Makan di Pronto
Posted by afraafifah in Lembar Kehidupan.2 comments

Lasagna
Tanggal 11 Juli yang lalu, aku dan adik-adikku (seperti biasa), ditraktir makan oleh tanteku. Hari itu restoran Pronto di Pondok Indah Mall (PIM)-lah yang menjadi pilihan tante. Namanya juga restaurant “All You Can Eat”, jadi “agak kalap” juga makan disana…hehehe…
Mondar-mandir berkali-kali ngambil makanan. Malu? Cuek aja lagi…! EGP klo kata anak-anak ABG lah hehe (berasa tua). Hisyam dan Rayyan aja..masyaallah… makannya banyak banget..! heran saya. Padahal dirumah juga “All You Can Eat” tapi kenapa semangatnya beda yah..? hehehe *ya iyalah..masa ya iya dong?* -haduh..ABG lagi-
Dan tiba-tiba, saat Afra juga lagi asik makan… Rayyan yang duduk disebelahku bilang gini..”Kak, ini smua boleh dimakan ya..? boleh ngambil lagi..?” Aku jawab.,..”Iya boleh…”. Kemudian Rayyan berkata lagi : “Kalo gitu dibungkus aja kak..! dibawa pulang..”.

Hahaha..saya tertawa mendengarnya… dasar anak kecil :p *kalo boleh bawa pulang mah…saya bawa pulang kokinya aja atuh*


Malas Blog Walking~
Posted by afraafifah in Lembar Kehidupan.6 comments

Lagi malasssssss blog walking~
Pengen ujan-ujanan ajaaaaaaaa
Maaffff yaaa…
Minum Jamu Biar Sehat
Posted by afraafifah in Lembar Kehidupan.11 comments

Udah beberapa hari saya gak posting tulisan, sudah beberapa hari juga saya rajin minum jamu *loh?? -gak nyambung [mode: on]-
. Gara-gara liat tips kesehatan dan kecantikan di internet *ehm*
, saya jadi ikut-ikutan rajin minum jamu kayak si papa. Untunglah ada dua mbok jamu yang rajin lewat di depan rumah
Jamu pahit? Gak bangeet! Dari awal beli saya udah pesen jamu –yang asal- gak pahit. Jadi inget masa kecil dulu… Waktu masih kelas 1 atau 2 SD, dirumah buya (kakek) sering lewat mbok jamu. Saya, beberapa sepupu dan om (yang umur kami gak beda jauh) pun sering membelinya. Yang jelas, jamu yang kami minum itu yang manis-manis aja… gak tau deh tuh jamu apa namanya.. (atau sebenarnya kami hanya minum air gula?) hehehe.. gak taulah…wallahu a’lam…Yuk, sering-sering minum jamu dan berolahraga..biar badan kita sehat. Bentar lagi ramadhan loh.. gak mau kan kalau kita sakit di bulan yang penuh berkah itu…? Makanya, jaga kesehatan dari sekarang… Ayoo! ^_^
Hatiku Selembar Daun
Posted by afraafifah in Sang Pujangga.5 comments

Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak…
Terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang,
yang selama ini senantiasa luput;
Sesaat adalah abadi sebelum kausapu
tamanmu setiap pagi…
~*Sapardi Djoko Damono*~
Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate San Fransisco
Posted by afraafifah in Sang Pujangga.15 comments

Kabut yang likang
dan kabut yang pupuh…
Lekat dan gerimis pada tiang-tiang jembatan…
Matahari menggeliat dan kembali gugur
tak lagi di langit berpusing
di perih lautan…
~*Sapardi Djoko Damono*~
Teruntuk…Aku…
Posted by afraafifah in Aku dan Puisi.25 comments

Mudah bagimu…
Untuk memaafkan yang lain…
Seperti embun pagi yang menghapus debu diatas dedaunan…
Mudah bagimu…
Untuk memahami dirinya…
Seperti hujan gerimis yang turun tadi pagi…
Mudah bagimu…
Untuk mencintai mereka…
Seperti lebah yang merindukan bunga…untuk dihisap madunya…
Namun…
Mengapa sulit bagimu untuk memaafkanku…?
Mengapa begitu sulit kau memaafkan aku…?
Mengapa sulit bagimu untuk memahamiku…?
Apakah terlalu sulit bagimu… untuk mencintaiku…?
Dan tanyakanlah pada nurani…
Maka kau akan mengerti…
~*Afra Afifah*~
[ Tengah Malam : 6 Juli 2008 ]
~Saatku mulai belajar, untuk memaafkan diriku sendiri~
Pada Suatu Pagi Hari
Posted by afraafifah in Sang Pujangga.19 comments

Maka pada suatu pagi hari
ia ingin sekali menangis
sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu…
Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik
dan lorong sepi…
agar ia bisa berjalan sendiri saja
sambil menangis dan tak ada orang bertanya
kenapa…
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk
memecahkan cermin membakar tempat tidur…
Ia hanya ingin menangis lirih saja
sambil berjalan sendiri
dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.
~*Sapardi Djoko Damono*~
[ 1973 ]
Senja
Posted by afraafifah in Aku dan Puisi.16 comments

Rasanya…
Ingin menghilang saja aku bersama matahari senja …
Agar smua orang tau..
Bahwa aku hanya ingin sendiri..
Paling tidak… untuk saat ini ..
Ketika rasa yang slama ini kupendam…
Sudah tak sanggup kupikul sendiri…
Dan biarkan rasa itu hilang.
Dengan menghilangnya aku…
~*Afra Afifah*~
[ Mendekati Tengah Malam, 1 Juli 2008]
Dalam Doaku
Posted by afraafifah in Sang Pujangga.21 comments

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara…
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana…
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu…
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku…
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku…
Aku mencintaimu…
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu…
~*Sapardi Djoko Damono*~
[ Kumpulan Sajak "Hujan Bulan Juni", 1989 ]
Sonet: X
Posted by afraafifah in Sang Pujangga.8 comments

Siapa menggores di langit biru
Siapa meretas di awan lalu
Siapa mengkristal kabut itu
Siapa mengertap di bunga layu
Siapa cerna di warna ungu
Siapa bernafas di detak waktu
Siapa berkelebat setiap kubuka pintu
Siapa mencair di bawah pandangku
Siapa terucap di celah kata-kataku
Siapa mengaduh di bayang-bayang sepiku
Siapa tiba menjemputku berburu
Siapa tiba-tiba menyibak cadarku
Siapa meledak dalam diriku
: siapa AKU
~*Sapardi Djoko Damono*~
[ 1968 ]






















