanti kehadiran buah hati, sembari menanti, panggilan “Ayah&Bunda” yang keluar dari mulut mungilnya nanti, insyaAllah :)

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 16 September 2009]

Skripsi…Oh Skripsi… September 8, 2009

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
16 comments

Lake_Kenanga__A_Year_Later_by_alibhajenet

Skripsi….oh skripsi….

Meski ambil skripsi baru semester depan (semester 8), tapi kudu harus mikirin tema paling nggak dari sekarang nih…

Oh noo…

Udah ada satu tema di kepala..Cuma sepertinya sulit untuk direalisasikan berhubung nantinya sudah punya baby (insyaAllah) dan akan lebih repot dari sebelumnya..

Apalagi jarak tempat yang di teliti jauh, yaitu di Cileungsi…

Hmmm… Any Idea?

Mungkin ide teman-teman bisa membantu saya untuk menemukan ide-ide baru, atau.. bisa saya jadikan tema skripsi saya nanti…

(kalo menarik, sesuai, dan tentunya.. klo dosen setuju, hehe… insyaAllah)

nb : eh iyah lupa, program studi afra adalah Komunikasi Media.

Hehe, biar temen2 ga ngasi ide yang keluar jalur :mrgreen:

Jazakumullah Khairan ^_^

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 8 September 2009]

Pertama Agustus 31, 2009

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
16 comments

5734_1193569317604_1179560218_30586664_6666512_n

InsyaAllah, jika sudah lahir ke dunia, buah hati saya nanti adalah anak pertama di keluarga AnSofy.

Dilahirkan oleh seorang Bunda (saya) yang merupakan anak pertama dari enam bersaudara, yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga yang penuh kasih sayang, yaitu sang Ayah, yang juga adalah anak pertama dari tiga bersaudara.

Anak pertama saya nanti, juga akan menjadi cicit pertama di keluarga besar Abdul Razak (kakek saya)  dan keluarga besar suami saya.

Putra pertama saya pun akan menjadi cucu pertama di keluarga Darmen Adios (ayah saya) dan keluarga Makmur Furqon (mertua saya).

Semoga jika sudah besar nanti, putra pertama saya bisa menjadi pejuang Al-Haq yang pertama kali ber-Amar ma’ruf nahi munkar di lingkungan sekitarnya…

Aamiin ya Rabbal’alamiin…

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 31 Agustus 2009]

-ditulis pada hari pertama kuliah semester 7, komunikasi ui-

Tuliskan Saja~! Agustus 31, 2009

Posted by Afra Afifah in Afra Punya Opini.
3 comments

Writing_by_insidedave

Saya memang bukan seorang penulis buku terkenal, boro-boro menjadi “penulis buku terkenal”, menjadi “penulis buku” saja belum*. Menulis bagi saya adalah sama saja dengan meninggalkan jejak-jejak sejarah. Karena setiap apa yang saya tulis, bisa dibaca, dicetak, disimpan, dan yang paling penting adalah membuktikan bahwa saya pernah hidup di dunia ini.

Sering kali ide untuk menulis, apapun itu, baik itu puisi, ide, pengalaman hidup, dll. Tiba-tiba muncul begitu saja, namun juga bisa lenyap, dalam hitungan detik. Maka dari itu, saya pribadi sering menuliskan puisi-puisi saya di Hp. Jika tiba-tiba sesuatu yang bernama inspirasi itu datang.

Ya! Dan ternyata memang sebaiknya begitu. Jangan di tunda-tunda! (kalau ada waktu luang sih :mrgreen: ), jika tidak, maka seperti yang saya ketik tadi, ide itu bisa lenyap begitu saja. Jangan takut untuk salah menulis, isi yang tidak karuan, ataupun berapa banyak yang akan ditulis. Tuangkan saja semua ide yang ada di pikirian kedalam tulisan. Tulis, dan tulis saja! Toh, saya yakin, para penulis besar dan buku-buku mereka telah beredar dimana-dimana, sebagian besar mereka belajar dari 0, di tolak di berbagai penerbit buku, Koran, maupun majalah. Memang tidak ada yang instan di dunia ini. Berlatih dan berlatihlah terus. Semoga suatu saat nanti, dengan tulisan, kita bisa mengubah dunia. :)

(*semoga suatu saat nanti saya bisa menulis sebuah buku)

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 31 Agustus 2009]

Menikah dan Menghilang(?) Agustus 23, 2009

Posted by Afra Afifah in Lembar Kehidupan.
27 comments

Alhamdulillah…tidak terasa umur pernikahan kami sudah hampir genap 8 bulan, dan saat ini kami sedang menantikan kehadiran putra pertama kami :) , yang insyaAllah akan lahir ke dunia sebulan lagi :)

Semenjak menikah, saya memang jadi sangat jarang menulis blog, ya..paling hanya menulis puisi saja yang itu juga kalau tiba-tiba ada inspirasi ^^. Banyak factor yang membuat saya jadi jarang menulis, urusan kuliah lah, UTS, UAS, kehamilan pertama yang membuat saya agak lemas, sering mual-mual, sampai turun 3kg, ataupun sibuk mengurus suami tercinta :) .

Sekarang, mumpung waktu saya masih agak longgar karena perkuliahan baru akan dimulai seminggu lagi, Alhamdulillah bisa saya sempatkan menulis lagi :) .

Menikah dan “Menghilang”? hehe..itu istilah saja dari saya buat teman-teman yang lebih dulu mendahului saya menggenapkan setengah dien sebenarnya :D karena memang saya perhatikan, teman-teman yang sudah menikah jadi ya… -memang- punya kesibukan sendiri-sendiri… jarang komunikasi.. misalnya lama balas sms/malah ga di bales :D , jarang online lagi (tidak sperti dulu ketika masih jadi single fighter :D ) dsb… jadi merasa kehilangan.. eh sekarang justru saya lah yang mengalami hal itu :D Dulu, biasanya kalau ada sms dari teman, penting/ga penting, saya cepat membalasnya, tentu saja kalau ada pulsa :p , online pun hampir 24 jam hahaha (sampai kalau tidur computer lupa dimatikan ^^;; ) , rajin nulis blog, online di YM, ikut kajian online, dst…

Tapi setelah menikah, saya akui memang…  entahlah..mungkin karena sudah tidak sepi sendiri lagi :p jadi kalau ada sms dari teman-teman, saya agak lama membalasnya..malah terkadang lupa saya balas (ampuun..maapin yak :mrgreen: ) , kalau tidak ada sms dari teman pun, gak masalah… padahal kalau dulu, seharian hp tidak berdering entah dering telpon/sms rasanya sepiiii banget… bête lah pokoknya :D tapi sekarang tidak lagi..alhamdulillah ^^ kalau Online di YM pun, sesempatnya saja.. tidak candu seperti dulu lagi :D lagi-lagi, Alhamdulillah ^^

Jadi temans, mohon maaf bagi yang merasa kehilangan saya *LOL* -GR tingkat tinggi, tinggal ceburin ke laut  :mrgreen:   –

InsyaAllah, saya akan terus menjalin silaturahim dan ukhuwah ^_^

Senang punya banyak teman, apalagi mendapat teman baru ^_^

Salam,

Afra Afifah

[2 Ramadhan 1430 H / 23 Agustus 2009]

Dan Hujan pun Turun… Juli 29, 2009

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
10 comments

Dan hujan pun turun…

Di malam sebelum kita berpisah…

Mungkin hujan tahu… ,isi hati kita saat itu…

.

Dan hujan pun turun…

Menemani kepergianmu…

.

Dan hujan pun turun…

Menemani hari-hariku, yang sepi tanpamu…

~*Afra Afifah*~

[Jakarta, 22 Juli 2009]

Untuk Suamiku… Juli 29, 2009

Posted by Afra Afifah in Aku dan Puisi.
5 comments

Hingga detik ini…

Aku masih tak menyangka…

Bahwa dirimulah yang kan menjadi kekasihku…

Sahabat sejati…

Suami…dan pemimpinku…

.

Aku masih tak menyangka…

Bahwa dirimulah yang kan mengisi hari-hariku…

Melengkapi kekuranganku…

Dan yang kan slalu setia tuk membimbingku…

.

Dan pada akhirnya, kau pun datang bersama datangnya musim hujan yang selalu kunantikan…

Yang selalu kurindukan…

Seperti aku, yang selalu merindukanmu…

Sungguh…

~*Afra Afifah*~

[Ditulis ulang di Jakarta, 30 Juli 2009, ketika puisi ini tersimpan sekian lama di Hp ku]

Sajak Desember Juni 29, 2009

Posted by Afra Afifah in Sang Pujangga.
Tags:
20 comments

Kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
Ketika daun penanggalan gugur
Lewat tengah malam…

Kemudian kuhitung
Hutang-hutangku pada-Mu…

Mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar…
dari celah-celah jendela…

Ada yang terbaring di kursi… letih sekali…

Masih patutkah kuhitung segala milikku…
Selembar celana dan selembar baju…
Ketika kusebut berulang nama-Mu;

taram temaram bayang, bianglala itu…

~*Sapardi Djoko Damono*~

-1961-